Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kepulauan Nusa Penida Bisa Dikelola dengan Badan Pengelola

bupati
LIHAT - Bupati Suwirta di sela-sela kunjungannya di Nusa Penida menyempatkan diri melihat fasilitas pariwisata setempat.

Semarapura, Bali Tribune

Alam kepulauan Nusa Penida memang luar biasa. Kawasan yang begitu indah tersebut diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat, salah satunya dengan pembangunan kepariwisataan. Pembangunan kawasan pariwisata Nusa Penida diarahkan ke dalam tujuh Kawasan Efektif Pariwisata (KEP), yaitu KEP Lembongan, Jungutbatu, Sakti, Toyapakeh, Ped, Suana dan Ceningan.

Agar KEP Nusa Penida bisa dikelola dengan baik, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengajak Forum Perbekel se Kec. Nusa Penida yang dipimpin I Wayan Cemeng melihat beberapa obyek wisata yang dikelola oleh Badan Pengelola di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Selasa, (31/8). Dalam kunjungan tersebut Bupati Nyoman Suwirta didampingi Ny Ayu Suwirta, Camat Nusa Penida I Gusti Agung Putra Mahajaya, dan Kabag Humas Protokol I Wayan Parna.

Bupati Suwirta mengatakan Nusa Penida haruslah bisa dikelola untuk peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Mengingat potensi yang dimilik Nusa Penidai jauh lebih baik dan lebih menarik. Dengan melihat apa yang disaksikan selama kunjungan, hikmah yang bisa diadopsi, bahwa untuk kawasan wisata Nusa Penida haruslah dikelola dengan menggunakan Badan Pengelola. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari kawasan wisata bila dikelola oleh Badan Pengelola, diantaranya: mulai dari perencanaannya akan lebih terarah tidak seperti sekarang pembangunan kawasan Nusa Penida berkembang sendiri-sendiri, pelaksanaan atau penerapannya tidak akan ada benturan antar pelaku pariwisata hingga pengawasannya yang mudah dilakukan.

Dengan kunjungan dan melihat dari dekat, para perbekel mulai sekarang sudah bisa mengadakan persiapan dan memikirkan untuk menggali potensi yang terpendam, sebelum dikelola oleh Badan Pengelola. Mengingat kawasan Nusa Penida telah dibagi menjadi 5 KEP, apakah di masing-masing KEP dikelola sendiri-sendiri atau kelimanya dikelola secara bersamaan. "Nusa Penida haruslah dikelola oleh Badan Pengelola, bila wilayah desa dikelola ego masing-masing, yakinlah Nusa Penida tidak bisa berkembang maksimal," kata Bupati Suwirta.

Ketua Forum Perbekel Nusa Penida I Wayan Cemeng, mengatakan sangat mengapresiasi dan setuju karena dengan dikelola oleh Badan Pengelola akan terorganisir dengan baik. Itu juga untuk menghindari adanya persaingan tidak sehat di antara desa, maupun pelaku.pariwisata. "Jadi akan terjadi kompetitif dalam mengembangkan obyek wisata, untuk itu akan segera mengumpulkan forum ini untuk diajak berembug dan mengambil langkah selanjutnya," kata Wayan Cemeng.

Selain itu, kawasan non KEP yang bisa dikembangkan sebagai pendukung pariwisata adalah pertanian tanaman pangan (palawija), tanaman perkebunan/tahunan (jambu mete, kemiri, jati, jarak, dsb), peternakan, rumput laut dan perikanan tangkap serta industri kecil dan kerajinan. Selain itu, juga terdapat arahan pengembangan tentang pengelolaan kawasan berfungsi lindung.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.