Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lomba Layang-layang ST. Dharma Yoga Kekeran, Sekda Adi Arnawa Apresiasi Sekaa Teruna Lestarikan Warisan Budaya

Bali Tribune / LOMBA - Sekda Adi Arnawa saat membuka lomba layang-layang kedua yang diadakan oleh ST Dharma Yoga, Banjar Dangin Pangkung, Kekeran di Subak Dalem Munduk, Desa Kekeran, Mengwi, (2/6).

balitribune.co.id | Mangupura - Mewakili Bupati Badung, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa membuka lomba layang-layang kedua yang diadakan oleh Sekaa Teruna (ST) Dharma Yoga, Banjar Dangin Pangkung, Kekeran, bertempat di Subak Dalem Munduk, Desa Kekeran, Mengwi, (2/6). Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Edy Sanjaya, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Ketua ST. Dharma Yoga I Putu Erik Sudana, Bendesa Adat I Wayan Sukandia, Pekaseh Subak Dalem Munduk I Gusti Nyoman Sudiarsa, Kelian Dinas Banjar Dangin Pangkung Nyoman Gede Novi Triana dan Kelian Adat Banjar Dangin Pangkung I Wayan Sunarta.

Pada kesempatan ini, Sekda Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana kreatifitas Kesra sebesar Rp. 30 juta dan dari dana APBDes Desa Kekeran sebesar Rp. 35 juta lebih yang diterima langsung Ketua Panitia I Made Alam Kusuma dan disaksikan oleh semua tamu undangan dan peserta layang-layang.

Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada STT Dharma Yoga karena telah melestarikan budaya dan menjaga lahan persawahan. Dijelaskan, bahwa budaya, adat istiadat serta kelestarian alam di Kabupaten Badung merupakan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Bali, khususnya Kabupaten Badung. Di tahun ini, melalui kebijakan Bupati Badung, dengan anggaran Rp. 9,6 Miliar, Pemerintah Kabupaten Badung telah membeli produk gabah petani di Kabupaten Badung. Pemerintah Kabupaten Badung telah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk kedepannya menggelorakan penanaman padi organik di Kabupaten Badung. Ia juga meminta agar lahan persawahan di Desa Kekeran jangan sampai dialih fungsikan.

“Pemerintah Kabupaten Badung akan mensubsidi segala kebutuhan petani, agar petani tidak lagi mengeluarkan biaya apapun untuk bertani, karena saya ingin petani di kabupaten Badung merasa hebat dan bangga menjadi petani” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia I Made Alam Kusuma dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Desa Kekeran yang telah mendukung terlaksananya lomba layang-layang tersebut. Dijelaskan lomba ini bertujuan untuk membangkitkan rasa gotong royong, menjaga warisan leluhur serta sebagai penggalangan dana untuk kegiatan STT Dharma Yoga kedepannya. Selain itu juga untuk menghidupkan taksu Rare Angon ditengah era globalisasi ini. Bagi masyarakat Bali, layang-layang memiliki badan, tulang dan roh, bukan hanya benda kosong yang tak memiliki makna.

“Layang-layang merupakan tradisi warisan budaya leluhur. Sebagai hobi yang digemari oleh semua kalangan, permainan layang-layang juga memiliki makna yang religius yang dipersembahkan Dewa Rare Angon, yang dipercayai sebagai pelindung bagi persawahan dari serangan hama,” ungkapnya.

Perbekel Desa Kekeran I Nyoman Suarda dalam sambutannya menjelaskan bahwa selain untuk menjaga warisan leluhur, lomba ini juga untuk meminta restu dan perlindungan untuk memulai menanam padi di subak dalem munduk dan subak lanyahan. Dijelaskan Desa Kekeran memiliki luas lahan persawahan sekitar 250 hektar, dimana Pemerintah Desa Kekeran juga menjaga tanah persawahan ini agar tidak mudah dialih fungsikan melalui peraturan desa. Dimana setiap peralihan fungsi lahan persawahan harus mendapatkan persetujuan musyawarah desa.

“Supaya tidak ketinggalan dengan desa yang lain, saya mohon supaya bisa desa kekeran menjadi desa pariwisata berbasis agrowisata pertanian dan tentunya mohon bantuan dari pemerintah kabupaten badung untuk mendukung penuh petani yang ada di desa kekeran ini, mulai bibit, pupuk hingga pendistribusian” ungkapnya.

wartawan
ANA
Category

Konflik di Timur Tengah Dapat Berdampak Pada Perguruan Tinggi Pariwisata

balitribune.co.id I Badung - Perguruan tinggi pariwisata mulai mengkhawatirkan dampak dari konflik geopolitik di Timur Tengah jika terjadi berkepanjangan. Pasalnya, ketegangan antarnegara di Timur Tengah akan berpengaruh terhadap terbatasnya pergerakan masyarakat di negara-negara tersebut khususnya yang ingin melakukan perjalanan wisata ke suatu destinasi termasuk ke Bali. 

Baca Selengkapnya icon click

Jelang Puncak Karya Agung Ida Betara Turun Kabeh, Belasan Ribu Pemedek Ikuti Upacara Melasti ke Tegal Suci

balitribune.co.id I Amlapura - Jelang puncak karya agung Ida Betara Turun kabeh yang akan berlangsung pada Purnama Sasih Kedasa, Wraspati Wage Watugunung, pada Kamis (2/4/2026) ini, Belasan ribu pemedek tumpah ke Pura Agung Besakih untuk ikut mengiringi Ida Betara Kabeh Melasti ke Tegal Suci, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, pada Selasa (31/3/2026) lalu, atau pada Pinanggal Anggara Paing Watugunung, dalam rangkaian Karya Agung Ida Betara Tur

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Kekroditan Selama Karya Ngusaba Kedasa, Polres Bangli Lakukan Rekayasa Arus Lalin

balitribune.co.id I Bangli - Guna mencegah terjadi kekroditan arus lalu lintas selama berlangsungnya upacara karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani  Polres Bangli menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas dan mendirikan  sebanyak 21 pos pengamanan

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Klungkung Mendapat Kehormatan Jadi Tuan Rumah, Penyerahan Sertifikat HAKI oleh Megawati Soekarnoputri

balitribune.co.id I Semarapura - Kabupaten Klungkung mendapat kehormatan menjadi pusat penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tingkat Provinsi Bali. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Presiden Kelima Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Maestro Tari I Made Djimat Toreh Nugraha Kebudayaan Tertinggi

balitribune.co.id I Gianyar - Maestro tari Bali I Made Djimat dinobatkan sebagai penerima penghargaan tertinggi bidang kebudayaan di Kabupaten Gianyar, Parama Satya Budaya, di usianya yang kini 84 tahun. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjangnya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.