Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kemarau Panjang Ancam Habitat Satwa Liar di TNBB

Patroli
Bali Tribune / PATROLI - Petugas sedang melakukan patroli untuk memastikan satwa liar penghuni kawasan TNBB tetap aman dan terkendali.

balitribune.co.id | Singaraja - Musim kemarau berkepanjangan mulai menjadi perhatian di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kondisi kering tidak hanya berpotensi menurunkan ketersediaan sumber air bagi satwa liar, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Vegetasi hutan musim di kawasan konservasi yang mengering selama kemarau turut menjadi perhatian pengelola. Kondisi tersebut dikhawatirkan memengaruhi habitat satwa, terutama jika ketersediaan sumber air alami terus menurun. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai TNBB Adang Bayu Pamungkas mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi habitat, sumber air, maupun keberadaan satwa di dalam kawasan. “Memang pada beberapa lokasi sumber air alami dapat mengalami penurunan, namun untuk memastikan apakah ada satwa tertentu yang mengalami kekurangan air, kami perlu mengacu pada hasil pemantauan lapangan terbaru,” ujar Bayu Pamungkas, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, apabila hasil pemantauan menunjukkan perlunya pengelolaan sumber air untuk satwa, langkah tersebut dapat dilakukan. Namun, penyediaannya harus tetap memperhatikan prinsip konservasi agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem kawasan. “Terkait penyediaan sumber air, apabila berdasarkan kondisi lapangan diperlukan langkah pengelolaan, tentunya akan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip konservasi dan keseimbangan ekosistem,” tambahnya.

Meski menghadapi kondisi kemarau, hingga kini TNBB belum menemukan situasi yang mengharuskan adanya tindakan darurat untuk satwa. Kondisi kawasan juga masih dalam pemantauan secara berkala. Ancaman lain yang menjadi perhatian adalah potensi karhutla. Vegetasi yang mengering dapat menjadi material mudah terbakar sehingga pengawasan kawasan terus diperketat. 

Bayu memastikan, sampai saat ini belum ditemukan sumber api maupun kasus kebakaran di dalam kawasan TNBB. Intensitas patroli juga ditingkatkan sebagai langkah pencegahan. “Sampai saat ini kawasan TNBB masih aman, belum ditemukan adanya kasus kebakaran. Kami juga meningkatkan intensitas patroli untuk memastikan keamanan,” tandasnya.

Pemantauan terhadap kondisi habitat, sumber air dan satwa akan terus dilakukan selama musim kemarau. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan konservasi tetap aman dari ancaman kekeringan maupun kebakaran. 

wartawan
CHA
Category

HUT ke-56: Astra Motor Perkuat Komitmen Energi Bersih dengan Pemasangan Solar PV di Semarang

balitribune.co.id | Semarang – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56, Astra Motor resmi mengoperasikan sistem Solar Photovoltaic (Solar PV) berkapasitas 40 kilowatt peak (kWp) di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, Bukit Semarang Baru (BSB), Semarang, Kamis (15/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penataan Pantai Bingin Mulai Ditender, Desain Kawasan Masih Digodok

balitribune.co.id I Mangupura - Setahun setelah 48 bangunan liar di Pantai Bingin dibongkar, Pemerintah Kabupaten Badung mulai memproses penataan kawasan tersebut. Meski tender sudah berjalan, hingga kini desain induk (master plan) dan gambar teknis penataan masih dalam tahap pembahasan.

Baca Selengkapnya icon click

Terganjal Aturan Kepegawaian, Layanan Forensik RS Tabanan Belum Jalan

balitribune.co.id I Tabanan – Rencana RSUD Tabanan untuk mengoperasikan layanan forensik di Instalasi Pemulasaraan Jenazah yang baru masih menemui jalan buntu. Hingga kini, fasilitas tersebut belum bisa memberikan tindakan medis forensik karena terganjal aturan kepegawaian serta sulitnya mencari dokter spesialis di bidang tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Tetapkan 16.466,23 Hektar Lahan Sawah Jadi LP2B

balitribune.co.id I Tabanan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan resmi menetapkan ribuan hektar sawah produktif untuk mencegah masifnya ancaman alih fungsi lahan. Langkah strategis ini dilakukan dengan mengunci 16.466,23 hektar area persawahan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.