Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Galungan, Harga Bumbu Dapur Meroket

Bali Tribune/ BUMBU DAPUR - Pedagang bahan pokok bumbu dapur seperti bawang putih harganya meningkat tajam di Pasar Galiran.
balitribune.co.id | Semarapura - Jelang datangnya penampahan Galungan warga Klungkung dibuat kaget dengan melambungnya harga bumbu keperluan dapur. Harga bawang putih mulai meroket tajam lebih dari 100 persen. Selain karena menjelang galungan, kenaikan harga ini diperkirakan karena tidak adanya bawang import masuk ke Indonesia, diduga berkaitan dengan musibah dunia dengan menjangkitnya wabah Virus Corona.
 
Ditemui di Pasar Galiran, Klungkung, seorang penjual bumbu dapur Ni Luh Jempiring, Jumat (14/2) mengatakan, harga bawang putih mengalami kenaikan sejak 10 hari yang lalu. Jika sebelumnya harga bawang putih berada di kisaran Rp 23 ribu per kilogram. Kini, harga bawang putih mencapai Rp 52 ribu-Rp 55 ribu per kilogramnya, sungguh melonjak tajam sekali dan ini berakibat lesunya para pembeli untuk membeli bahan keperluan mereka menyambut Hari Penampahan Galungan ini. "Kenaikan harganya ini sekitar 10 hari lalu," ungkap Jempiring.
 
Dirinya menduga, pasca virus corona merebak, sejumlah komoditi import berangsur mengalami kenaikan harga. Pedagang pun memperkirakan, kenaikan harga ini erat kaitannya karena minimnya pasokan impor bawang putih ke Indonesia dan ke Bali dari Jawa.  Sehingga ketersediaan bawang putih pun menjadi terbatas dan membuat harganya melambung tinggi saat ini. "Pedagang eceran sekarang hanya boleh membeli bawang putih maksimal 20 Kilogram per hari," jelas Jempiring.
 
Pedagang penjual bumbu dapur di Pasar Galiran lainnya, Wayan Martini mengatakan lebih jauh bahwa saat ini ia tidak berani menyetok bawang putih dalam jumlah banyak. Dirinya beralasan karena khawatir tiba-tiba permintaan bawang menurun, akibat kenaikan sejumlah bumbu dapur di pasaran saat ini. "Kalau dulu saya beli bawang putih sekitar 20 kilogram per hari. Sekarang saya beli sekitar 10 kilogram per hari. Saya takut tidak ada yang beli karena harganya mahal," ujar Wayan Martini rada mengeluh.
 
Namun dirinya meminta agar pemerintah segera mengatur distribusi kebutuhan bahan dapur ibu ibu ini,apalagi Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu sudah hitungan hari lagi. 
wartawan
Ketut Sugiana
Category

KPK Dorong PAKSI Bali Perkuat Pendidikan Antikorupsi Berbasis Masyarakat

balitribune.co.id | Denpasar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Forum Penyuluh Antikorupsi Provinsi Bali (PAKSI Bali) untuk terus memperkuat peran masyarakat dalam membangun budaya antikorupsi. Hal tersebut disampaikan dalam Sarasehan PAKSI Bali yang membahas capaian kegiatan, pengembangan forum, serta penguatan kolaborasi pendidikan antikorupsi di daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jalan Kakaktua-Pattimura Dikebut, Pemkab Buleleng Kucurkan Rp2 Miliar

balitribune.co.id | Singaraja - Keluhan warga soal jalan rusak dan banjir di kawasan padat Kota Singaraja mulai mendapat penanganan serius. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelontorkan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk merevitalisasi Jalan Kakaktua dan Jalan Pattimura, Singaraja.

Baca Selengkapnya icon click

Optimis Target Pajak Tercapai, Bupati Badung Sampaikan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi DPRD

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD mengenai Raperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.