Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lagi, WNA Duduk di Pelinggih Pura

Bali Tribune/ DUDUK – Seorang bule perempuan tanpak duduk di pelinggih Pura Gede Luhur Batungaus, Desa Cemangi.
Balitribune.co.id | Mangupura - Warga Negara Asing (WNA) kembali berbuat ulah dengan duduk di sebuah pelinggih yang diketahui Pura Gede Luhur Batungaus, berlokasi di kawasan Pantai Mengening, Desa Cemagi, Kecamatan Kuta Utara. Foto bule berjenis kelamin perempuan duduk di pelinggih tersebut sempat membuat heboh dunia maya.
 
Atas peristiwa tersebut, pihak desa adat setempat pun mengaku akan segera menggelar upacara penyucian “mecaru” di pura setempat.
 
Kepala Desa Cemagi, Ketut Wirama membenarkan bahwa lokasi bule duduk di pelinggih itu berada di Pura Gede Luhur Batungaus. Pihaknya mengaku masih terus mengusut insiden tersebut.
“Kami pastikan itu di Pura Gede Luhur Batungaus Desa Adat Cemagi,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (24/6/2020).
 
Kepastian itu diperoleh dari rekaman CCTv. Selain memastikan wajah si WNA, pihaknya juga sudah mengetahui sepeda motor yang dibawanya. “Dari pengecekan CCTv memang benar. Kami sudah mengetahui WNA dan motornya. Pihak desa adat dan pecalang masih melakukan pencarian,” kata Wirama, sembari ingin memastikan bahwa WNA tersebut gila atau tidak.
 
“Padahal sudah ada tulisan larangan masuk ke areal pura dengan bahasa Bali, Indonesia dan Inggris. Kok, dia tetap masuk dan duduk di pelinggih sana,” jelasnya.
 
Wirama juga memastikan bahwa saat kejadian pintu masuk pura sudah digembok. Artinya, WNA tersebut masuk sampai duduk di atas pelinggih setelah melompati tembok penyengker.  “Biar tidak terulang lagi, WNA tersebut sedang dicari,” tegasnya.
 
Menyikapi kejadian tersebut secara niskala pihak desa adat setempat akan melakukan upacara penyucian berupa pecaruan. Menurut rencana ritual pecaruan akan dilaksanakan pada rahina Kajeng Kliwon pada hari Minggu mendatang. 
 
“Mungkin hari Minggu ini kita akan melakukan pecaruan,” paparnya.
 
Selain secara niskala, pihaknya juga akan memperketat aturan masuk ke areal tempat suci. “Dengan kejadian ini tentu kita akan perketat pengawasan masuk ke tempat suci. Untuk kejadian ini masih kita telusuri apa karena dia tidak tahu atau karena gila. Karena kalau dia lama di Bali pasti ngerti,” tukasnya sembari menambahkan kemungkinan besar WNA ini naik ke pelinggih untuk menyaksikan matahari tenggelam. 
 
Secara terpisah Pemkab Badung melalui Dinas Kebudayaan meminta desa adat melarang wisatawan yang berkunjung masuk kawasan suci atau hingga ke utama mandala pura.
 
"Kami di Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung mengimbau agar bendesa bersama prajuru di seluruh desa adat di Kabupaten Badung agar melarang kunjungan wisatawan ke areal utama mandala pura di wilayahnya, baik pura Khayangan Tiga, Khayangan Desa, Pura Sad Khayangan maupun Dang Khayangan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwitha, Rabu (24/6).
 
Selain itu mantan Camat Petang ini juga meminta penjagaan tempat suci oleh pecalang atau masyarakat ditingkatkan lagi, sehingga tidak ada pengunjung yang masuk kawasaan suci. Selain itu, memasang CCTv pada titik-titik tertentu, seperti pintu masuk pura untuk mengantisipasi keamanan.
 
"Kami juga mengingatkan kepada perangkat desa adat jagra dan jagabhaya dari unsur pecalang dan pakemitan krama di seluruh pura khayangan yang ada di wilayah desa adat. Ini untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk ke areal pura,"  tegasnya.  
wartawan
I Made Darna
Category

OJK-Kemenkes Satukan Langkah, Asuransi Kesehatan Didorong Lebih Terjangkau

balitribune.co.id | Jakartya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memperkuat ekosistem asuransi kesehatan melalui peningkatan koordinasi antara perusahaan asuransi, penyelenggara jaminan kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click

Bangun Etos Kerja dan Kedisiplinan, 100 ASN Pemkab Tabanan Jalani Diklat Bela Negara

balitribune.co.id | Tabanan - Sebanyak 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Angkatan I Tahun 2026 di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) IX/Udayana. Pendidikan dan pelatihan tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 6 hingga 11 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ashram Gandhi Puri Rayakan HUT ke-29 dengan Tiga Cahaya Keteladanan

balitribune.co.id | Semarapura - Ashram Gandhi Puri Sevagram, Klungkung, Bali, memperingati 29 tahun perjalanannya pada 6 September 2026, bersamaan dengan Shantisena Sangha Jayanti. Peringatan tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan 99 tahun kunjungan penyair besar India sekaligus peraih Nobel Sastra, Rabindranath Tagore, ke Bali pada 1927.

Baca Selengkapnya icon click

Mantan Kepala Kanwil BPN Bali Tersangka Pemalsuan Surat Tanah

balitribune.co.id | Denpasar - Kasus dugaan "penyunatan" tanah Pura Dalam Balangan, Jimbaran, memasuki babak baru setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menetapkan mantan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh., M.H., sebagai tersangka.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tertinggal di Start, Rheza Danica Sukses Sabet Podium ARRC Sepang

balitribune.co.id | Jakarta - Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Rheza Danica Ahrens, tampil gemilang dan sukses mengamankan podium ketiga pada kelas Asia Production 250 (AP250) dalam race pertama ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sepang International Circuit, Sabtu (5/9). Di atas Honda CBR250RR, Rheza melakukan aksi penpilan impresif untuk menaklukkan rival-rivalnya meski harus memulai balapan dari posisi start ke-30.

Baca Selengkapnya icon click

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Persembahyangan Tumpek Uye di Pura Jagatnatha

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menghadiri persembahyangan bersama Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar. Perayaan yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Uye ini dimanfaatkan umat Hindu untuk memuliakan hewan sebagai ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menjaga keharmonisan alam dan makhluk hidup.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.