Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

KONI Bali Optimis Meningkat

EVALUASI – Ketum KONI Bali Ketut Suwandi saat menyampaikan evaluasi terhadap perkembangan olahraga selama 2018 di KONI Bali, Senin kemarin.

BALI TRIBUNE - Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi mengaku optimis perolehan medali emas Bali di PON XX/2020 Papua meningkat dibanding saat PON XIX/2016 Jawa Barat, dimana Bali saat itu meraih 20 emas, 21 perak dan 35 perunggu. “Kalkulasi saya di PON Papua tahun depan Bali paling tidak meraih 31 medali emas, saya optimis itu tercapai jika melihat hasil pembinaan yang dicapai sejumlah cabang olahraga,” ujar Ketut Suwandi saat acara Evaluasi Kegiatan KONI Bali Tahun 2018, di KONI Bali, Senin (7/1). Didampingi Sekum IGN Oka Darmawan dan Wakil Ketua Maryoto Subekti, Suwandi mengatakan, meski di PON Papua nantinya meraih 31 emas, namun bukan berarti peringkat Bali akan lebih baik. Sebab, lanjut dia, Papua yang saat PON Jabar berada di bawah Bali, pasti akan berupaya keras masuk peringkat lima besar. “Sudah lazim jika PON digelar di luar Jawa, maka tuan rumah berupaya menembus peringkat lima besar, dan ini akan dilakukan Papua sebagai tuan rumah PON XX. Makanya kami mengubah menjadi target medali, bukan target peringkat di PON nanti,” tegas mantan Ketum KONI Badung itu. Terkait target 31 medali emas di Papua nanti, Suwandi mengatakan KONI Bali membahasnya kembali bersama pengprov cabor dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Bali, pertengahan Februari mendatang. Sebab, pengprov cabor yang mengetahui peluang atletnya meraih medali emas. Suwandi kembali mengingatkan, PON XX di Papua tahun depan berbeda dengan PON sebelumnya. Karena keterbatasan akomodasi dan daya dukung lainnya, maka PON Papua hanya diikuti oleh sekitar 7 ribu atlet dari seluruh Indonesia. Maka dampak dari kebijakan itu, kata Suwandi, untuk Bali diberi jatah mengirim paling banyak 150 atlet. Adanya pembatasan kuota itulah, menurut Suwandi harus dipahami oleh cabor-cabor kalau nantinya kontingen Bali diciutkan jumlah atletnya, atau bahkan tidak mengirimkan atlet untuk cabor tertentu. Sebab, selain kuota dibatasi, KONI Bali ingin efektif dalam penggunaan anggaran. “Ya, kami harus menyampaikan semua itu kepada cabor saat Rakerda, Februari nanti. Saya siap tidak populer dengan mengambil kebijakan yang tidak populer ini. Intinya karena keterbatasan kuota dan anggaran, maka mungkin hanya atlet potensi meraih medali yang kami kirim ke Papua,” papar Suwandi. Suwandi kemudian menyontohkan KONI Banten ketika PON XIX/2016 Jabar, yang hanya mengirim atlet lolos Pra-PON berperingkat lima ke atas. Artinya, kata Suwandi, jika ada atlet Banten yang lolos PON dengan predikat 6 besar atau bahkan lebih, maka dipastikan tidak akan dikirim ke PON. Hasilnya, kata Suwandi, sungguh sangat luar biasa, Banten berada di peringkat 12 di PON Jabar dari sebelumnya di posisi ke-21 saat PON Riau tahun 2012. “Ini kan perlu kita contoh, di satu sisi target menaikkan perolehan medali di satu sisi ada pembatasan kuota sehingga harus benar-benar selektif,” demikian Ketut Suwandi.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Wujud Toleransi, Umat Lintas Agama di Denpasar Antusias Ikuti Prosesi Pindapata

balitribune.co.id | Denpasar - Sebanyak delapan Bhikku dari Vihara Buddha Sakyamuni menggelar tradisi Pindapata di sepanjang Jalan Gunung Agung, Denpasar, pada Kamis (14/5/2026). Prosesi ini dilaksanakan sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 yang jatuh pada 31 Mei mendatang.

Baca Selengkapnya icon click

Proyek SJUT Sanur Rampung 100%, Pemkot Denpasar Beri Waktu 3 Bulan Bagi Provider untuk Pindah Jalur

balitribune.co.id | Denpasar - Pekerjaan konstruksi proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (SJUT-IPT) di kawasan Sanur resmi tuntas 100%. PT Sarana Utilitas Optimal (SUO) selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) telah menyerahkan hasil pembangunan tersebut kepada Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) Kota Denpasar melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST), Rabu (13/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Indonesia Rugi Rp9 Triliun Akibat Penipuan Online, ASEAN Memperkuat Upaya Penanggulangan

balitribune.co.id | Denpasar - Di Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 411.000 laporan kasus penipuan online dengan estimasi kerugian finansial mencapai sekitar USD 550 juta atau setara Rp9 triliun, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Baca Selengkapnya icon click

Bukan Ribet Malah Cuan, Ibu Rumah Tangga di Tabanan Raup Tabungan dari Bank Sampah

Gerakan Pilah dan Kelola Sampah dari Rumah mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya datang dari Ni Made Serly Liana Dewi, warga Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan, yang menilai kebijakan pembatasan sampah ke TPA menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mulai berubah dan lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah dari rumah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

OJK: Keputusan Bisnis Bankir Dilindungi Hukum Sepanjang Beritikad Baik

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa upaya mendorong pertumbuhan kredit yang sehat dan berkelanjutan perlu disertai dengan kepastian hukum bagi pelaku industri perbankan. Untuk itu, OJK memandang penting adanya pemahaman yang sama di antara seluruh pemangku kepentingan mengenai penerapan konsep business judgement rule dalam penanganan perkara pidana di sektor perbankan. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.