Limaratusan Pedagang Pasar Kidul Dirapid, Puluhan Reaktif | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 07 Agustus 2020
Diposting : 9 July 2020 14:51
A.A. Samudra Dinata - Bali Tribune
Bali Tribune / RAPID TEST - Ratusan pedagang Pasar Kidul lakukan rapid test (7/9)
balitribune.co.id | BangliDari 575 pedagang pasar Kidul yang mengikuti rapid test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Bangli  pada Kamis (9/7) menunjukan hasil 84 orang reaktif. Langkah selanjutnya ke 84 pedagang telah menjalani test swab. Untuk test swab ke dua akan dilaksanakan pada Jumat (10/7). Sementara bupati Bangli I Made Gianyar mengeluarkan peringatan bagi pedagang yang tidak mengikuti rapid test dilarang untuk berjualan.
 
Pantuan Koran Bali Tribune, sekitar pukul 09.00 wita puluhan petugas dari Dinas Kesehatan Bangli dengan menggunakan APD lengkap tiba di pasar Kidul Bangli. Pelaksanaan rapid test mengambil tempat di Posko Covid-19 pasar Kidul. Untuk menghindari kerumunan, petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan dibantu pengelola pasar melakukan pengaturan. Kegiatan rapid test berakhir sekitar pukul 12.00 wita.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan I Wayan Gunawan ditemui di lokasi mengatakan tujuan dilaksanaknya rapid test yang menyasar pedagang pasar kidul  tiada lain untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Dengan dilaksanakannya rapid test diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut untuk berbelanja ke pasar Kidul. ”Untuk rapid test menyasar seluruh pedagang, memang tidak dipungkiri ada pedagang yang enggan melakukan rapid test,” ungkapnya.
 
Disinggung langkah selanjutnya apakah pedagang yang hasil rapidnya menunjukan rekatif diperbolehkan kembali berjualan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. ”Memang lebih tepatnya mereka yang hasil rapidnya reaktif menjalani isolasi mandiri,” ungkapnya .
 
Sementara Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bangli, Wayan Budiari mengtakan sebanyak 575 pedagang yang mengikuti rapid test  hasilnya 84 pedagang reaktif dan 491non reaktif. ”Bagi pedagang yang hasil rapidnya reaktif langsung menjalani swab dan besok dilanjutkan untuk test swab kedua,” ujarnya.
 
Sebut Wayan Budiari untuk kegiatan rapid test dipasar kidul Diskes telah menyiapkan 800 alat rapid test dan dari jumlah tersebut masih tersisa. ”Alat didatangkan dari provinsi dan untuk rapid sebanyak 30 petugas diturunkan,” jelasnya. 
 
Terpisah bupati Bangli I Made Gianyar saat dikonfirmasi terkait adanya beberapa pedagang yang enggan mengikuti rapid test, mengatakan sejatinya pemerintah sudah konsen untuk penanganan Covid. Buktinya pedagang sudah disupplay APD dan mengikuti rapid test secara gratis. “Sangat gampang, bagi pedagang yang tidak mau ikut rapid test dilarang saja berjualan langkah ini diambil demi kebaikan kita bersama,” ujar Made Gianyar.