Kasus Positif Didominasi Transmisi Lokal, Warga Jembrana Diminta Lebih Waspada | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 04 Desember 2020
Diposting : 6 July 2020 20:59
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune / Warga Banjar Munduk mengikuti rapid test masal.

balitribune.co.id | NegaraGugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana  menyatakan kasus positif covid-19 kembali  bertambah pada senin (6/7). Penambahan satu orang tersebut menjadikan total kasus positif covid-19 di Jembrana sudah mencapai 43 kasus. Kasus anyar didominasi transmisi local.

Juru Bicara Gugas Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan pasien anyar tersebut merupakan seorang warga asal Yehembang yang awalnya terdeteksi dari hasil rapid test reaktif dan tercatat positif dari hasil swab. “Saat ini pasien ini sudah menjalani perawatan di RSU Negara. Proses tracking juga sudah kita lakukan kepada keluarga dan rekan kantornya dengan melaksanakan rapid test” ujarnya.

Sedangkan pasien positif covid yang sudah sembuh sebanyak 32 orang. Selain terjadi penambahan kasus positif covid-19, pihaknya juga memaparkan perkembangan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jembrana. Saat ini jumlah total PDP diluar kasus positif covid-19 di Jembrana sudah sebanyak 33 orang. Dua orang diantaranya saat ini masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara.

Terkait karantina wilayah di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, menurutnya Senin kemarin sudah dilaksanakan rapid test susulan bagi warga yang belum datang. Hasilnya, dari jumlah 238 warga yang belum mengikuti rapid test, “hari ini 12 orang sudah laksanakan  rapid test , seluruhnya dinyatakan non reaktif. Sisanya masih ada sekitar  226 warga asal Banjar Munduk yang belum laksankan rapid test” ujarnya.

Terhdap banyaknya warga yang belum menjalani rapid test, pihaknya mengaku masih terus berkordinasi dengan Perbekel Kaliakah, salah satunya untuk melakukan rapid test susulan kembali kepada warga yang belum menjalani rapid test tersebut. “Memang informasinya ada warga yang tigngal di luar  Jembrana, bahkan ada yang sedang diKalimantan. Nah tim surveilans kita di lapangan terus lakukan penelusuran,” jelasnya.

Selain itu pihaknya melaksanakan jemput bola apabila ada warga lansia yang kareana keterbatasannya tidak bisa hadir ke lokasi rapid test massal. Terhadap perluasan tracking kontak pasien positif, pihaknya juga melaksankan rapid test di perbatasan antara Desa Kaliakah dan Desa Berangbang. Sebelumnya dari klaster Banjar Munduk ini, tercatat satu orang warga Desa Berangbang yang juga terkonfimasi positif covid-19.

“Sudah dilaksanakan rapid test massal kepada warga Banjar Berangbang, Desa Berangbang . Dari 93 warga, 86 orang sudah dirapid test. Hasilnya non reaktif,” jelasnya. Dengan terus meluasnya kasus dari transmisi local, pihaknya terus berharap kesadaran warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya tanpa protokol kesehatan dan disiplin penyakit itu tidak akan menurun dan berhenti dengan cepat

Belakangan ini diakuinya trend transmisi local mengalami peningkatan. “Penyebaran kasus di Jembrana awalnya memang banyak dari PMI .Namun sekarang transmisi lokal juga sudah mulai muncul Untuk penanganan PMI relatif bisa dikendalikan karena sesuai kebijakan pemerintah, langsung kita isolir dan tangani. Tapi mengendalikan tramsisi lokal ini yang perlu kesadaran dan disiplin tinggi dari semua pihak” tandasnya.