Karyawati Jadi Korban Begal Paha | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 15 Agustus 2020
Diposting : 30 October 2019 12:27
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune /MOTOR KORBAN - Sepeda motor milik korban begal paha di Desa Baluk, Selasa (29/10).
balitribune.co.id | Negara - Aksi pelecehan seksual terhadap perempuan di jalan kembali terjadi di wilayah Jembrana, Selasa (29/10). Kali ini seorang pemotor wanita mengaku menjadi korban begal paha. Aksi pelecehan itu terjadi di jalur yang padat dan ramai penduduk.
 
Kali ini kejadian remas paha menimpa Ni Komang AP (22) pengendara motor yang melintas di jalan Desa Baluk. Peristiwa ini terjadi saat korban yang masih gadis ini sekitar pukul 08.00 Wita hendak berngakat ke tempat kerjanya di salah satu sekolah di Baluk. Saat itu ia mengenakan rok dan setelan seragam. Seperti biasanya, korban melintas seorang diri di jalan yang setiap hari dilewatinya dari arah Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara.
 
Sesampainya di jalan dekat perempatan Baluk 2, korban AP yang mengendarai sepeda motor Scoopy warna merah DK 4042 ZT menyalip truk di depannya (dari arah Timur). Setelah menyalip, tiba-tiba dari belakang, ia dipepet sepeda motor Nmax hitam dan pengendara motor itu langsung memegang paha kanannya. “Saya kaget tiba-tiba tangan orang itu memegang bagian paha kanan saya dan sempat meremas. Cukup lama, saya berontak langsung dia kabur,” ujar AP siang kemarin.
 
Menurutnya, pelaku selain mengendarai motor N-Max warna hitam, juga mengenakan jaket, celana pendek dan helm warna hitam. Namun karena panik, ia tidak memperhatikan plat nomor kendaraan pelaku. “Plat nomor tidak sempat melihat, langsung ngebut dan tidak bisa saya kejar. Untung saya tidak jatuh atau luka,” tambahnya. Saat itu juga situasi jalan yang biasanya ramai oleh para siswa maupun warga, memang agak sepi. Ada dua pengendara sepeda motor dari arah sama, tetapi masih jauh di depannya.
 
Dari cara membawa motor dan ngebut serta body pelaku, ia meyakini peliku masih usia anak muda. Bahkan saking kesal diperlakukan tidak mengenakkan, pegawai di salah satu sekolah ini sempat mengejar pelaku hingga sampai di perempatan Tugu Baluk, pelaku belok ke arah Utara dan menghilang. AP mengaku sangat jengkel dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. 
 
Kasus pelecehan seksual ini sebelumnya juga sempat terjadi di beberapa ruas jalan di wilayah Kota Negara dan dikeluhkan pengguna jalah. Setelah ada pelaku terungkap dan ditangkap polisi beberapa waktu lalu, aksi begal paha ini sempat mereda. Namun kini kejadian pelecehan pengendara motor perempuan ini kembali terjadi. Namun korban menyatakan tidak melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke pihak kepolisian lantaran minim data dan bukti. Saat setelah melakukan aksinya dan sempat dikejar oleh korban, pelaku berusaha menghilangkan jejaknya dengan menggeber gas motornya dan berbelok arah.