Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kukuhkan Pengurus PATA Bali Nusra, Wagub Cok Ace Ajak Menata Pariwisata dengan Menjaga Tiga Modal Utama

Bali Tribune / PENGURUS - Wagub Cok Ace saat mengukuhkan Pengurus Pacific Asia Travel Association (PATA) Bali dan Nusra Chapter Periode 2022-2027

balitribune.co.id | DenpasarWakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menegaskan, pengembangan pariwisata yang berpotensi merusak alam, budaya dan manusia Bali sudah saatnya dievaluasi dan dihentikan. Pariwisata yang dikembangkan kedepan harus berpihak pada pelestarian alam, penguatan budaya dan peningkatan kualitas manusia Bali. Hal itu disampaikannya saat membuka rapat tahunan yang dirangkai dengan Pengukuhan Pengurus Pacific Asia Travel Association (PATA) Bali dan Nusra Chapter Periode 2022-2027 di Art Gallery Griya Santrian Sanur, Kamis (22/9).

Sebagai bahan evaluasi, pihaknya mengajak para peserta yang hadir untuk menyegarkan kembali ingatan tentang cikal bakal pengembangan sektor pariwisata melalui sejarah sangat panjang, melewati beberapa fase. Merujuk catatan sejarah, tiga kawasan yang menjadi cikal bakal pariwisata Bali adalah Sanur yang mewakili kawasan pantai, Ubud mewakili pedesaan dan Sidemen mewakili kawasan pegunungan. Mencermati hal itu, Wagub Cok Ace menyebut pengembangan pariwisata sebelum kemerdekaan sebagai fase satu.

Kemudian, pesona Bali makin dikenal saat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika tahun 1960. Dimana Presiden RI Soekarno saat itu mengundang tokoh dunia datang ke Bali dan banyak ditulis oleh media asing. Menangkap fenomena itu, Presiden Soekarno kemudian berhasil menaikkan status Bandara Ngurah Rai sebagai bandara internasional.  

Fase berikutnya adalah periode 1960 hingga 1980, ditandai dengan pembangunan Hotel Bali Beach di Sanur dan kawasan khusus Nusa Dua. “Kenapa dikembangkan Nusa Dua sebagai kawasan khusus, karena saat itu mulai timbul kekhawatiran terjadinya kehancuran alam dan budaya jika pengembangan pariwisata tidak diatur. Dilokalisir di Nusa Dua, dengan harapan tak merusak tatanan budaya Bali. Ini bisa dikatakan fase mencari bentuk,” urainya. 

Selanjutnya pada periode 1980 hingga 2000, Wagub yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali mengatakan pariwisata ada di persimpangan. Hal ini disebabkan pesatnya perkembangan sektor pariwisata yang mulai memicu masifnya alih fungsi lahan. “Kita ada dalam persimpangan, mau bertahan dengan pertanian atau pariwisata,” imbuhnya.

Setelah tahun 2000 hingga menjelang hantaman pandemi Covid-19, secara kuantitatif jumlah kunjungan wisatawan ke Bali memang cenderung bertambah. Namun di balik semua itu, sesungguhnya pariwisata Bali menuju redup. “Kita bangga jumlah kunjungan menyentuh angka 6,5 juta. Namun sejatinya jumlah kunjungan wisatawan tak bisa dijadikan satu-satunya ukuran kemajuan Bali. Karena buktinya, pertumbuhan ekonomi Bali yang disupport sektor pariwisata tak dibarengi dengan peningkatan signifikan pada indeks pembangunan manusia,” bebernya. 

Ia mengajak semua komponen membuka mata tentang apa yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakat Bali. Menurutnya, kesenjangan pertumbuhan ekonomi adalah persoalan serius, jika dibiarkan lambat laun akan semakin meminggirkan posisi manusia Bali. Sejatinya daerah Bali telah beberapa kali diingatkan tentang rapuhnya sektor pariwisata. Ada kejadian Bom Bali 1 dan 2, dimana kala itu pariwisata pulih dalam waktu relatif cepat. Lalu, pandemi Covid-19 yang disebutnya sebagai proses penyadaran terakhir untuk melakukan introspeksi diri. “Mari kita lakukan evaluasi secara menyeluruh, arah pengembangan pariwisata Bali kedepan. Apakah yang dikembangkan selama ini sudah dalam track yang benar,” tanyanya. 

Dalam penataan pariwisata Bali kedepan, Guru Besar ISI Denpasar ini mengajak seluruh komponen untuk berpedoman pada komitmen menjaga tiga modal utama yaitu alam, budaya dan manusia Bali. “Selamatkan alam, budaya dan manusianya, karena hanya itu kekayaan yang kita punya. Kalau kita sadar kalau pengembangan pariwisata merusak tiga hal itu, sebaiknya segera hentikan,” tegas Cok Ace. 

Ia mencontohkan sejumlah kejadian miris yang sudah tidak bisa ditolerir seperti adanya turis asing yang tawuran di Bali. “Kalau berpotensi merusak Bali, memang harus dipulangkan. Kalau merusak, jangan dibiarkan,” tambahnya. 

Terkait dengan rapat tahunan dan pengukuhan pengurus yang dilaksanakan PATA Bali dan Nusa Tenggara Chapter, ia menyampaikan apresiasi dan berharap organisasi ini mendukung pemerintah dalam mengimplementasikan sejumlah regulasi yang telah dirancang, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata kedepan. Wagub Cok Ace menyampaikan terima kasih kepada pelaku pariwisata yang telah bersabar menghadapi situasi ketidakpastian karena dampak pandemi Covid-19. Sekalipun belum pulih seratus persen, namun menurutnya pariwisata Bali saat ini telah mengalami peningkatan cukup signifikan. "Kita tengah menuju pintu gerbang kemerdekaan pariwisata pascapandemi,” ungkapnya. 

Cok Ace juga menyambut baik pengukuhan pengurus PATA Bali dan Nusa Tenggara Chapter. Ketua PATA Bali dan Nusa Tenggara Chapter, IB Gede Sidharta Putra menyampaikan akan berkomitmen memberi kontribusi nyata bagi langkah pengembangan pariwisata Bali kedepan. Kegiatan pengukuhan pengurus diisi dengan talkshow dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Ketua BTB/GIPI Bali IB Agung Partha Adnyana, Tokoh Pariwisata IB Ngurah Wijaya dan Direktur PT Bali Coklat IB Nama Rupa. Ida Bagus Sidartha berharap ketiga pembicara dalam memberi sumbang pikiran tentang arah kebijakan pembangunan pariwisata Bali kedepan.

wartawan
YUE
Category

Sengketa Villa di Nusa Dua, Pembayaran Belum Lunas, Penghuni Enggan Angkat Kaki

balitribune.co.id | Mangupura - Polemik terkait Villa Dom di kawasan Nusa Dua Highland, Benoa, Kuta Selatan, yang sempat viral akibat aksi perusakan gerbang properti, kini mulai menemui titik terang. Pihak pemilik villa, Ita SP, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukannya didasarkan pada landasan hukum kuat menyusul adanya dugaan wanprestasi (cidera janji) dari pihak pembeli.

Baca Selengkapnya icon click

Jaya Negara-Arya Wibawa Ucapkan Selamat Galungan dan Kuningan

balitribune.co.id I Denpasar - Umat Hindu bersiap merayakan kemenangan dharma melawan adharma melalui Hari Suci Galungan yang jatuh pada Rabu (17/6/2026) dan Hari Suci Kuningan pada Sabtu (27/6/2026) mendatang. 

Menyambut hari raya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar telah menggelar berbagai program strategis, mulai dari pasar murah, bazar pangan, hingga pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Duta Kota Denpasar Pukau Pengunjung Peed Aya PKB 2026

balitribune.co.id I Denpasar - Duta Kesenian Kota Denpasar tampil memukau dalam Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di kawasan Monumen Bajra Sandi, Renon, Sabtu (13/6). Pawai seni tahunan ini dibuka resmi oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, bersama Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati.

Baca Selengkapnya icon click

Sukses Perbaiki Peringkat, Jembrana Melesat ke Peringkat 7 Porjar Bali 2026

balitribune.co.id I Negara - Sinergi antara pemerintah, atlet dan cabang olah raga (cabor), dan masyarakat mebuahkan hasil positif. Setelah tiga tahun berturut-turut (2023 - 2025) tertahan di peringkat ke-9 atau posisi buncit, tahun 2026 ini Kabupaten Jembrana sukses berhasil naik peringkat ke-7 se-Provinsi Bali dalam ajang Pekan Olah Raga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perjuangkan Peningkatan Alkes dan Gedung UGD Baru, Bupati Gus Par Intensifkan Lobi ke Pusat

balitribune.co.id I Amlapura - Komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem di bawah kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bukan sekadar wacana. Melalui strategi jemput bola dan komunikasi intensif ke pemerintah pusat, berbagai program strategis kini mulai membuahkan hasil positif demi kemajuan pelayanan di Bumi Tanah Aron.

Baca Selengkapnya icon click

Pemerintah Kamboja Studi Pengelolaan Sampah Gianyar

balitribune.co.id I Gianyar - Kebijakan dan implementasi pengelolaan sampah yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Gianyar menjadi lirikan pemerintahan negara sahabat, terutama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menerima studi kunjungan pengelolaan sampah dari delegasi Pemerintah Kamboja, di Ruang Sidang I Kantor Bupati Gianyar, Jumat (12/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.