Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kejurnas Catur 2018 Banda Aceh, Tumbangkan Juara Dunia, Gecy Raih Emas

MNW. Gracelia Paramesti Samekto (kiri) saat menghadapi pecatur Evi Yuliana dari Kaltim.

BALI TRIBUNE - Pecatur Bali bergelar Master Nasional Wanita (MNW) Gracelia Paramesti Samekto, pantas menyandang status penyelamat kontingen Pulau Dewata pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas)  Catur 2018 di Banda Aceh yang berakhir, Senin (15/10). Pecatur Badung yang akrab disapa Gecy tersebut menjadi satu-satunya wakil Bali yang meraih medali emas. Tidak hanya itu, Gecy mampu memperbaikan prestasi yang diraih di event sama di Bogor 2017, dimana saat itu ia meraih perak.  Raihan medali emas kemarin juga mengejutkan komunitas catur nasional, mengingat yang dikalahkan pada babak akhir adalah Evi Yuliana asal Kalimantan Timur yang juga juara Dunia Catur Pelajar di Brazil. “Di pengujung Kejurnas Catur 2018 di Banda Aceh, Gecy mengoleksi poin 7,5 hanya kehilangan 1,5 poin selama bermain 9 babak,” ucap Sekretaris Umum Pengprov Percasi Bali, Handoko saat dihubungi dari Denpasar, Senin (15/10). Medali perak di kategori B putri, didapat Vioren Carrisa dari Lampung dan Metalia Widya Diantika pecatur  Jawa Tengan memperoleh perunggu. Meski Gecy mendulang emas, tidak mampu mempertahankan atau memperbaiki peringkat Bali di level nasional.  Pada Kejurnas di Bogor 2017, kontingen Catur Bali mendapat 1 medali emas atas nama Luhur dan medali perak didapat Gecy,  dan berada di peringkat 6 besar. Hasil sekeping medali emas yang diraih Gecy, secara tim mengalami penurunan peringkat nasional. Ancaman peringkat melorot itu menyusul Luhur Apngal Kusuma tidak mampu mempertahankan prestasinya,  pulang tanpa medali, kalah bersaing dengan Akmalnaidi Akbar dari DKI Jakarta, M. Alhabsyi dan David Saputra keduanya dari Sumsel, yang meraih medali emas, perak dan perunggu.   Handoko menambahkan, kegagalan pulang tanpa medali juga diderita pecatur yang turun di kategori C putra (usia 15 tahun) Made Agung Aditya Mahadev. Pecatur asal Karangasem ini terlempar ke peringkat 7.  Made Agung termasuk mampu memperbaiki prestasi, mengingat sebelumnya menempati peringkat 17 nasional.  Di kategori C putra yang menggondol medali emas, perak dan medali perunggu meliputi Master Percasi (MP) Daniel Hermawan Tobing dari Sumatera utara, diikuti MP. Dicky Aditya  asal Kalimantan Timur dan Master Fide (MF) Kemas Ade Krisna, pecatur DKI Jakarta. Masih di Kategori C putri, pecatur Bali atas nama Nonia Andyk Ulandari masuk empat besar, kalah bersaing dengan WFM. Nur Aini Rasyid dari Banten, Aulia Putri Nabila, Lampung dan Khamila Rohma Lusiana dari Jatim,  yang menggenggam medali emas, perak dan perunggu. Capaian peringkat yang diperoleh Nonia tergolong spektakuler dari peringkat 24 nasional, kini menempati peringkat 4.

wartawan
Djoko Purnomo
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sinergi Berkelanjutan, BPJS Kesehatan dan Kejari Tabanan Perkuat Pengawalan Program JKN

balitribune.co.id I Tabanan - BPJS Kesehatan secara resmi memperbarui sinergi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) pada Senin(13/4). Hal ini merupakan komitmen bersama dalam upaya meningkatkan kepatuhan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha di Wilayah Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Bali dan Kodam IX/Udayana Perkuat Sinergi, Tata Ruang Jadi Sorotan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah pusat mempertegas komitmen menertibkan aset dan tanah terlantar di seluruh Indonesia melalui kebijakan strategis. Langkah ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025 yang disahkan Presiden Prabowo Subianto, tentang penertiban kawasan dan tanah telantar untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bali Darurat Narkoba, WNA dan Barang Bukti Rp19,8 Miliar Diamankan

balitribune.co.id I Denpasar - Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Polda Bali berhasil mengungkap dua kasus besar dalam waktu berdekatan, yakni penyelundupan narkotika jenis kokain lebih dari 2,5 Kg jaringan internasional serta peredaran narkotika jenis MDMA (ekstasi) 1.284 Butir di wilayah kuta selatan. Dari kedua BB narkotika tersebut mencapai harga hingga 19,8 Miliar Rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.