Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kerja Keras Satgas, PMK Buleleng Zero Case

Bali Tribune / Sekda Gede Suyasa
balitribune.co.id | SingarajaKerja keras Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) Kabupaten Buleleng membuahkan hasil. Setidaknya dalam pekan ini penambahan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) berhasil ditekan hingga pada angka nol (zero case). Dari data pada Satgas Penanganan PMK Buleleng sebanyak 268 ekor sapi tercatat positif PMK. Sementara proses pemotongan bersyarat telah berhasil memotong sebanyak 268 ekor sapi di Kecamatan Gerokgak dan Seririt.
 
Atas adanya zero case itu Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa membenarkan. Katanya sejak pekan lalu kasus PMK di Buleleng sudah mencapai angka nol kasus. Dan kondisi itu sudah dilaporkan ke Satgas PMK Provinsi maupun Nasional.
 
"Ini bukan pekerjaan mudah mengingat jumlah sapi yang dipotong bersyarat itu cukup banyak yakni 268 ekor dan juga mempertimbangkan kondisi peternak karena berternak sapi ini bukan hanya sebatas hobi melainkan juga sebagai sumber penghasilan bagi keluarga peternak itu sendiri," kata Suyasa Selasa, (26/7).
 
Capaian itu menurut Suyasa upaya pendekatan secara terus menerus kepada peternak melalui sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Sampai ada keyakinan dari peternak sapi bahwa jika sapinya dipotong bersyarat akan membantu mencegah penularan. Bahkan jika banyak penularan tentunya akan berpengaruh kepada kunjungan wisatawan ke Bali dan ke Buleleng pada khususnya.
 
"Melalui sinergi dari berbagai pihak yang ikut terlibat dan juga masyarakat yang mendukung kegiatan ini sehingga angka zero case ini dapat tercapai," ujar Suyasa.
 
Tercapainya zero case ini menurut Suyasa akan tetap dipertahankan terutama dengan melakukan langkah pencegahan secara optimal seperti pemberian disinfektan pada kandang dan giat vaksinasi pada hewan ternak. Mengingat capaian vaksinasi saat ini sapi yang sudah divaksin mencapai 10.300-an perhari Senin kemarin.
 
"Masih ada 5.000 vial stok vaksin yang diperkirakan 4 sampai 5 hari kedepan akan habis, hal ini sudah ditindaklanjuti ke Pemprov Bali agar segera didatangkan kembali sesuai dengan agenda," ucapnya.
 
Sedang soal kompensasi kepada peternak, Suyasa mengatakan berdasar hasil rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu, (23/7) lalu. Dari Kementerian Pertanian RI meminta agar sampai akhir Juli 2022 semua data usulan harus sudah masuk dan dari Kabupaten Buleleng sendiri sudah mengirim data usulan ke provinsi dan selanjutnya ke pusat berupa bukti foto, dan identitas pemilik sapi. Dan diharapkan proses pengusulan kompensasi ini bisa secepatnya selesai.
 
"Hal ini menjadi atensi khusus dari Satgas Provinsi dan akan selalu mengawasi bantuan ini agar betul - betul sampai kepada peternak," tandas Suyasa.
 
wartawan
CHA
Category

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Putusan MA Bukan Soal Kepemilikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, kian memanas di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tim Kuasa Hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menegaskan bahwa putusan perkara perdata hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan pemilik sah atas objek tanah yang kini masuk dalam perkara pidana Nomor 845/Pid.B/2026/PN Dps.

Baca Selengkapnya icon click

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan pilihan warna terbaru pada skutik favorit premium fashionable, New Honda Stylo 160. Penyegaran pada skutik bergaya retro dan powerful ini hadir dengan pilihan warna baru Glam Grey serta Royal Violet yang siap mencuri perhatian saat menjalani mobilitas produktif harian dan bergaya di akhir pekan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.