Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kembalikan Wajah Bali Bebas dari Sampah

Aksi Bersih sampai oleh Seluruh stakeholders dan pelaku pariwisata di Pantai Kedonganan.

BALI TRIBUNE - Masalah sampah merupakan isu kritis yang banyak dihadapi oleh negara-negara di seluruh dunia. Indonesia masih menjadi buah bibir sejak dinobatkan sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua didunia ke lautan setelah China. Untuk memperingati hari membersihkan sampah sedunia “World Cleanup Day“, para pelaku pariwisata terlibat langsung dalam membersihkan kebersihan lingkungan, melalui aksi bersih-bersih sampah di sepanjang area Pantai Kedonganan dengan tajuk “Suksma Bali”. “Sebenarnya kegiatan membersihkan sampah di Pantai Kedonganan ini merupakan kegiatan rutin kami yang telah dilaksanakan. Semoga dengan adanya program ini dapat membantu mengurangi sampah-sampah yang berserakan sekaligus dapat mengembalikan wajah Bali yang asri dan bebas dari sampah,” harap Christian Gumala, selaku General Manager (GM) JBBRS. Didampingi Ni Ketut Ekawati (Marketing Communications & PR Manager), Christian Gumala, menjelaskan, tujuan digelarnya kerja bakti membersihkan sampah di sepanjang Pantai Kedonganan, agar keberadaan pantai berpasir putih ini tetap terjaga dan terciptanya kebersihan serta kenyamanan lingkungan bagi penduduk lokal setempat juga para wisatawan domistik dan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Kedonganan. “Hal ini memberikan dampak positif, nilai investasi jangka panjang, dan turut membangun citra Bali sebagai daerah tujuan utama wisatawan dimata dunia,” kata GM JBBRS. Terkait acara “World CleanUp Day”, pekan lalu juga dilakukan bersih-bersih sampah di Pantai kedonganan yang melibatkan beberapa kompenen masyarakat dan pelaku pariwisata. Turut terlibat langsung perwakilan dari Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali, sertasejumlah siswa SD-SMK di wilayah Kuta Selatan. Hanya dalam waktu sekitar 2 jam terkumpul sampah organik sebanyak 5 kwintal dan sampah non-organik 5 kwintal. Acara tersebut diawali dengan senam Gemu Famire dan diselingi dengan pembagian sejumlah hadiah door-prize. Adi Minarta, perwakilan Bendesa Adat Kedonganan menuturkan, acara “World CleanUp Day” yang bertajuk “Suksma Bali” ini sebagai ungkapan terima kasih marsyarakat Bali dan para pelaku pariwisata Bali terhadap Pulau Dewata dan sebagai tindakan nyata untuk menyelamatkan Bali dari sampah. “Terima kasih atas dukungan dan keterlibatan langsung seluruh stakeholders di kawasan Pantai Kedonganan yang telah menginisiasi gerakan kebersihan ini dengan melibatkan dan mengajak berbagai komponen masyarakat Kedonganan, Jimbaran, dan para pengusaha untuk bersama-sama melakukan gerakan ini. Mari kita terus bergandengan tangan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Pantai Kedonganan ini,” ajak Adi Minarta.

wartawan
Djoko Moeljono
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

SOM-20, Momentum Memperkuat  Konservasi Laut dan Ketahanan Kawasan Terhadap Perubahan Iklim

balitribune.co.id | Mangupura - Pertemuan Tingkat Pejabat Senior ke-20 atau 20th Senior Officials’ Meeting (SOM-20) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) yang berlangsung 10-11 Desember 2025 di Kabupaten Badung, Bali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama regional dalam konservasi laut, pengelolaan perikanan berkelanjutan, dan peningkatan ketahanan kawasan terhadap perubahan iklim.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tanpa Kantongi PBG, Bangunan Investor di Hutan TNBB Disegel

balitribune.co.id | Negara - Bangunan di kawasan hutan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang mencuat belakangan ini ternyata belum mengantongi dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Persoalan tersebut terungkap saat sidak yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Jembrana bersama instansi terkait ke lokasi bangunan tersebut berdiri.

Baca Selengkapnya icon click

Banjir Bandang di Manggis, Jalur Denpasar-Karangasem Lumpuh 2 Jam

balitribune.co.id | Amlapura - Banjir banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Manggis, yakni Desa Antiga Kelod dan Desa Gegelang. Sejumlah rumah terendam banjir, lebih dari lima unit mobil milik warga juga terendam banjir, bahkan satu unit mobil yang terparkir di pinggir jalan di Desa Antiga Kelod juga nyaris hanyut, namun beruntung warga sigap dan langsung mengikat mobil tersebut dengan tali plastik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.