Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kaum Ibu di Era Digital

Bali Tribune / Putu Suasta - Alumnus UGM dan Cornel University
balitribune.co.id | Hari Ibu (Mother Day) 2021 kita peringati di tengah masa transisi pandemi. Secara objektif, sekarang  kita dapat mengklaim telah berhasil keluar dari masa krisis pandemi. Kasus-kasus infeksi telah menurun drastis dan kehidupan sudah mulai berjalan normal. Tribut terbesar atas keberhasilan tersebut layak kita persembahkan kepada semua perempuan yang menjalankan peran keibuan. 
 
Sekalipun kaum perempuan ditenggarai menjadi pihak paling rentan terhadap tekanan psikologis di masa pandemi, tetapi pengalaman selama pandemi menunjukkan bahwa kaum perempuan juga merupakan pihak paling kuat dan terdepan. Lihat saja data tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat langsung dalam penanganan pandemi, lebih dari 70 % adalah perempuan.
 
Di tingkat kehidupan keluarga, beban kerja kaum perempuan pasti meningkat selama pandemi baik perempuan yang hanya berperan sebagai ibu rumah tangga maupun yang berperan ganda (ibu rumah tangga sekaligus pekerja). Perempuan pekerja niscaya harus membagi perhatian antara pekerjaan kantor yang diselesaikan di rumah (WFH) dengan tanggungjawab mengurus keluarga. Perempuan yang berperan sebagai ibu rumah tangga mendapat pekerjaan tambahan: membantu anak belajar secara daring dan tak jarang harus menggantikan peran guru terutama disaat anak kesulitan menyimak penjelasan-penjelasan secara online. Di samping itu, tak sedikit wanita juga harus mencari berbagai siasat agar kehidupan keluarga tetap harmonis di tengah penurunan pemasukan ekonomi, berusaha sedemikian rupa agar tidak muncul ketegangan-ketengan di tengah keluarga karena kebosanan berdiam diri di rumah dan berbagai beban tambahan lain yang mesti ditanggung kaum Ibu selama masa penademi.
 
Sulit membayangkan bagaimana jadinya situasi kita di masa krisis pandemi tanpa kehadiran para Ibu yang tangguh. Maka pengalaman selama masa pandemi membuat kita sadar bahwa perempuan merupakan mahluk multi-tasking dalam menjalankan peran keibuannnya. Karena itu, semakin tidak relevan membatasi peran perempuan dalam kepemimpinan dan pembangunan.
 
Jika kita menilik sejarah Hari Ibu yang ditetapkan Presiden Soekarno melalui Dekrit pada 22 Desember 1959 untuk mengenang Kongres Perempuan pertama (1928) di Yogyakarta, kita akan menyadari bahwa arti kata “Ibu” dalam Dekrit tersebut tidak hanya merujuk pada perempuan yang melahirkan, mengasuh anak, mengurus suami dan berbagai peran domestik lainnya, tetapi pada semua perempuan yang menjalankan fungsi keibuan dalam berbagai bidang. 
 
Para peserta kongres tersebut memberikan perhatian pada perjuangan nasib perempuan dan peran perempuan dalam perjuangan merebut kemerdekaan, bukan hanya pada peran domestik perempuan. Sejalan dengan semangat tersebut kita menyaksikan akses dan peluang bagi perempuan yang semakin terbuka lebar untuk berkiprah di berbagai bidang.  
 
Di Bali sendiri perkembangan peran Ibu telah lama terjadi. Kaum Ibu di Bali tidak hanya berperan di ranah domestik (mengurus rumah tangga) tetapi juga dalam aktivitas-aktivitas ekonomi. Sejak puluhan tahun lalu warung-warung kopi di desa dan lapak-lapak jualan di pasar lebih banyak diurus oleh kaum Ibu. Bahkan di beberapa tempat, kaum Ibu juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan ekonomi yang sangat identik dengan pekerja laki-laki seperti pertukangan. Perkembangan seperti ini juga kita saksikan di berbagai daerah lain di Indonesia. Bahkan di kota-kota besar, kita lazim menyaksikan bisnis besar yang sepenuhnya dikendalikan oleh seorang Ibu.
 
Reformasi Indonesia kemudian membuka peluang lebih besar bagi kaum Ibu seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran persamaan gender. Maka kita menyaksikan semakin banyak tokoh-tokoh perempuan yang menduduki jabatan publik, bekecimpung dalam politik, memiliki jabatan strategis dalam perusahaan multi-nasional dan lembaga-lembaga bergengsi lainnya. Semakin banyak Ibu yang tak lagi tergantung pada suami secara ekonomi. Perkembangan teknologi informasi kemudian membuat banyak peluang bagi semua orang, termasuk bagi kaum Ibu. Maka di era digital ini kita juga menyaksikan keberhasilan para perempuan sebagai motor penggerak ekonomi, perubahan sosial dan berbagai bidang lain.
 
Semua perkembangan pesat tersebut layak kita apresiasi dan dukung, tetapi tak bisa dipungkiri masih banyak masyarakat berkutat dengan pola pikir patriarki yang sangat konservatif sehingga cenderung membatasi peran dan memperkecil kesempatan bagi perempuan untuk meniti karier sejajar dengan laki-laki. Pada tingkat lebih ekstrem, pola pikir seperti itu melanggengkan berbagai diskriminasi, pelecehan dan kekerasan kepada perempuan. Barangkali itulah penyebab semakin tingginya kasus-kasus pelecehan seksual akhir-akhir ini. Inilah rintangan terbesar bagi perempuan untuk bisa berperan lebih besar di tengah masyarakat.
Maka untuk memberi makna pada peringatan Hari Ibu dan sebagai bentuk penghormatan kepada semua Ibu di dunia ini, mendorong perlindungan kepada perempuan terutama dari kekerasan, pelecehan dan kejahatan seksual yang semakin marak akhir-akhir ini. 
 
Sebuah tindakan kecil rasanya sangat perlu kita lakukan agar ibu, istri dan para perempuan di sekitar kita merasakan kebahagiaan di hari spesial mereka: ucapkanlah selamat hari Ibu dengan hangat dan tulus. Salam hormat kepada semua Ibu.
wartawan
Putu Suasta
Category

Astra Motor Bali Gelar Bootcamp Safety Riding, Siapkan Duta Muda ke Tingkat Nasional

balitribune.co.id | Denpasar - Astra Motor Bali kembali menegaskan komitmennya dalam mengampanyekan keselamatan berkendara di kalangan generasi muda melalui gelaran Bootcamp Road to Cari Aman Academy 2026, Rabu (23/9/2026). Dari 50 peserta yang terlibat di awal, sebanyak 16 duta School Safety Riding Advisor (SSRA) terpilih berhasil melaju ke tahap seleksi akhir hingga melahirkan para juara pelopor keselamatan di Bali.

Baca Selengkapnya icon click

CCTV Strategis di Klungkung Tak Berfungsi, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan Keamanan

balitribune.co.id | Semarapura - Keberadaan kamera pengawas (CCTV) milik Pemkab Klungkung mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klungkung. Sejumlah CCTV di titik strategis dilaporkan mati dan tidak berfungsi, sehingga menghambat pengawasan keamanan serta penanganan kasus kriminalitas di wilayah tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Putusan MA Bukan Soal Kepemilikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, kian memanas di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tim Kuasa Hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menegaskan bahwa putusan perkara perdata hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan pemilik sah atas objek tanah yang kini masuk dalam perkara pidana Nomor 845/Pid.B/2026/PN Dps.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan pilihan warna terbaru pada skutik favorit premium fashionable, New Honda Stylo 160. Penyegaran pada skutik bergaya retro dan powerful ini hadir dengan pilihan warna baru Glam Grey serta Royal Violet yang siap mencuri perhatian saat menjalani mobilitas produktif harian dan bergaya di akhir pekan.

Baca Selengkapnya icon click

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.