Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lestarikan Budaya Lewat Lomba Mebat

MEBAT - Peserta lomba mebat HUT STT Bhuana Werdi Banjar Kawan Bangli.

BALI TRIBUNE - Memeriahkan Hari Ulang Tahun sekaligus pergantian pengurus Seke Teruana Teruni (STT) Bhuana Werdi Banjar/Kelurahan Kawan Bangli dilangsungkan berbagai perlombaan. Salah satunya lomba mebat, pesertanya dari masing-masing tempek, di Balai masyarakat adat  Kawan, Minggu (17/6).

Ketua STT Bhuana Werdi Banjar Kawan I Gde Bawa mengungkapkan memeriahkan HUT ke-29 STT Bhuana Werdi dilangsungkan berbagai lomba, salah satunya lomba mebat yang persertanya melibatkan anggota STT  dari masing-masing tempek. “Ada lima tempek dibanjar adat Kawan yakni tempek kangin,tengah kauh, kelod, kaje,” ujarnya. Adapun  lomba mengambil tema ”Lawar, sate dan komoh kekinian rasa generasi milineal,” yang artinya mempertahankan tradisi ditengah  era milinial dan globalisasi di zaman digital ini. 

Setiap perserta wajib membuat hidangan sate, lawar dan komoh. Untuk jenis lawar yang wajib dibuat yakni lawar nangka, belimbing, anyang, nyuh dan telor. Sedangkan untuk jenis sate yakni sate kebek, lembat asem dan lilit.

Penilian akan dilakukan oleh tim juri yang beranggota lima orang, empat orang juri perwakilan dari masing-masing tempek yang merupakan  juru ebat di pura, dan satu dewan juri kehormatan. “Juri kehormatan kami tunjuk I Wayan Wedana,” ungkap I Gde Bawa.

Papar I Gde Bawa terkait bahan yang diolah, disiapkan oleh masing-masing peserta, baik itu untuk bumbu maupun daging yang akan diolah. Untuk daging yang diolah berkisar 5 - 10 Kg per tempek. ”Panitia tidak membatasi berat daging yang diolah, tapi minimal bisa disajikan untuk 50-60 orang,” jelas I Gde Bawa sekaligus sebagai ketua panitia lomba. 

Lomba ini juga bertujuan sebagai pembekalan bagi generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus dalam tatatan adat. “Kegiatan ini sangat postif seabgai bentuk pembelajaran bagi generasi muda dan untuk menambah rasa persaudaraan anatra anggota STT,” ujarnya seraya menambahkan untuk lomba diikuti sekitar 350 orang dari total jumlah anggota STT sebanyak  hampir 400 anggota.

Panitia menyiapkan piala bergilir dan piagam. “Untuk lomba mebat rutin akan dilaksanakan setipa tahunya,” jelasnya. Di akhir acara akan diisi dengan makan bersama, dimana  hasil olahan  saling tukar sehingga bisa merasakan olahan dari tempek yang lain.

Dewan juri kehormatan I Wayan Wedana mengatakan, kriteria penilaian dilihat dari berbagai aspek di anataranya dari penyajian, kehiginisan saat mengolah, cita rasa dan kekompakan dalam mengolah. ”Kami sangat mengapresiasi kegiatan lomba ini, selain bertujuan untuk melesatrikan budaya juga sebagai wadah mempererat  rasa persaudaraan antar anggota STT,” ujar pria yang juga anggota DPRD Bangli ini.

wartawan
Agung Samudra
Category

Terpukau Goyangan Artis saat Konser Festival Semarapura, Warga Tak Sadar Tas Gendong Dirobek Begal

balitribune.co.id I Semarapura - Nasib kurang beruntung dialami Ketut Gde Bagus Putra Pande Dwiyasa (19) asal Dusun Pangi Kawan, Desa Pikat  Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung saat menyaksikan konser Festival Semarapura, Jumat (1/5/2026) malam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Piodalan di Pura Samuantiga, Krama Istri Bergilir Kelola Sampah

balitribune.co.id I Gianyar - Tidak hanya dalam urusan kelengkapan upacara,  krama istri pengempon pura Samuantiga, Bedulu, Blahbatuh, juga berperan aktif dalam pengolaan sampah. Terlebih, peningkatan volume sampah upacara  dalam pelaksanaan  Piodalan di Pura Kahyangan ini sangat signifikan.  Inovasi  panitia melibatkan  krama istri dan juga siswa pun menjadikan kawasan Pura tetap bersih.

Baca Selengkapnya icon click

Warga Kemenuh Keluhkan Pembakaran Sampah di Lahan Perusahaan

balitribune.co.id I Gianyar - Awalnya hanya dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan material bangunan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, malah ada aktivitas pembakaran sampah anorganik. Warga Banjar Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, pun terusik hingga akhirnya Kelian Banjar, Pecalang didampingi Banbinkantibmas datang ke lokasi dan menghentikan pembakaran itu, Senin (4/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Catat Ada 45,43 Hektare Kawasan Kumuh di Kuta

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung mencatat masih adanya kawasan kumuh seluas 45,43 hektare di wilayahnya, termasuk di pusat pariwisata Kuta yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional.

Data tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Badung Nomor 39/0421/HK/2025 tertanggal 7 November 2025 tentang penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.