Kinerja Dituding Bernuansa Politis, Direktur PDAM Bangli : Kami Bekerja Profesional | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 04 Agustus 2020
Diposting : 2 July 2020 17:34
A.A. Samudra Dinata - Bali Tribune
Bali Tribune / Suasana rapat kerja Dewan dengan PDAM dan BKPAD, Kamis (2/7)

balitribune.co.id | BangliJelang hajatan Pilkada, kinerja para pejabat di kabupaten Bangli tidak lepas dari pemantauan. Hal ini tidak bisa dipisahkan karena dalam Pilkada Desember nanti calon yang ikut bertarung memperebutkan kursi Bupati adalah I Made Subrata yang tak lain adik kandung dari Bupati Bangli I Made Gianyar.

Sorotan ditujukan kepada Direktur PDAM Bangli, I Dewa Gde Retno Suparso Mesi. Dimana Direktur asal Banjar/Kelurahan Kawan Bangli ini kinerjanya dituding bernuansa politis. Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja antara pihak PDAM, Badan Keuangan, Pendapatan dan Arsip Daerah dengan anggota Komisi III DPRD Bangli, Kamis (2/7) .

Rapat kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, anggota komisi III, I Made Sudiasa dan I Ketut Swastika menuding kinerja dari direktur PDAM mengarah pada  ranah politik praktis.

I Made Sudiasa melihat nuansa politis tersebut pada pembukaan jaringan baru air bersih di Dusun Kubusuwih, Desa Yangpai, Kecamatan Tembuku.  Politisi dari Partai Demokrat ini  mengatakan sepatutnya direktur tidak memberikan sebuah harapan kepada masyarakat. Pasalnya jika melihat kondisi keuangan daerah sangat sulit dan kegiatan tersebut tidak bisa berjalan karena anggaran telah tersedot untuk penanganan Covid-19. ”Jangan masyarakat di beri janji palsu atau di PHP,” sebut Made Sudiasa diamini Ketut Swastika.

Menurut  Made Sudiasa untuk pembukaan jaringan baru air bersih di Kubusuwih telah diperjuangkannya sejak lama, bahkan dalam rapat kerja dengan bupati sempat diutarakannya.

Sementara I Ketut Swatika mengatakan dalam situasi pandemi, beberapa kegiatan di masing-masing OPD dirasionaisasi untuk penanganan Covid-19, bahkan tunjangan  dan anggaran perdin dewan di pangkas .”Tolong jangan mengumbar janji, jika di daerah dirasa  tidak ada anggaran untuk pengadaan air bersih di Kubusuwih, maka kami di dewan siap memperjuangkan anggaran ke Provinsi, nanti kami akan sampaikan kondisi ini ke bapak Gubernur,” ujar politisi dari PDIP ini.

Disamping itu kedua politisi ini juga menyoroti rekutmen tenaga kontrak baru di PDAM Bangli.

Sementara Direktur PDAM, Dewa Suparso Mesi menampik kalau kinerjanya selama ini dituding bernuansa politik. “Kami dulu memang kader dari salah satu partai besar, tapi begitu kami ikut penjaringan calon direktur PDAM, baju partai telah ditanggalkan dan kami telah bekerja secara profesional.” tegasnya.

Jika kegiatan pengadaan air bersih di Desa Landih dianggap bernuansa poltik, kata Dewa Retno Suparso Mesi adalah hal yang sangat keliru, dimana kegiatan tersebut merupakan program lanjutan. Tiga tahun lalu untuk jaringan perpipaan telah terpasang lewat anggaran provinsi. “Kami hanya tinggal menyuplai air saja dan untuk pemenuhan air memanfaatkan air dari Palaktihing,” ungkapnya.

Begitupula untuk pengadaan air bersih di wilayah Kubusuwih pihaknya tidak pernah berjanji kepada masyarakat. Yang jelas untuk di Kubusuwih murni permintaan dari masyarakat kepada bapak bupati. Lanjut tidaknya kegiatan tergantung dari bapak- bapak di Dewan dan bupati. ”Terkait permintaan warga, bapak bupati memerintahkan kami untuk melakukan kajian teknis,” ujarnya seraya menambahkan untuk anggaran dibutuhkan Rp 3,5 Miliar.