Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kampanye di Kandang Ipat Dihadiri Ratusan Masa, Paket Bangsa Minta Pendukung Membubarkan Diri

Bali Tribune / KAMPANYE - Ratusan masa yang membanjiri kampanye Paket Bangsa di Tegalcangkring, Mendoyo Kmis kemarin diminta membubarkan diri sebelum kampanye di mulai oleh Cabup Kembang.
balitribune.co.id | NegaraKendati digelar di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo yang merupakan kampung halaman Patriana Krisna, Kampanye pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jembrana nomor urut 1, I Made Kembang Hartawan dan I Ketut Sugiasa (paket Bangsa) justru dibanjiri pendukung. Karena melebihi ketentuan, Cabup Kembang meminta ratusan pendukungnya untuk membubarkan diri.
 
Walaupun Kelurahan Tegalcangkring merupakan kampung halaman Cawabup nomor urut 2, Patriana Krisna yang juga anak dari Mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa, namun kampanye Paslon 1 Paket Bangsa yang digelar di Sekretariat Ranting PDI-P di Kelurahan Tegalcangkring Kamis (19/11) justru dibanjiri pendukung. Pendukung yang hadir melebihi undangan yang telah disesuaikan dengan ketentuan KPU terkait batasan jumlah peserta kampanye tatap muka di tempat terbuka maksimal 50 orang. Kampanye kali ini justru malah dihadiri ratusan masa.
 
Karena dianggap melebihi kapasitas dan melanggar protokol kesehatan (prokes) akhirnya sebelum kampanye  dimulai massa membubarkan diri setelah diberikan pemahaman. Babinsa Kelurahan Tegalcangkring Serda Suwardi mengatakan kampanye di Tegalcangkring tersebut mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan. hadir Cabup Jembrana nomor urut 1, paket Bangsa  I Made Kembang Hartawan beserta istri, Tim Pemenangan Paslon paket Bangsa yang juga selaku anggota DPRD Jembrana Fraksi PDI-P Dapil Kecamatan Mendoyo I Gede Mulyadi serta tokoh lainnya.
 
Rangkaian kegiatan kampanye penyampaian visi misi tersebut juga diisi hiburan music Band Made Gimbal dan Kesenian Jegog. Agar kampanye di kandang lawan tersebut tidak menimbulkan klaster baru, Cabup Kembang Hartawan sebelum menyampaikan visi misinya meminta para pendukungnya yang hadir melebihi kapasitas tersebut untuk membubarkan diri. Kembang mengaku bukannya pihaknya tidak mau menemui pendukungnya namun semata-mata demi kesehatan bersama ditengah pandemi covid 19 melanda. Langkah itu diambil guna penerapan protokol kesehatan.
 
Kembang menyatakan pihaknya sangat menghargai dan mengapresiasi antusiasme dukungan warga terhadap Paket Bangsa. "Tapi demi kesehatan bersama dan agar tidak menimbulkan klaster baru, kami minta mereka membubarkan diri. Ingat kami yang meminta bubar, bukan dibubarkan," tegas politisi PDIP asal Pangyangan tersebut. Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, Pade Ady Mulyawan dikonfirmasi  juga mengakui masa yang membubarkan diri sebelum kampanye paslon 01 (Bangsa) di Tegalcangkring dimulai tersebut bukan dibubarkan oleh petugas.
 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Tabanan Tinjau Pura Luhur Pekiyisan yang Hancur Tertimpa Pohon

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa, meninjau langsung kondisi Pura Luhur Beji Pekiyisan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang pada Minggu (17/5/2026). Peninjauan ini difokuskan untuk memantau kerusakan bangunan pura kahyangan jagat tersebut sekaligus memastikan kelancaran persiapan menjelang pujawali pada Hari Raya Kuningan mendatang.

Baca Selengkapnya icon click

Disnaker dan Imigrasi Perketat Pengawasan PMI Ilegal

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama Kantor Imigrasi dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) terus memperkuat pengawasan untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan keberangkatan pekerja migran ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.