Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Korban Keracunan Nasi Kotak Masih Dirawat di Rumah Sakit

KERACUNAN
PEMERIKSAAN – Salah seorang korban masih dirawat di Rumah Sakit, dan Rohayani Selamet (55) pengusaha katering sedang menjalani pemeriksaa.

BALI TRIBUNE - Korban akibat keracunan nasi kotak yang dibagikan usai acara pelepasan siswa TK Negeri Pembina di Patemon, Kecamatan Seririt, Kamis (8/6), masih mendapat perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Rata-rata mereka  mengalami gejala mual, muntah hingga buang air besar setelah mengkonsumsi makanan nasi kotak berupa nasi berisi lauk pauk mie dan daging ayam.

Data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Jumat (9/6), menyebutkan  dari 116 korban keracunan nasi kotak yang diopname di RS Pratama Tangguwisa, Seririt, RSUD Kabupaten Buleleng di Singaraja dan RSU Kertha Usada Singaraja sebanyak 43 pasien. Rinciannya,di RS Pratama Tangguwisia 24 pasien dewasa dan 15 anak-anak; di RSUD Kabupaten Buleleng  satu pasien dewasa serta di RSU Kertha Usada satu orang pasien dewasa dan dua pasien anak-anak.

Dikonfirmasi, Jumat (9/6), Kepala Bidang PAUD dan PNF, Disdikpora Buleleng,  Dra. Nengah Pujiani, mengatakan,sekitar 12 pasien korban akibat keracunan nasi kotak masih menjalani perawatan disejumlah rumah sakit. ”Yang masih dirawat di rumah sakit enam orang dewasa lima anak-anak TK dan satu bayi,” terang Pujiani.

Sebelumnya,ratusan warga mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap nasi kotak diacara perpisahan di TK Negeri Pembina Seririt di Desa Petemon,Kecamatan Seririt, Kamis (8/6). Informasi yang dihimpun menyebutkan, keracunan massal ini bermula dari acara perpisahan anak-anak TK Negeri Pembina di Desa Patemon.  Nasi kotak pun dibagikan saat acara itu sekitar pukul 10.00 wita.Bahkan kabarnya ada yang membawa pulang nasi kotak yang berisi lauk ayam goreng, telor rebus, sambal dan mie instan, untuk disantap bersama keluarganya di rumah.

Setelah peristiwa itu kepolisian Sektor Seririt memeriksa sejumlah orang yang menjadi saksi termasuk kepala Sekolah TK Negeri Pembina Luh Putu Suryani bersama sejumlah guru.Bahkan hingga tukang masak tempat memesan nasi juga sudah dilakukan pemeriksaan.Semua bahan tersisa dari rumah pengusaha catering Rohyanai Selamet (55) warga Dusun Melanting,Desa Banjar,Kecamatan Banjar disita untuk menjadi barang bukti.

Kapolsek Seririt Kompol Loudwyk Tapilaha dalam keterangannya mengatakan,saat ini penyidik tengah mendalami peristiwa dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa dan anggota masyarakat di Desa Petemon. ”Kami  tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan dugaan keracunan massal di Seririt,” jelasnya.

Barang bukti berupa mie instan dan sejumlah bahakan makanan lainnya sudah diserahkan ke Labforensik untuk dilakukan penyelidikan. ”Hasilnya belum kami kantongi yang jelas peristiwa ini masih kami dalami termasuk menunggu hasil dari labfor,” tandasnya.

wartawan
Khairil Anwar
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tewasnya Desak Gayatri di Moskow Ungkap Risiko Fatal Berangkat Non-Prosedural

balitribune.co.id | Singaraja - Desak Komang Ayu Gayatri, pekerja migran asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, meninggal dunia saat bekerja di Kota Moskow, Rusia. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, Desak Gaytari meninggal dalam peristiwa kebakaran yang terjadi ditempatnya bekerja.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.