Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

KPPAD Bali Soroti Disiplin Siswa saat Belajar Tatap Muka

Bali Tribune/ KERUMUNAN – Suasana kerumuan siswa usai simulasi belajar tetap muka di Gianayar.
Balitribune.co.id | Gianyar - Penerapan Sekolah tap muka yanng rencanakan akan digelar awal Tahun 2021, masih membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Walau pun di dalam lingkungan sekolah penerapakan protokol kesehatan dilaksankan dengan baik, namun saat datang maupun pulang sekolah dengan kebiasaan berbaur sulit ditertibkan.  Bahkan, siswa cenderung berkerumun dan tidak lagi disiplin menjalankan prokes. 
 
Hal ini menjadi catatan serius   Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali. Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Made Ariasa, Rabu (23/12), mengungkapkan, dari laporan yang diterimanya,  saat pulag sekolah kerumunan siswa di depan sekolah menjadi pemandangan yang memprihatinkan. Kerumunan siswa tidak terhindarkan, bahkan kemacetan lalu lintas pun tak terhindarkan. Saya sendiri juga memantau memantau sambil lewat di beberapa sekolah, melihat kondisi yang sama,” ujar Ariasa.
 
Disebutkan, beberapa sekolah sudah melakukan simulasi, maupun saat penerimaan raport. Namun masih perlu ada hal-hal yang harus diperhatikan  oleh seluruh komponen sekolah mulai dari pihak sekolah. Orang tua maupun pemerintah. Pihakanya pun  melihat banyak hal belum mampu menerapkan protokol kesehatan. Terutama menjaga jarak. “Kalau mau jujur harus diakui semua belum siap dengan disiplin ketat penerapan Prokes yang betul-betul bisa mencegah berbagai resiko peluang penularan Covid-19,” tegasnya.
 
Atas kondisi ini, pihaknya mengajak untuk meningkatkan pengawasan disiplim 3M. Mulai dari disiplin pakai masker, cuci tangan pake sabun dan yang paling penting  tidak berkerumun dengan menjaga jarak. Baginya, ada beberapa alasan kenapa siswa atau seumuran pelajar tidak perlu di-rapid tes. Para siswa sementara waktu masih cukup tahan dengan resiko terpapar karena secara alami, imun aktif masih kuat. “ Namun perlu diantisipasi, siswa ini berpotensi jadi transmiter, atau pembawa virus kepada orang tua atau keluarga lain yang rentan di rumah maupun lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
 
Karena itu, pihaknya berharap semua pihak menyadari resiko ke depannya. Di satu sisi, belajar tatap muka ini perlu dilakukan untuk mendorong penerapan belajar mengajar sesuai kurikulum yang ada. Semua pihak juga diminta saling mengingatkan. “Mulai dari orang tua, para siswa, seluruh unsur sekolah dan pemerintah untuk terus melakukan perbaikan yang masih kurang ke depannya,” desaknya.
 
Lanjutnya, secara umum, pelaksanaan simulasi di kelas sudah berjalan baik. Dari pantauan KPPAD Bali, siswa telah mengenakan masker saat belajar dan pihak sekolah juga menyediakan wastafel untuk mencuci tangan. “tingkat disiplin anak harus dievaluasi sehingga pelaksanaan belajar tatap muka pada Januari 2021 terlaksana lebih baik,” harapnya. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.