Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kenalkan Hukum kepada Santri, Jaksa Masuk Pesantren

Pesantren
KENALKAN - Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren untuk mengenalkan hukum kepada santri, di PP Bali Bina Insani Tabanan, Rabu (19/7).

BALI TRIBUNE - Sebagai salah satu pesantren yang kental akan toleransi, Pondok Pesantren (PP) Bali Bina Insani di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, dipilih sebagai lokasi digelarnya kegiatan Jaksa Masuk Pesantren dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa ke 71 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Rabu (19/7). Para santri sebanyak 394 orang yang terdiri dari 269 orang santri tingkat Mts dan 125 orang santri tingkat MA, diberikan pengenalan terhadap hukum.

Kepala Kejati Bali, Jaya Kesuma mengatakan bahwa bakti bukan hanya dilakukan kepada lembaga tetapi juga kepada masyarakat. Salah satunya dengan berbagi cerita, ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada para santri di PP Bali Bina Insani. "Ternyata antusias anak-anak sangat tinggi, karena bukan saatnya kita menyuruh, memerintah atau menekan, tapi bagaimana kita menyapa mereka. Terbukti pada sesi tanya jawab anak-anak banyak mengajukan pertanyaan mengenai kekerasan, itu artinya sosialisasi dan pemahaman sangat diperlukan," ujarnya.

Ditambahkannya, selain pengenalan hukum pihaknya juga memberikan materi mengenai kenalakan remaja serta hal-hal untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme. "Dan memang selain mendekatkan diri kepada masyarakat, melalui kegiatan ini kita berharap dapat mencegah hal-hal yang kurang pas seperti paham radikalisme," lanjutnya.

Ke depannya, kegiatan serupa akan digelar secara berkesinambungan dengan menyasar pusat-pusat pendidikan agama yang ada di Bali. "Tidak hanya di Tabanan saja tetapi juga kita akan menyasar pusat-pusat pendidikan agama di lokasi lain, seperti di Karangasem, Gianyar dan lainnya," imbuhnya.

Hal itu pun diapresiasi oleh Direktur Pondok Pesantren, H. Ketut Imaddudin Djamal. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menyiapkan generasi muda yang memegang teguh 4 pilar kebangsaan. “Para generasi muda inilah yang nantinya akan membangun bangsa ini sehingga mereka harus disiapkan agar mereka senantiasa memegang teguh 4 pilar kebangsaan demi keutuhan NKRI,” ujarnya.

Terlebih nilai toleransi sangatlah kental di Pondok Pesatren milik Yayasan La-Royba tersebut, bahkan hal tersebut mendapatkan apresiasi dari delegasi Negara dalam event Bali Democracy Forum (BDF) 2017, lantaran 16 orang dari 46 tenaga pendidik yang ada di Pondok Pesantren tersebut merupakan pengajar beragama Hindu.

Acara diakhiri dengan penandatanganan kerjasama antara Kejati Bali dan PP Bali Bina Insani dimana Kejati Bali akan siap terlibat dalam kegiatan pendidikan di pondok pesantren tersebut. “Misalnya dengan memberikan pendidikan mengenai hukum, mungkin baris berbaris serta pembentukan karakter,” pungkasnya.

wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Jejak Dadong Ngenu Masih Misterius, Pencarian Dihentikan Karena Ada Upacara Adat

balitribune.co.id I Bangli - Menginjak sepekan dilaporkan hilang, keberadaan Ni Nyoman Ngenu, warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan Kecamatan Tembuku, Bangli, masih misterius. Upaya pencarian lansia tersebut bahkan sampai menerjunkan tim SAR pada Sabtu (25/7/2026), namun hasilnya nihil.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terduga Maling Ayam Tewas Mengenaskan di Baturiti, Motor Pelaku Hangus Dibakar Warga

balitribune.co.id I Tabanan – Seorang pria berinisial KD alias S tewas mengenaskan setelah diamuk massa saat terpergok mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat (24/7/2026) dini hari.

Selain kehilangan nyawa, sepeda motor milik terduga pelaku yang berasal dari Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng tersebut juga hangus dibakar warga yang tersulut emosi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Serahkan Remisi Hari Anak Kepada 5 Anak Binaan LPKA Karangasem

balitribune.co.id I Amlapura - Sebanyak 5 Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem menerima Pengurangan Masa Pidana (PMP) dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.