Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Tahun 2026, Pelaku Pariwisata Berharap Pemerintah Masuk Lagi di Sektor Pariwisata

pariwisata
Bali Tribune / THANKSGIVING - pelaku pariwisata di bidang akomodasi wisata merayakan Hari Thanksgiving bersama wisatawan dan pihak-pihak terkait lainnya yang mendukung pencapaian okupansi di tahun 2025

balitribune.co.id | Mangupura - Kendati pada tahun 2025 ini pemerintah pusat memberlakukan kebijakan mengurangi perjalanan dinas, rapat di hotel, seminar dan kegiatan lainnya yang dilakukan pemerintah, pengelola akomodasi wisata di Bali masih mencatatkan pencapaian yang tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan President Director PT. Tujuh Havenindo Hotel, Ricky Teguh Utama Argawa saat Hari Thanksgiving di Swiss-Belresort Pecatu Kabupaten Badung beberapa waktu lalu. 

"Di awal tahun ini memang agak susah karena adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah sehingga industri pariwisata secara keseluruhan baik hotel, restoran, travel mengalami Slow Down. Perjalanan berupa studi banding, kunjungan kerja maupun seminar-seminar lebih dibatasi oleh pemerintah. Itu mulai efektifnya dari awal Februari. Sehingga kita melihat adanya penurunan di sektor pemerintahan," katanya. 

Kata dia, karena lokasi hotel berada di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan asing maka mengembangkan atau fokus ke arah wisatawan mancanegara. Wisatawan asing  yang membantu terjadinya peningkatan permintaan kamar hotel melalui Online Travel Agent. "Syukurnya kita tidak terlalu jauh-jauh dari pencapaian tahun lalu. Kita masih berusaha bagaimana caranya bisa lebih tinggi dari tahun lalu. Itu sih goal- nya," ungkap Ricky.

Ia menyebutkan di tahun 2025 ini, Swiss-Belresort Pecatu mencatatkan tingkat hunian atau okupansi tertinggi di angka 91 persen pada bulan Agustus. "Agustus menembus rekor tertinggi kita. Di sana komposisinya 70an persen lebih itu wisatawan mancanegara, karena memang bertepatan dengan waktunya liburan mereka. Jadi memang Agustus itu Peak-nya kita punya," terangnya.

Pihaknya menyebutkan, wisatawan mancanegara dari Australia penyumbang okupansi tertinggi disusul Amerika dan Rusia. Akhir-akhir ini, wisatawan dari Timur Tengah dan India menjadi pasar baru di resort setempat. "Saat ini belum tutup tahun, biasanya kita lebih tinggi persentasenya wisatawan mancanegara dibandingkan dengan Indonesia. Kita itu diatas 55 persen mancanegara. Hal ini yang mengurangi dampak efek negatif dari kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah," imbuh Ricky.

Ia berharap pada tahun 2026 bisa menyasar lebih banyak turis asing yang berlibur di Bali atau pasar Leisure. Mengingat, wisatawan asing yang berlibur di Bali ini adalah pasar potensial untuk meningkatkan pencapaian okupansi jika pemerintah belum melonggarkan kebijakan pemangkasan anggaran tersebut.

Pihaknya pun berharap pemerintah masuk lagi di sektor-sektor pariwisata, sehingga bisa membantu tenaga kerja di sektor tersebut. "Karena pariwisata ini salah satu penerima tenaga kerja yang cukup banyak.

Industri pariwisata itu tidak seperti industri lain yang banyak menggunakan alat atau mesin. Industri pariwisata ini memang harus mempekerjakan orang-orang. Ini yang kita minta supaya diperhatikan. Kemarin sudah ada insentif dari perpajakan pekerja pariwisata pajaknya ditanggung oleh pemerintah dengan batasan Rp 10 juta itu sangat membantu untuk para pekerja," imbuhnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan terkait Hari Thanksgiving merupakan salah satu cara mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas pencapaian tingkat hunian kamar di tahun 2025 kepada stakeholders yang turut mendukung pencapaian resort ini, ditengah situasi kepariwisataan di Tanah Air yang penuh tantangan.

wartawan
YUE
Category

Gagalkan Peredaran Sabu Senilai Ratusan Juta, Polda Bali Tangkap Bandar Jaringan Luar Daerah

balitribune.co.id | Denpasar - Tim Opsnal Unit 3 Subdit 3 Dit Resnarkoba Polda Bali kembali berhasil mengungkap peredaran narkotika. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial BDP (40) dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 242,92 gram netto.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disekap 30 Jam, WN Rusia di Bali Dipaksa Serahkan Akses Aset Kripto

balitribune.co.id | Denpasar - Polda Bali saat ini tengah mendalami laporan dugaan tindak pidana penculikan, penyekapan, dan penganiayaan terhadap seorang warga negara (WN) Rusia berinisial AI (41). Korban dilaporkan disekap selama 30 jam dan dipaksa menyerahkan akses akun aset kripto miliknya.

Baca Selengkapnya icon click

Big Bike New Rebel 1100, Simbol Kebebasan Ekspresi Generasi Modern

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan penyegaran pada big bike New Rebel 1100 melalui pilihan warna terbaru Matte Beta Silver Metallic. Perpaduan warna silver dengan sentuhan metalik, menghadirkan kesan premium yang semakin memperkuat karakter New Rebel 1100 sebagai urban cruiser bagi pengendara yang ingin mengekspresikan gaya hidupnya. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Dukung Touring Stylo Dewata, Perkuat Solidaritas Komunitas Honda

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali sebagai Main Dealer sepeda motor Honda di Bali dan bagian dari PT Astra International Tbk terus mendukung berbagai aktivitas positif komunitas Honda sebagai wadah membangun kebersamaan, mempererat hubungan antaranggota, sekaligus mengampanyekan budaya keselamatan berkendara melalui semangat #Cari_Aman.

Baca Selengkapnya icon click

OJK Seret Pemegang Saham Pengendali Asuransi Jiwa Prolife ke Meja Hijau, Aset Rp114 Miliar Disita

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi melakukan penyidikan tindak pidana di sektor perasuransian yang melibatkan PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia (dahulu PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses). OJK telah menetapkan HS, selaku Pemegang Saham Pengendali perusahaan, sebagai tersangka.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.