Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Latihan Bereskalator, Dua Pedagang Terpeleset

Bali Tribune/ ESKALATOR - Para pedagang saat mencoba eskalator di Pasar Rakyat Gianyar.



balitribune.co.id | Gianyar - Wajah sumringah para pedagang saat memasuki Pasar Rakyat Gianyar serangkaian Sosialisasi, Senin (22/11/2021), diwarnai kejadian unik. Ada teriakan lantaran dua pedagang terpeleset saat mencoba tangga eskalator. Meski tidak tidak menimbulkan luka, kejadian ini menjadi perhatian para pedagang, lantaran harus beradaptasi dengan lingkungan barunya yang megah.

Hari itu, agendanya para pedagang melihat situasi pasar yang baru, sebelum menempati kios/los tempat berjualan. Sebanyak 402 pedagang Sembako, buah, sayur dan daging diberikan sosialisasi mengenai tempat yang akan digunakan sebagai tempat berjualan. Sosialisasi ini dilaksanakan dalan tiga tahap dari sekitar 1.300 pedagang. Sosialisasi dipimpin langsung Kabid Pasar, Krisna. Kepada pedagang diberikan penjelasan terkait toko dan kios terkait tempat berjualan, baik kebersihan, keadaan darurat, areal jualan, tempat loading barang dan penjelasan lain.

Hal yang menggelitik terjadi saat pedagang mencoba eskalator di dalam pasar. Puluhan pedagang mengaku belum pernah naik eskalator dan takut terjatuh. Dan benar saja, saat uji coba, ada dua pedagang yang terpeleset saat mencoba esalator menurun. Teriakan pedagang lainnya pun sempat  menarik perhatian.  Syukurnya tidak ada yang terluka dalam uji coba tersebut.  Dengan harapan  ada banyak waktu dan kesempatan untuk belajar naik eskalator.

Di sela-sela sosialisasi kepada pedagang, Kepala UPT Pasar Gianyar Nengah Arnawa menyebutkan, sosialisasi dibagi dalam tiga tahap. Setelah nanti diadakan sosialisasi akan dilanjutkan dengan pengundian tempat berjualan yang sebelumnya diawali dengan peresmian pasar. "Sosialisasi tahap pertama kepada pedagang Sembako, buah, sayur dan daging, besok ke toko dan kios," jelas Arnawa.

Pedagang sayur, Zubaidah menyebutkan pasar sekarang sangat mewah dan benar-benar bagus. Dikatakannya, kedepannya pedagang harus mampu menjaga kebersihan tempat berjualan. "Namun sayang tempatnya kekecilan dari tempat berdagang sebelumnya," jelas Zubaidah.

Sementara itu, puluhan pedagang lainnya mencoba naik escalator dan disemangati petugas sosialisasi. Pedagang buah, Nyoman Nurati sampai berkaca-kaca melihat kemegahan pasar saat ini. Bahkan dirinya mengaku sama sekali tidak pernah naik escalator semasa hidupnya. "Saya tidak pernah naik tangga jalan itu, gimana caranya pak?" tanya Nurati sambil berdiri di depan escalator. 

wartawan
ATA
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.