Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Galungan Hiasan Penjor Diburu Pembeli

Bali Tribune / DICARI - Hiasan penjor mulai dicari oleh masyarakat untuk perlengkapan Hari Raya Galungan 2022.

balitribune.co.id | MangupuraAlat perlengkapan penjor dan sarana upakara mulai dibanjiri pembeli menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Tampak sejumlah pedagang perlengkapan upakara di kawasan Jalan Raya Sempidi-Kapal, Mengwi, Badung beberapa hari ini selalu ramai pembeli.

Masyarakat yang ingin membeli perlengkapan penjor bahkan tak sedikit yang langsung membeli ke perajin. Seperti diakui oleh I Made Suartana, seorang perajin hiasan penjor di Desa Sibang Kaja, Abiansemal.

Sejak sebulan lalu pihaknya mengaku sudah menerima banyak oderan hiasana janur untuk penjor. Baik uang ukuran kecil, sedang hingga penjor besar. Orderan tidak hanya dari pedagang yang akan dijual kembali namun dari masyarakat langsung. 

"Iya, banyak oderan hiasan penjor untuk Galungan. Oder yang banyak dari pedagang tapi ada juga yang pembeli langsung," ungkap Suartana ditemui di kediamannya Desa Sibang Kaja, Kamis (2/6).

Momen hari raya ini pun tak disia-siakan untuk mengais rezeki lebih. Sebab, pesanan banyak hanya datang enam bulan sekali yakni saat menjelang Galungan saja.

"Memang jumlah permintaan tidak seperti sebelum Covid-19, tapi sebulan sebelum Galungan sudah ada permintaan," katanya.

Sebagai perajin langsung Suartana yang juga seorang ASN di lingkungan Pemkab Badung ini menyebut harga hiasan janur buatannya cukup bervariasi. Tergantung ukuran dan motif hiasan. Misalnya harga sampean penjor tinggi 20 cm berkisar Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Sedangkan, tinggi 50 cm hingga 60 cm seharga Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

"Kalau yang ukuran 1 meter itu harganya Rp 300.000 sampai dengan Rp 500.000. Harga ini tergantung jenis dan bentuknya," jelasnya.

Namun bila dibandingkan dengan harga Galungan sebelumnya diakui memang ada sedikit kenaikan. Pasalnya, harga bahan baku yakni daun ental atau rontal mengalami kenaikan.

"Harga bahan baku naik sekali, jadi harganya kalau dibandingkan dulu ada kenaikan cuman tidak begitu banyak,” tegasnya.

Galungan sebelumnya harga satu ikat/gabung daun rontal mencapai Rp 400.000 hingga Rp500.000, namun saat ini mencapai Rp 550.000 hingga 600.000/ikat. Bahkan, ada penjual yang mematok harga Rp 620.000/ikat. 

"Terus terang mahalnya harga daun rontal menyulitkan kami menentukan harga, karena kalau dijual mahal, masyarakat sedikit yang mau beli. Apalagi kami juga membuat untuk pedagang yang akan dijual lagi," pungkasnya. 

wartawan
ANA
Category

Insiden Manta Point, Turis Korea Selatan Ditemukan Tak Bernyawa Saat Snorkeling

balitribune.co.id | Nusa Penida - Niat menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida berakhir tragis. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan bernama Seungmin Ryu (40) dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Manta Point, Kabupaten Klungkung, pada Selasa (2/2/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tabrakan Maut di Bypass Ir Soekarno, Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang pemotor tewas setelah menghantam truk tronton yang parkir di pinggir jalan Bypass Ir Soekarno, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Rabu (4/2). Korban bernama I Wayan Sumerta (54) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat masuk ke kolong kendaraan besar tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menu Sate MBG Basi, Siswa di Dua SDN Karangasem Ogah Makan

balitribune.co.id | Amlapura - Nasi belum tanak serta lauk berupa sate basi membuat para siswa di dua Sekolah Dasar (SD) penerima manfaat MBG di Karangasem ogah memakannya pada Rabu (4/2) pagi. Dua SD yang menerima makanan basi tersebut masing-masing SD Negeri 5 Karangasem dan SD Negeri 1 Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click

PT Sarana Buana Handara Tegaskan Taat Hukum dan Siap Lengkapi Dokumen yang Diminta DPRD Bali

balitribune.co.id | Denpasar - PT Sarana Buana Handara menegaskan komitmennya untuk taat hukum dan terbuka terhadap proses klarifikasi yang dilakukan Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan (Pansus TRAP) DPRD Bali. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Sarana Buana Handara, Aliza Salviandra, usai rapat dengar pendapat bersama Pansus TRAP DPRD Bali, Rabu (4/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.