
balitribune.co.id | Badung - Menjelang libur panjang Lebaran, pergerakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terpantau didominasi rute internasional. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, Ahmad Syaugi Shahab mengungkapkan, jumlah penumpang pada 21 hingga 25 Maret 2025 atau 5 hari masa pelayanan Posko Terpadu Angkutan Lebaran masih cukup landai dengan rata-rata pelayanan kepada 55 ribu penumpang domestik dan internasional per hari.
"Hal tersebut dikarenakan bulan Maret yang merupakan Low Season dan jumlah kedatangan wisatawan domestik di Pulau Bali cenderung menurun pada saat momen bulan Ramadan," ungkapnya dalam keterangannya, Rabu (26/3).
Ia menyebutkan, hingga tanggal 25 Maret 2025, jumlah penumpang keberangkatan secara keseluruhan lebih tinggi 14 persen jika dibandingkan jumlah penumpang kedatangan. Pelayanan penumpang pada tanggal 26 Maret atau H-5 Lebaran diprediksi mulai terdapat peningkatan dengan rencana pelayanan kepada 61.502 penumpang secara keseluruhan.
Ia menjelaskan total trafik selama Posko Terpadu Angkutan Lebaran di bandara setempat pada 21 hingga 25 Maret 2025 penumpang domestik sebanyak 98.843 penumpang dengan rincian 49.778 penumpang yang datang sedangkan 49.065 penumpang berangkat atau meninggalkan Bali. Sedangkan untuk internasional terlayani 179.210 penumpang dengan rincian 80.147 mendarat di Bali atau kedatangan, sebanyak 99.063 penumpang yang meninggalkan Bali atau keberangkatan. Adapun total penumpang yang dilayani pada tanggal tersebut pada tahun ini sebanyak 278.053 penumpang, jumlah tersebut tumbuh 0,3% dibandingkan tanggal yang sama tahun 2024 lalu yang tercatat 277.296 penumpang.
Lebih lanjut pihaknya memaparkan pergerakan pesawat pada tanggal tersebut yakni untuk domestik 752 pergerakan pesawat. Diantaranya kedatangan sebanyak 377 dan keberangkatan 375 pergerakan pesawat. Sedangkan untuk internasional tercatat 1.026 pergerakan pesawat yakni
kedatangan 510 dan keberangkatan 516 pergerakan pesawat. Total pergerakan pesawat tahun ini mengalami penurunan 1,5% dibandingkan tahun lalu. Dimana tercatat pada tahun ini total 1.778 pergerakan pesawat sedangkan tahun 2024 lalu 1.805 pergerakan pesawat.
Kata dia, untuk rute tertinggi pada periode Posko Terpadu Angkutan Lebaran di bandara setempat pada 21 hingga 25 Maret 2025 diantaranya Cengkareng (Jakarta) sebanyak 300 pergerakan pesawat, Singapura 184 pergerakan pesawat disusul Kuala Lumpur, Perth dan Surabaya. Realisasi extra flight atau penerbangan tambahan untuk penerbangan domestik sebanyak 14 pergerakan pesawat yakni Surabaya 9 penerbangan tambahan, Tambolaka 4 penerbangan tambahan, Pontianak 2 penerbangan tambahan, Cengkareng (Jakarta) 1 penerbangan tambahan. Sedangkan internasional masih belum ada penerbangan tambahan.