Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

KONI Bali Siap Cabut KTA Pecatur Gianyar

Ketut Suwandi
Ketut Suwandi

BALI TRIBUNE - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali siap mencabut KTA atau KONI Bali Card lima pecatur Gianyar, jika Dewan Hakim yang menyidangkan perkaranya nanti memutuskan bahwa pecatur tersebut ilegal sehingga tidak layak diberikan KTA.

“Kita harus menghormati kerja Dewan Hakim yang akan menyidangkan kasus ini, jika keputusannya bahwa atlet catur tersebut perpindahannya tidak benar, maka saya selaku pimpinan yang mengeluarkan KTA, akan mencabutnya,” ujar Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi seusai menghadiri pelantikan Pengprov Pergatsi Bali, di Denpasar, Rabu (23/8).

Mantan Ketum KONI Badung ini juga mengatakan, diberikannya KTA kepada atlet berdasarkan rekomendasi dari cabor masing-masing. Begitu juga dengan KTA lima pecatur dari luar Bali, yang rencananya akan membela Gianyar di Porprov Bali nanti, juga telah berdasarkan rekomendasi dari Pengprov Percasi Bali.

Persoalannya, lanjut Suwandi, apakah rekomendasi dari Percasi Bali itu benar atau tidak, semuanya bakal dibahas di sidang Dewan Hakim Porprov nanti. “Mari kita tunggu kerja Dewan Hakim, prinsipnya KONI Bali siap mencabut KTA lima pecatur luar Bali tersebut,” imbuhnya.

Suwandi kembali menegaskan komitmennya bahwa di hajatan Porprov Bali XIII nanti tidak ada atlet bukan binaan sendiri bertanding di multievent dua tahunan sekala Bali itu. Karena hal itu akan mematikan atlet hasil binaan sendiri.

“Pemakaian atlet luar Bali untuk hajatan porprov jelas mencederai tekad KONI Bali yang ingin berdayakan atlet lokal hasil binaan sendiri. Menggunakan pemain luar Bali, juga percuma kalaupun juara tidak bisa mewakili Bali ke ajang lebih tinggi,” tegasnya.

Ia menegaskan, tidak salah mereka mengajukan pindah dari luar ke Kabupaten Gianyar apalagi masih dalam NKRI. Tapi yang terjadi selama ini, atlet pindahan itu setelah mengikuti porprov langsung meninggalkan Bali, sehingga manfaatnya sesaat, justru sebaliknya mereka menjegal atau melemahkan semangat atlet yang selama ini dibina oleh Percasi kabupaten/kota.

Suwandi juga memberi contoh riil dampaknya yang dirasakan saat persiapan PON XIX/2016 Jawa Barat. Mereka (para atlet luar Bali) tidak bisa bergabung dari awal pelatihan desentralisasi dan sentralisasi, sehingga mengganggu program Pelatda PON Bali. Ke depan tidak akan terjadi, apalagi prestasinya pun tidak memberi pengaruh terhadap ranking Bali di level nasional.

“Kehadiran mereka diyakini hanya menaklukkan atlet asli binaan pengkab/pengkot, tapi ketika turun di level nasional tak berdaya. Jika kondisi ini terus dipertahankan, akan berpengaruh terhadap lambatnya perkembangan catur Bali,” demikian Ketut Suwandi.

 

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Bupati Sanjaya Perjuangkan Fasilitas Kesehatan Tabanan ke Pusat

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan tancap gas memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan hingga ke tingkat pusat. Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya secara langsung melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hilirisasi Bandeng, Buleleng Bidik Pasar Dunia

balitribune.co.id I Singaraja - Para pembudidaya dan pengusaha perikanan di kawasan Buleleng Barat, Bali, kini tengah melakukan langkah transformasi besar. Tidak lagi sekedar mengandalkan ekspor benih ikan bandeng (nener), mereka kini merambah ke tahap hilirisasi melalui pembesaran bandeng kelas premium tersentral yang ditargetkan mampu menembus pasar internasional.

Baca Selengkapnya icon click

Kuliner Wisata Bali Dituntut Utamakan Higienitas

balitribune.co.id I Tabanan - Keberadaan kuliner Bali di tempat-tempat wisata di Pulau Dewata sangat diperlukan wisatawan. Selain untuk mengobati rasa lapar setelah lelah mengeksplor destinasi wisata yang dikunjungi, kuliner Bali sebagai salah satu cara mengenalkan keunikan yang ada di pulau ini. Sehingga wisatawan dapat merasakan secara langsung nikmatnya kuliner Bali yang dibuat dengan bumbu-bumbu lengkap ala masyarakat Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

TPA Peh Overload, Jembrana Wajibkan Teba

balitribune.co.id I Negara - Hingga kini persoalan penanganan sampah juga menjadi persoalan yang pelik di Jembrana. Terlebih dengan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh kini kondisinya sudah semakin over kapasitas. Penanganan sampah bahkan kini justru dititikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat hingga di pedesaan untuk mengelola mandiri sampah di lahan masing-masing.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.