Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Khawatir Kembali ke Permukiman, Warga Berharap Relokasi Segera Terealisasi

Bali Tribune / TUKAD - Debit air Tukad Bilukpoh Mendoyo kembali meningkat drastis pada Senin sore akibat hujan ekstrem di wilayah hulu.

balitribune.co.id | Negara - Pasca banjir bandang Tukad Bilukpoh, Mendoyo, kini warga terdampak banjir mengaku khawatir untuk kembali tinggal di permukiman mereka. Terlebih dengan cuaca hujan ektrim yang kerap terjadi di wilayah hulu, debit air tiba-tiba meningkat drastis. Meraka mengakui wilayah permukiman mereka rawan bencana sehingga tidak aman lagi untuk ditempati. Mereka berharap rencana relokasi segera bisa direalisasikan.

Hujan deras kerap terjadi di wilayah hulu sehingga menyebabkan debit air di beberapa sungai mengalami peningkatan drastic. Seperti salah satunya yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bilukpoh pada Senin (24/10) sore. Sepekan setelah luapan Tukad Bilukpoh menerjang dan meluluhlantakan permukiman warga di Desa Penyaringan dan Kelurahan Tegalcangkring, debit air Tukad Bilukpoh kembali mengalami peningkatan  drastic. Ketinggian permukaan air bahkan kembali mendekati badan jembatan.

Pihak kepolisian terus meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya banjir susulan.  Terlebih ruas jalan nasional jembatan Tukad Bilukpoh menjadi jalur arteri lintas Jawa-Bali.  Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Aan Saputra mengatakan setelah permukaan air Tukad Bilukpoh meningkat, dilakukan patroli di Jembatan Bilukpoh, “Anggota Pengaturan dan Penjagaan bersama Kabag Ops melaksanakan patroli di jembatan Bilukpoh, terpantau debit air mulai meningkat. Arus lalu lintas ramai lancar,” ujarnya.

Kondisi hujan ektrem di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air Tukad Bilukpoh ini juga menimbulkan kekhawatiran warga terdampak banjir bandang. Warga yang kini masih tinggal di pengungsian mengaku khawatir jika kembali menempati permukiman. Terlebih wilayah di sekitar alur Tukad Bilukpoh sudah beberapakali diterjang banjir bandang. Seperti yang diungkapkan Ketut Suarta (73). Warga yang tinggal di ujung selatan Tempek IV Banjar Anyar kelod ini mengaku berpikir ketika kembali.

“Saya sejak kecil memang tinggal di sekitar sungai. Sudah empat kali mengalami banjir besar seperti ini dan tahun ini yang paling besar. Sekarang benar-benar berpikir (untuk kembali), apalagi usia sudah lanjut. Kondisi lahan tempat tinggal saya sudah sangat rawan dan berbahaya sekali,” ujarnya. Ia pun berharap pemerintah bisa memberika solusi, “saya keadaan terjepit. Tidak punya tempat lain, hanya punya lahan itu saja. Kalau memang pemerintah bisa  memberikan solusi, saya siap dipindah,” ungkapnya.

Begitupula diungkapkan oleh warga terdampak banjir lainnya, I Gusti Bagus Edi (44) asal Bilukpoh Kangin. Setelah tiga kali permukimannya diterjang banjir bandang, ia khawatir potensi dan kerawanan banjir kedepan semakin meningkat, “belum lunas hutang untuk perbaiki rumah yang rusak diterjang banjir bandang akhir tahun 2018, sekarang rumah kami sudah hancur. Dampak banjirnya juga sudah semakin meluas. Tidak tahu bagaiman kedepannya. Tapi wilayah kami ini sudah sangat rawan bencana banjir,” ujarnya.

Ia bersama warga terdampak lainnya berharap rencana pemerintah untuk merelokasi permukiman warga terdampak banjir Tukad Bilukpoh bisa terealisasi. Bahkan beberapa warga terdampak banjir mengaku bersedia membayar, “kedepan setelah mendapat janji Pak Gubernur, saya mohon agar dicarikan tempat/lokasi untuk sejenis BTN subisidi. Bayapun berani. Kami sanggup cicil dari pada cicil bayar hutang untuk perbaiki rumah lagi. Kami tidak punya lahan lain,” ungkap Gusti Made Putra Darmawan.

Sebelumnya Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan terkait penanganan pasca tanggap darurat bencana (TDB) pada fase pemulihan dan rehabilitasi, akan dipikirkan untuk upaya relokasi terhadap warga yang tinggal di wilayah rawan bencana baik di Bilukpoh maupun Penyaringan, “yang berikutnya adalah memikirkan tempat tinggal permanen kedepan,” ujarnya. Ia menyebut salah satunya akan memanfaatkan lahan tanah asset provinsi, “ada tanah provinsi tapi tidak luas, baru ada 20 are yang ngomplek plus dua are. Akan dicarikan lagi,” tegasnya.

Lahan tanah negara tersebut menurutnya akan diberikan kepada warga yang selama ini terdampak banjir Tukad Bilukpoh, “itu akan diberikan untuk masyarakat supaya bisa dibangun perumahan oleh BNPB,” paparnya. Namun menurutnya upaya relokasi tersebut diutamakan bagi warga yang bersedia untuk direlokasi, “ada (rencana upaya relokasi) terutama bagi warga yang mau,” jelasnya. Pihaknya mengaku kini sedang memikirkan cara lain untuk mitigasi untuk meminimalisir potensi dan kerawanan bencana dikemudian hari.

wartawan
PAM
Category

DPC PDI-P Bangli Gelar Seminar 30 Tahun Tragedi “Kudatuli”

balitribune.co.id I Bangli - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Bangli menggelar seminar serangkaian memperingati 30 tahun peristiwa kerusuhan 27 juli 1996 (Kudatuli) pada Senin (27/7/2026). Kegiatan seminar yang berlangsung di kantor DPC  PDI-P Bangli menghadirkan narasumber I Nyoman Prabu Rumiartha SH.MH.

Baca Selengkapnya icon click

Seluruh Kepala Sekolah se-Denpasar Berkomitmen Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) mulai mengintensifkan implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) dengan menggelar sosialisasi bagi seluruh kepala sekolah TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Denpasar. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Keluarga Korban Pengeroyokan di Tabanan Tempuh Jalur Hukum, Makam KD Dibongkar

balitribune.co.id | Singaraja – Kepolisian melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, yang meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Proses penggalian makam dilakukan di Tempat Pemakaman Desa Adat Sidetapa, Senin (27/7/2026), sebagai bagian dari prosedur penyidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Baca Selengkapnya icon click

41.904 Siswa SD di Denpasar Jadi Sasaran BIAS 2026, Dinkes Siapkan Empat Jenis Vaksin

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar akan melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 mulai Agustus hingga November mendatang. Program tahunan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah melalui pemberian imunisasi lanjutan sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rapat Forkopimda Jadi Momentum Sertijab Dandim 1623/Karangasem, Bupati Gus Par Dorong Sinergi TNI dan Pemda

balitribune.co.id | Amlapura - Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.