Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kelompok Seni dari AS Ambil Bagian di PKB

kelompok gamelan AS tampil di PKB
Bali Tribune/nanda. Kelompok seni Tunas Mekar dari Colorado, AS, menampilkan sejumlah komposisi gamelan termasuk untuk mengiringi para penari saat tampil di panggung PKB ke-41 Tunas Mekar, Jumat (21/06/2019).

Balitribune.co.id | Denpasar - Kelompok seni Tunas Mekar asal Colorado, Amerika Serikat (AS) ambil bagian dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41. Jumat (21/06/2019) rombongan kesenian yang digawangi 26 bule itu menunjukkan kebolehan dengan memainkan gamelan Bali untuk mengiringi para penari yang tampil di panggung.

Ini adalah kali kedua grup seni ini tampil di PKB setelah 1996 silam. “Kelompok seni ini berdiri pada tahun 1988. Awalnya bernama Denver Gamelan yang kemudian jadi Gamelan Tunas Mekar,” jelas guru gamelan Tunas Mekar, I Made Lasmawan. Bedanya, pada 1996 silam yang tampil di PKB adalah generasi pertama kelompok ini.

Sementara pada tahun ini, yang tampil di PKB adalah generasi kedua. Total ada 26 anggota kelompok yang kesemuanya dari AS. Selain 26 orang penabuh gamelan, mereka dibantu tiga pemain suling dan satu pemain rebab dari Bali. Sedangkan untuk penari yaitu empat orang berasal dari Bali, dan tiga penari Bali yang lama di AS.

Di PKB Kali ini, kelompok kesenian ini mementaskan dua jenis gamelan Bali, pertama gamelan angklung dan kedua gambelan gong kebyar. “Pada gamelan angklung kita menampilkan tabuh tradisi “Lasan Megat Yeh”, dilanjutkan dengan gamelan tari Bali seperti Panyembrahma, Teruna Jaya dan tari kreasi lainnya ,” Jela Lasmawan.

Dia mengatakan, tampil di ajang PKB, kelompok Tunas Mekar juga membawakan beberapa gamelan hasil karyanya dan karya dari anak-anaknya, memadukan beberapa alur musik atau disebut “Gending” tanpa meninggalkan pakem-pakem Bali. “Komposisi 80 persen ke tradisi, dan sisanya kreasi modern,” tambah Lasmawan, menerangkan.

Para penabuh yang sebagian juga bekerja di Los Angeles itu mulai menggabungkan Gending untuk tampil di PKB pada bulan November 2018. Beberapa di antaranya, ada yang bisa berbahasa Indonesia dan juga bahasa Bali. “Ini membuktikan tradisi Bali dan budayanya sangat diminati kalangan luas,” pungkas Lasmawan. (*)

wartawan
habit - net

Wabup Bagus Alit Sucipta Jamin Stabilitas Harga Jelang Nyepi dan Idul Fitri

balitribune.co.id I Mangupura - Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Janjikan Çaka Fest 2027 Lebih Spektakuler

balitribune.co.id I Mangupura - Kemeriahan kompetisi kreativitas pemuda di Kabupaten Badung mencapai puncaknya. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi menutup gelaran "Badung Çaka Fest 2026" di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3/2026) malam.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

KSOP Celukan Bawang Siapkan Program Mudik Gratis

balitribune.co.id I Singaraja - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Laut Celukan Bawang, mulai mematangkan persiapan guna menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran tahun ini. Persiapan ini mencakup ketersediaan armada kapal reguler, program mudik gratis, hingga penyesuaian jadwal pelayaran menyusul kedekatan momen Idul Fitri dengan Hari Raya Nyepi.

Baca Selengkapnya icon click

Tak Hanya Panggung Kreativitas Ogoh-Ogoh, Badung Caka Fest Putar Ekonomi Hingga Rp 1,49 Miliar

balitribune.co.id | Mangupura - Dalam sambutannya di Badung Caka Fest Tahun 2026 beberapa waktu lalu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan bahwa Badung Caka Fest tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara seni, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tanah Merayap di Lokapaksa Berstatus Waspada, BMKG Pastikan Bukan Dipicu Aktivitas Tektonik

balitribune.co.id I Singaraja - Fenomena tanah merayap yang terjadi di Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Hasil kajian awal disebut tanah merayap tersebut bukan dipicu aktivitas tektonik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.