Kembangkan Obat Tradisional Bali, Staf Ahli se-Bali Kunjungi Denpasar | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 22 September 2021
Diposting : 23 June 2021 07:02
YAN - Bali Tribune
Bali Tribune/Kunjungan kerja para Staf Ahli Kepala Daerah se-Bali, Selasa (22/6) ke Kota Denpasar.
balitribune.co.id | Denpasar  - Dalam rangka persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda II) dengan tema “Fasilitas Pembentukan Kelembagaan Penghubung Petani Obat dengan Pengusaha Obat” Kota Denpasar mendapat kunjungan kerja para Staf Ahli Kepala Daerah se-Bali, Selasa (22/6).
 
Kunjungan kerja para Staf Ahli ini ke Kota Denpasar diterima oleh   Dewa Nyoman Sudarsana, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM, I Ketut Mardika Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Hukum, serta Anak Agung Ngurah Bagus Airawata, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian dan Kepala OPD terkait serta hadir  Kelompok Tani dan Pengusaha Obat di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.
 
I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana, Staf Ahli Gubenur Bidang Pemukiman dan Sarana Prasarana Wilayah, menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan staf ahli se-Bali ke Denpasar merupakan persiapan RAKORDA II yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jembrana. Pada RAKORDA II akan dilaksanakan pameran untuk menampilkan produk-produk yang diproduksi oleh pengusaha lokal Bali, seperti kelompok tani dan pengusaha obat tradisional Bali.
 
I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana menambahkan kedepannya staf ahli Provinsi Bali, akan menyediakan platform atau aplikasi online yang menjadi penghubung antara penjual tanaman obat dan pembeli tanaman obat. Aplikasi yang akan digunakan adalah BMC (Bali Media Center), sebagai penghubung pengusaha dan petani untuk mencari dan menjual bahan baku.
 
Staf Ahli Gubenur Bidang Perekonomian, Luh Ayu Aryani mengatakan Gubernur Bali mempunyai program Balinese Tradisional Medicine. Program ini bertujuan mengembangkan obat-obat tradisional yang ada di Bali sehingga bisa terkenal di seluruh dunia. Untuk mewujudkan program tersebut, Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan pameran pada RAKORDA II. Dengan adanya pameran ini, para petani dapat mempromosikan produk-produk obat tradisional yang dihasilkan. 
 
Dengan dukungan semua pihak dalam pameran ini, harapannya Balinese Tradisional Medicine dapat terwujud,I Ketut Mardika Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Kota Denpasar menyampaikan kunjungan Staf Ahli ke Denpasar, menjadi angin segar bagi UMKM dan petani serta pengusaha obat tradisional. Produk obat tradisional dapat menjadi daya tarik wisatawan. Di tengah pandemi kegiatan ini dapat menjadi harapan baru bagi UMKM.
 
Sementara Dewa Nyoman Sudarsana, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM menyampaikan di era ini, digitalisasi merupakan hal wajib yang dilakukan. Adanya platform yang akan menghubungkan para penjual dan pembeli obat tradisional akan mempermudah laju distribusi. Hal ini tentu akan mengurangi adanya “tengkulak”. Kesejahteraan petani akan meningkat seiring dengan nilai jual hasil petani lebih tinggi.
 
Salah satu perwakilan dari petani, Jung Kumis menyampaikan perlu adanya edukasi terhadap konsumen terkait obat tradisional. "Perlu disampaikan bahwa obat tradisional menggunakan bahan-bahan organik sehingga jika dari harga sedikit lebih mahal. Oleh karena itu, perlu edukasi pasar. Dengan adanya pameran ini tentu akan meningkatkan jangkauan pasar kami," ujarnya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler