Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Krisis Air Akibat Kemarau Panjang, Warga Kubu Mengorek Rembesan Air Pipa Induk

Bali Tribune/ CARI AIR - Seorang warga mengorek rembesan air dari salah satu bak pantau di Jalan Raya Kubu.

balitribune.co.id | Amlapura - Memasuki musim kemarau, warga di sejumlah desa di Kecamatan Kubu, Karangasem, mulai mengalami krisis air bersih menyusul air hujan yang mereka tampung dalam cubang selama musim hujan sudah habis.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya sumber mata air yang bisa mereka manfaatkan, utamanya warga yang berada di pegunungan, seperti di Desa Pedahan, Muntigunung, dan di Desa Ban.

Krisis air bersih juga dialami oleh sejumlah warga di Desa Tulamben, utamanya warga miskin yang tidak mampu mengamprah atau membayar sambungan air bersih PDAM. I Wayan Tunas salah satu warga Banjar Bluhu Kauh, Desa Tulamben, bahkan harus mengorek rembesan dari bak pantau pipa induk PDAM yang berada di pinggir Jalan Raya Kubu.

Ketika ditemui media ini di salah satu bak pantau pipa induk tersebut, Wayan Tunas tampak sangat sabar menunggu air rembesan dari pipa induk tersebut meninggi hingga bisa disendok menggunakan gayung plastik dari potongan jirigen kecil berwarna putih. Dari kondisi air rembesan pipa induk yang berhassil ditampungnya dalam ember bekas cat tembok tersebut, memang cukup keruh dan sangat tidak layak untuk dikonsumsi.

Ketika ditanya, Wayan Tunas juga mengaku jika air rembesan dalam dua ember galon cat tembok yang diperolehnya itu hanya dia pergunakan untuk mandi dan minum ternak sapinya. “Ten Pak, niki anggen tiang manjus sareng minum banteng, yen untuk anggen masak sareng minum tiang nunas ring warga deriki (Tidak Pak, air ini saya pakai untuk mandi dan minum sapi, kalau untuk memasak dan minum saya minta sama warga disini),” ungkap Wayan Tunas.

Kendati demikian, air rembesan yang berhasil dia tampung dalam dua jam tersebut sangat berharga, sebab jika tidak ada air tersebut, sapi peliharaannya bisa mati dan dia tidak bisa mandi. “Tiang ten mampu yening ngamprah ledeng, (Saya tidak mampu kalau membayar sambungan air PDAM,red),” kesahnya, sembari mengatakan untuk dua ember air yang dia tampung selama hampir dua jam tersebut, dia juga harus berjalan kaki hampir satu kilometer.

Kekeringan dan kesulitan air bersih juga dialami oleh warga beberapa dusun di Desa Pedahan, sejak air hujan yang mereka tampung dalam cubang habis dan mengering, kini warga di desa ini harus berjuang keras untuk mendapatkan air bersih termasuk dengan membeli air bersih dari mobil tangki air. Harganya pun bervariasi tergantung lokasi dan medan. Untuk di areal bawah harga air bersih masih berkisar Rp 150.000 pertangkinya, sementara kalau di daerah atas atau pegunungan harga air bisa menca[ai Rp 300.000 pertangkinya.

 “Saya belinya Rp. 150.000 pertangkinya. Untuk satu tangki ini saya pakai selama 14-20 hari untuk memasak, minum dan MCK. Kalau pas air di cubang habis dan saya tidak punya uang ya terpaksa harus turun naik motor ke salah satu bak yang ada di bawah,” ujar Nyoman Maryadi, warga Banjar Moncol, Desa Pedahan, Kubu.

I Nyoman Musna Antara, tokoh masyarakat Kecamatan Kubu, yang juga anggota DPRD Karangasem, kepada media ini membenarkan terkait kesulitan air bersih yang mulai dialami warga di Kecamatan Kubu, khususnya yang tinggal di daerah atas atau di pegunungan. Diakuinya harga air bersih pertangki di daerah atas itu bahkan bisa mencapai Rp 400.000 pertangkinya.

Terkait masalah air bersih ini, pada masa pemerintahan Bupati I Wayan Geredeg sebenarnya sudah dibangun tiga reservoar untuk penampungan air dari pipa aliran air Sungai Telagawaja, Kecamatan Rendang. Reservoar tersebut di bangun di beberapa titik di Desa Tianyar Tengah, hanya saja sampai saat ini reservoar tersebut belum teraliri air telaga waja, entah apa kendala dan alasannya.

“Kami secara informal sudah sempat berkomunikasi dengan pihak Balai Air, sebenarnya hanya tinggal membuat bak atau katup pelepasan untuk mengurangi tekanan air yang sangat tinggi dari pipa. Nah sebenarnya sudah ditentukan juga titik bak pelepasannya, salah satunyan di Desa Sibetan, Bebandem,” lontar Nyoman Musna Antara.

Namun entah apa kendalanya sampai saat ini belum dilaksanakan oleh pemerintahan saat ini. Padahal menurut dia tinggal pembebasan lahan dan membangun bak pelepasannya saja. Jika itu sudah di bangun, maka menurutnya masalah air bersih di Kecamatan Kubu yakin bisa tertuntaskan dengan baik. Secara otomatis juga kata dia, akan berdampak pada peningkatan aktifitas perekonomian masyarakat di Kecamatan Kubu. Mengingat sejak puluhan tahun masalah yang dialami warga di Kubu adalah kekeringan dan kesulitan air bersih.

wartawan
AGS
Category

Kemajuan Bangli Dipacu, DPRD dan Pemkab Sepakat Majukan Tiga Raperda Strategis

balitribune.co.id | Bangli - Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya memajukan daerah. Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangli, Jumat (26/9), di mana Pemerintah Daerah memberikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sangat penting.

Baca Selengkapnya icon click

Employee Volunteering BPJS Ketenagakerjaan Gianyar Mendorong Perilaku Masyarakat ke Gaya Hidup Berkelanjutan

ballitribune.co.id | Gianyar - Sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengutamakan kebersihan dan perilaku bertanggungjawab terhadap lingkungan, masyarakat diajak turutserta dalam kegiatan bersih-bersih di Pantai Purnama Banjar Lumpang Telabah Desa Sukawati Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar beberapa waktu lalu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wabup Pandu Apresiasi Paskibraka Karangasem 2025, Kunjungi Akademi Militer Magelang

balitribune.co.id | Amlapura - Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Paskibraka Kabupaten Karangasem Tahun 2025 atas dedikasi, disiplin, dan semangat nasionalisme mereka dalam melaksanakan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih pada Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025 lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Agustus, Penjualan Ritel Bulanan Suzuki Tertinggi 2025

balitribune.co.id | Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menorehkan capaian gemilang pada Agustus 2025 dengan penjualan ritel mobil mencapai 5.700 unit. Angka ini tercatat sebagai rekor bulanan tertinggi Suzuki sepanjang tahun 2025, sekaligus menunjukkan pertumbuhan positif 5% secara tahunan (YoY) dan kenaikan 4% dibandingkan Juli 2025. Performa tersebut mempertegas konsistensi strategi perusahaan dalam menjawab kebutuhan konsumen Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kaji Pemagaran, Pemkab Badung Pastikan Jalan Timur GWK adalah Jalan Kabupaten

balitribune.co.id | Mangupura - Penutupan jalan warga Banjar Adat Giri Dharma, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan oleh manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi sorotan. Belakangan terungkap bahwa jalan yang ditembok GWK tersebut sudah dihibahkan ke Pemkab Badung sehingga jalan tersebut semestinya sudah menjadi jalan milik Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Genjot Ekowisata Berkelanjutan, ITDC Lepas Ratusan Tukik Libatkan Wisatawan

balitribune.co.id | Nusa Dua  - Komunitas lingkungan, wisatawan domestik maupun mancanegara hingga masyarakat desa penyangga kawasan pariwisata dilibatkan dalam menjaga ekosistem pantai di Nusa Dua Kabupaten Badung. Dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Nusa Dua dilakukan dengan kolaborasi lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.