Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kawasan Wisata Bindu Pikat Wisman India

villa
Dari atas villa, wisman India yang menginap di Banjar Bindu sedang mengabadikan pemandangan pedesaan.

BALI TRIBUNE - Akomodasi yang berada di pedesaan, dikelilingi persawahan ini sebagian besar diminati oleh wisatawan mancanegara (wisman) asal Eropa dan Australia. Bahkan akhir-akhir ini, trennya wisman asal India dan Timur Tengah pun mulai menghabiskan waktu liburan di akomodasi yang berada di kawasan pedesaan selama berwisata di Bali. Seperti terpantau di kawasan wisata Banjar Adat Bindu, Desa Mekar Buana, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Warga Bindu telah mengenal dunia pariwisata sejak sepuluh tahun silam. Dimana awalnya aktivitas masyarakat setempat mengelola lahan pertanian. Namun seiring berkembangnya pariwisata di kawasan ini, sebagian masyarakat pun ada yang bergerak di sektor pariwisata dan masih tetap mengolah lahan pertanian mereka.

Menurut salah seorang pelaku pariwisata di Banjar Bindu yang juga General Manager Furama Xclusive Villas & Spa Ubud, I Wayan Sumandia, wisata air berpotensi jika dikembangkan di banjar ini. “Bindu akan coba kita angkat menjadi tujuan wisata budaya dan pertanian karena tempat ini lebih cenderung ke persawahan, juga telah dilengkapi hotel dan villa,” katanya kepada awak media di banjar setempat, Selasa (6/6).

Bindu kata dia termasuk desa wisata berbasis budaya pertanian dan kesenian tradisional yang berada di Kecamatan Abiansemal. Terkait budaya, di Bindu ini telah dilalukan Barong Festival yang diagendakan setiap tahun untuk menghibur wisatawan.

Disebutkannya, banyaknya wisman yang berkunjung ke Bindu dibuktikan dengan okupansi salah satu akomodasi Furama Xclusive Villas & Spa Ubud yang berada di Banjar Bindu rata-rata mencapai 65 persen. Selain itu, sepanjang banjar juga tersedia wi-fi gratis yang menunjukkan jika kawasan ini sebagai destinasi wisata.

“Okupansi villa kami di Bindu dari 50 persen hingga 65 persen. Sebagian besar wisman yang menginap dari Eropa dan Australia dengan lama menginap sekitar seminggu. Akan tetapi sejak awal tahun 2017 ini wisatawan asal India dan Timur Tengah mulai banyak menginap di sini karena menyukai pemandangan alam pedesaan,” ucap Sumandia.

Sementara itu salah seorang wisman asal India, Ramesh mengaku sangat senang bisa menginap selama 2 hari di villa yang berada di Banjar Bindu. “Tempat ini sangat bagus, saya bersama keluarga sangat menikmati pemandangan di sini,” ucapnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani Apresiasi Program Prioritas BKKBN

balitribune.co.id | Denpasar - Anggota Komisi IX DPR RI, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani mengapresiasi berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang secara nyata menjawab kebutuhan masyarakat. Pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong membantu keluarga beresiko stunting melalui pemberian bantuan gizi, pendampingan, serta kepedulian sosial bedah rumah. 

Baca Selengkapnya icon click

Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar

balitribune.co.id I Amlapura - Sejak beberapa pekan terakhir ini harga telur ayam di tingkat peternak di sebagian besar daerah di Indonesia anjlok cukup drastis. Hal ini juga dialami oleh seluruh peternak di Kabupaten Karangasem, salah satunya para peternak di sentra peternakan Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pelepasan Burung Tandai Pembukaan Penglipuran Village Festival XIII

balitribune.co.id I Bangli - Perhelatan  Penglipuran Village Festival (PVF) XIII Tahun 2026 secara resmi dibuka pada Kamis (9/7/2026) ditandai pelepasan burung ke udara. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,  pembukaan festival yang telah masuk 100 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya ini, dipusatkan di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Tak Kunjung Beroperasi, Sampah Residu Menumpuk di TOSS Center Karangdadi

balitribune.co.id I Semarapura - Tumpukan sampah residu di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, masih belum teratasi. Mesin pengolah sampah berteknologi pirolisis yang diharapkan menjadi solusi belum dapat dioperasikan karena masih menunggu kedatangan teknisi ahli dari luar negeri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.