Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lansia di Bali Terima Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

Bali Tribune/ usai disuntik vaksin, Wagub Cok Ace menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19
balitribune.co.id | Denpasar - Vaksinasi tahap kedua di Bali menyasar sebanyak 663.169 orang yang adalah lansia 340.683 sasaran, pendidik 79.185 sasaran, pedagang pasar 75.757 sasaran, tokoh agama 1.240 sasaran, DPRD 411 sasaran, dan aparatur sipil negara (ASN) 54.444 sasaran. Selain itu, aparat keamanan 23.201 sasaran, pelayanan publik 53.582 sasaran, transportasi publik 27.554 sasaran, atlet 50 sasaran, serta petugas pariwisata, hotel, dan restoran sebanyak 7.062 sasaran.
 
 
Kali ini Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menerima suntikan vaksin Covid-19 sekaligus menandai tahap kedua program vaksinasi di Provinsi Bali yang berlangsung di RS Bali Mandara (RSBM), Sanur, Denpasar, Rabu (24/2) siang. 
 
 
Pria yang akrab disapa Cok Ace ini mengaku bersyukur diberikan kesempatan untuk mendapatkan vaksin tahap kedua yang secara prioritas akan menyasar masyarakat kategori lansia tersebut. Kata dia, banyak yang membayangkan vaksin Covid-19 untuk lansia itu menakutkan. "Tetapi setelah diikuti prosesnya aman-aman saja,” tegasnya.
 
 
Ia mengaku tidak ada gejala mual, pusing, dan semua baik-baik saja. Pada kesempatan itu Cok Ace mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengikuti proses vaksinasi Covid-19 yang diprogramkan pemerintah dan mendukung penuh upaya pemulihan pasca pandemi. "Ngiring divaksin, agar Bali gelis aman dan sehat,” ajaknya. 
 
 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menjelaskan bahwa vaksinasi tahap kedua tersebut utamanya akan menyasar para lansia dan sektor pelayanan publik. “Bisa pejabat negara, anggota dewan, ASN, pelaku pariwisata hingga pedagang pasar, semuanya masuk kategori pelayan publik. Semua harus turut divaksin agar lebih aman dan imun terhadap Covid-19,” kata Suarjaya.
 
 
Ia menjelaskan, orang yang telah divaksin kemungkinan terinfeksi Covid-19-nya tiga kali lebih rendah dari orang yang tidak memperoleh vaksin. Orang yang sudah divaksin juga kemungkinannya tiga kali lebih ringan efeknya jika terinfeksi Covid-19. 
 
 
"Namun walaupun sudah divaksin harus digarisbawahi masih harus tetap mengikuti protokol kesehatan, tetap tidak boleh abai,” tegasnya. Mengingat, vaksin ini adalah untuk memberikan kekebalan pada setiap orang dan masyarakat agar memiliki kekebalan komunitas atau herd imunity.
 
 
Suarjaya juga memaparkan, untuk mencapai tingkat imunitas tertinggi, dari penelitian yang telah dilakukan butuh waktu selama 4 minggu sejak vaksin disuntikkan. Selain Cok Ace, Gubernur Bali periode 1998-2003 dan 2003-2008 Dewa Made Beratha juga hadir menerima dosis vaksin berjenis Sinovac yang dikirim PT Biofarma tersebut. 
 
 
Sebelum mendapatkan suntikan vaksin, para penerima akan diarahkan dahulu untuk mengecek kondisi tubuh serta mendapatkan proses screening untuk mengetahui riwayat kesehatan serta alergi yang dimiliki. Setelah proses penyuntikan, penerima vaksin akan menjalani proses observasi selama 30 menit untuk melihat ada tidaknya efek samping terhadap penerima. 
wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.