Karya Manusia Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Kapal Diikuti 175 Sawa | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 28 November 2021
Diposting : 6 October 2021 20:34
ANA - Bali Tribune
Bali Tribune / MANUSIA YADNYA - Bupati Giri Prasta saat menghadiri Puncak Karya Manusia Yadnya dan Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Kapal bertempat di Lapangan Kapal, Kecamatan Mengwi, Rabu (6/10).

 

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak upacara Karya Manusia Yadnya dan Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Kapal Kecamatan Mengwi, Rabu (6/10). Upacara ini diikuti oleh 175 sawa dan pelaksanaannya dengan mentaati Protokol Kesehatan.

Bupati dalam kesempatan itu menyerahkan dana punia Rp 25 juta. Hadir anggota DPRD Badung Komang Triani dan Made Suwardana, Camat Mengwi Nyoman Suhartana serta tokoh masyarakat setempat.
Menurut Bupati Giri Prasta karya Pitra Yadnya Memukur Kinembulan berawal dari adanya Upacara Ngaben dan karya ini sebagai wujud mengantarkan atma menuju surga.

Dikatakan juga bahwa dalam Karya Atma Wedana ada beberapa prosesi upacara seperti Ngangget Don Bingin untuk dipergunakan sebagai bahan Puspasarira (symbol badan roh) yang nantinya dirangkai sedemikian rupa seperti sebuah tumpeng (dibungkus kain putih), dilengkapi dengan prerai (ukiran/lukisan) wajah manusia, laki/perempuan. Dilanjutkan dengan Ngajum, prosesi dimana setelah daun beringin tiba di tempat upacara, maka untuk masing-masing perwujudan roh, dipilih sebanyak 108 lembar, ditusuk dan dirangkai sedemikian rupa yang kemudian disebut Sekah. Dan Murwa Daksina dengan menggunakan sarana seekor Sapi Gading sebagai lambang Dewa Siwa yang akan mengantarkan atma menuju surga. 

“Terakhir yang terpenting yaitu pada saat ngelinggihang puspa di pelinggih rong tiga/kemulan. pada saat ngelinggihang disebut Dewa Pratista, bertujuan untuk menyatukan bumi dengan langit. Bila rong tiga menghadap ke Barat, puspa yang lanang melinggih di sebelah Selatan, yang istri melinggih di sebelah Utara. Ini adalah konsep padu muka, dimana dik (lanang), bhataranya Brahma tempatnya di Selatan dan widik (istri) bhataranya Wisnu tempatnya di Utara dan di tengah-tengah Siwa Guru,” jelasnya, seraya mengharapkan ke depannya di Desa Adat Kapal juga bisa melaksanakan upacara manusa yadnya seperti ngeraja singa dan ngeraja swala.

Sementara Bendesa Adat Kapal Ketut Sudarsana, mewakili krama Desa Adat Kapal mengucapkan, terima kasih atas kehadiran serta bantuan dana dari Bupati Badung dalam mendukung karya ini. Karya Atma Wedana Kinembulan yang dilaksanakan dengan dana swadaya ini diikuti oleh 175 sawa, 250 orang metatah dan 150 orang mepetik.

“Karya ini kami mulai sejak tanggal 14 September, dimana dalam karya pitra yadnya ini juga ada yang ngelungah 58 orang, ngelangkir 87 orang dan ngaben 3 orang,” katanya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler