Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kembali Bersatu,Tawur Kesanga Dipuput Sarwa Pandita

Bali Tribune / Sekkab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya bersalaman dengan Bendesa Adat Gianyar, Dewa Made Suardana

balitribune.co.id | Gianyar - Pelaksanaan Tawur Kesanga Panyepian di Kota Gianyar yang tahun lalu sempat dilakukan di dua tempat, dipastikan tidak terjadi lagi tahun ini. Setelah adanya kesepahaman antara pihak Desa Adat Gianyar dan Pemkab Gianyar tentang penentuan pimpinan upacara atau pemuput. Prosesi kembali akan dilaksanakan di Catus Pata Desa Adat Gianyar dan dipuput oleh Sarwa Pandhita dengan menjalankan Fungsi Tri Sadhaka.

Kesepahaman ini terwujud, sebagaimana permintaan pihak Desa Adat Gianyar yang membutuhkan ruang dan waktu untuk mengakomodir permintaan Bupati Gianyar tentang sarwa pandita. Sementara tahun sebelumnya yang terkendala waktu, menyebabkan kesepahaman ini belum bisa terwujud. Dan setelah dilakukan pembahasan secara bertahap dalam dua bulan ini, akhirnya kesepahaman ini terwujud." Kita setiap hari menyebut kata Santi. Dalam pelaksanaan tawur ini pun Desa Adat Gianyar selalu berupaya mewujudkan Santi ini," ungkap Bendesa Adat Gianyar, Dewa Made Suardana dihadapan awak media, Selasa (25/2) kemarin.

Ditegaskan lagi, sesuai kesepahaman bersama, Tawur Kesanga dipuput atau dipimpin oleh Sarwa Pandhita yakni semua unsur Pandhita dengan melaksanakan fungsi Tri Sadhaka. Diakui, jika istilah Tri Sadhaka dan Sarwa Pandita tidak diatur dalam awig-awig Desa Adat Gianyar. Karena Tri Sadhaka itu adalah bagian dari dresta desa setempat. "Kami apresiasi kebijakan Bapak Bupati yang telah memberi ruang dan waktu  menuju kesepahaman yang santi ini. Dengan keputusan ini pula, sebutnya, krama desa Gianyar tetap melaksanakan dresta yang ada sebagai penghornatan kepada leluhur," terangnya.

Sementara Sekkab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya menambahkan,  kesepahaman ini sebenarnya bermuara dari  surat edaran PHDI Bali.  Dimana, dalm pembahasan bersama antara Prajuru Desa Adat bedan Pemkab Gianyar yang melibatkan berbagai unsur, sudah mencapai kesepahaman, setelah sebelumnya tertunda lantaran keterbatasan waktu. Dalam beberapa pertemuan pelaksanaan Tawur tingkat Kabupaten ini akhirnya menuai respon yang baik, tentang lokasi, pelaksana prosesi dan lainnya. Dan hasil ini pun kini sedang disosialisasikan ke krama adat Gianyar oleh prajuru setempat.  “Intinya sudah ada kesepahaman, Tawur tetap dilaksanakan di Catus Pata Lapangan Astina sesuai pelaksanaanya dua tahun lalu. Tetap melaksankan fungsi Tri Sadhaka, namun dilaksanakan oleh Sarwa Pandhita. Yajamana Karya, Ida Pedanda  Griya Hyang Api Gianyar,” terangnya.

Ditegaskan kembali dalan kesepahaman ini tidak ada istilah kalah dan menang, namun saling mengakomodasi. Sedangkan  mengenai posisi tempat pemujaan atau pemiosan, nantinya akan diatur oleh desa Adat sebagai pelaksana Tawur. Mengenai sulinggih, diutamakan dari Kecamatan Gianyar. Namun, tidak menutup kemungkinan ada dari kecamatan lain. “Tawur Kesanga yang dilaksanakan tetap sebagaimana sebelumnya, yakni Tawur Manca Kelud dengan pembiayan dari anggaran daerah,” pungkasnya.

Tambahnya, dalam pelaksanaan Tawur Kesanga ini,  diharapkan agar tetap terjaga keharmonisan dengan semua pihak baik vertikal maupun horizontal. Karena sebuah Yadnya adalah korban suci, diselenggarakan dengan tulus ikhlas. 

wartawan
I Nyoman Astana
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Satria Buka Puasa Bersama Warga Muslim di Kampung Gelgel

balitribune.co.id I Semarapura - Guna menjaga tradisi toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Klungkung, Bupati Klungkung, I Made Satria dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri undangan Buka Puasa Bersama masyarakat Muslim di Masjid Nurul Huda Kampung Gelgel, Kecamatan Klungkung, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.