Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lomba Makepung Lampit Kembali Digelar, Lestarikan Tradisi Agraris Masyarakat Jembrana

MAKEPUNG - Lomba makepung lampit kembali digelar Minggu (25/11) pagi di Sirkuit Makepung Lampit, Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.

BALI TRIBUNE - Selain atraksi Makepung Cikar, Jembrana juga memiliki atraksi Makepung Lampit. Makepung Lampit yang atraksinya dilakukan diareal sawah berlumpur ini memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Bahkan sejak empat tahun terkahir, tadisi Makepung Lampit yang merupakan tradisi masyarakat agraris di Bali Barat ini mulai rutin dilombakan setiap tahunnya. Tahun ini Lomba Makepung Lampit yang dilaksanakan Minggu (25/11) pagi di Sirkuit Makepung Lampit, Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara diikiti puluhan pasang kerbau. Di tengah berbagai tantangan, dampak kemajuan jaman terhadap pertanian di pedesaan, Masyarakat agraris di Jembrana selama ini masih tetap melestarikan tradisi Makepung Lampit. Pengurus Sekha Makepung Jembrana, Kade Nuraga (53) mengatakan atraksi Makepung Lampit ini merupakan budaya lokal Jembrana yang diwariskan secara turun temurun, “ini tradisi turun menurun dari tetua kami dulu” ujar warga Banjar Banyubiru, Negara ini. Menurutnya makepung lampit memiliki perbedaan dengan makepung cikar, “makepung cikar dilakukan dilintasan kering, sedangkan makepung lampit dilakukan disawah berair dan berlumpur” jelasnya. Dituturkannya, Makepung Lampit ini dulunya berawal dari aktifitas membajak sawah (ngelampit) yang bernafaskan budaya gotong royong dan semangat berkompetisi. “Dari penuturan tetua kami, dulunya makepung lampit ini berawal dari aktiftas petani membajak sawah, saat itu dilakukan bersama secara bergotong royong menjelang musim tanam padi. Sama seperti makepung cikar tapi ini dilakukan sebelum musim tanam padi, ide awalnya sederhana yakni untuk memacu semangat ditengah sawah, para petani kejar-kejaran (balapan) menggunakan bajak dan akhirnya menjadi tradisi dan atraksi” tuturnya. Bahkan menurutnya untuk atraksi makepung lampit memiliki keunikan tersendiri. “Kalau makepung lampit ini harus dilaksanakan diareal persawahan berair dan berlumpur, tapi lumpurnya juga tidak boleh dalam, sehingga pemilihan tempatnya harus benar-benar tepat. Kalau tahun lalu di Kaliakah dan sekarang di Peh” jelasnya. Menurutnya petakan swah harus memiliki panjang minimal 80 meter dengan lebar minimal 20 meter serta kedalam lumpur 10 cm , “ini yang sulit karena sawah sekarang petakannya sempit-sempit dan lumpurnya dalam” ungkapnya. Bahkan menurutnya tidak semua kerbau bisa berlari dilumpur sehingga hanya kerbau yang sudah terlatih saja yang bisa digunakan mekepung lampit. Makepung lampit juga mempergunakan peralatan yang kini sudah langka. Selain tidak menggunakan pemukul rotan berduri seperti pada makepung cikar pada umumnya dan hanya memakai pecut untuk memacu kerbau berlari kencang sehingga kerbau tidak terluka, perlengkapan pada makepung lampit juga diakuinya kini sudah sangat terbatas.  “Kami menggunakan lampit (bajak). Alat-alanya sekarang sudah jarang dimiliki akibat digantikannya lampit dengan mesin traktor. Sejak empat tahun dilombakan, kami baru buat dan kembali dikembangka” paparnya. Keterbatasan alat ini juga berpengaruh pada perserta makepung lampir. “Tahun ini ada 34 peserta dibagi tiga kategori yakni grup A untuk ukuran kerbau besar, grup B untuk yang sedang dan  grup C yang kecil” tandasnya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, I Nengah Alit didampingi Kepala Bidang Pariwisata, I Nyoman Wenten menyatakan atraksi makepung lampit ini menggambarkan kegembiraan petani dalam membajak sawahnya. Makepung Lampit menurutnya memiliki daya tarik tersendiri, “Ini memiliki keunikan tersendiri dan sensasinya beda. Ada ciptratan lumpur saat kerbau berpacu sehingga menarik diabadikan oleh para fotografer” ujarnya. Bahkan untuk melestarikan tradisi yang menarik wisatawan ini, kini Pemkab Jembrana setiap tahun rutin menggelar Lomba Makepung Lampit, “Lomba Makepung Lampit juga menjadi event wisata di Jembrana” tandasnya. 

wartawan
Putu Agus Mahendra

Sekda Eddy Mulya Serahkan SK 41 Kepala Sekolah di Kota Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya secara resmi menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan 41 kepala sekolah untuk jenjang TK, SD dan SMP di Kota Denpasar. Acara ini berlangsung, Kamis (9/4/2026), di Aula Kantor Disdikpora Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Koperasi Merah Putih Bangli, Tanah Adat Aman, Ekonomi Desa Mandiri

balitribune.co.id | ​Bangli – Pemerintah Kabupaten Bangli bergerak cepat dalam mewujudkan program prioritas nasional melalui pengembangan Kawasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKDMP).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, memimpin langsung rapat koordinasi dan pemaparan terkait teknis pemanfaatan lahan desa yang berlangsung di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB) Kabupaten Bangli, Kamis (9/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tabanan Juara! Peringkat Kedua Rapor Pendidikan se-Bali 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Kinerja sektor pendidikan di Kabupaten Tabanan menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan Tahun 2026, nilai Tabanan meningkat menjadi 82,69 dari sebelumnya 81,46 pada tahun 2025, atau naik sebesar 1,23 poin dengan status Tuntas Madya. Capaian ini menempatkan Tabanan di posisi kedua se-Bali, tepat di bawah Kota Denpasar dengan selisih tipis hanya 0,05 poin.

Baca Selengkapnya icon click

Serahkan SK 25 Kepala Sekolah, Bupati Adi Arnawa Tekankan Integritas dan Peningkatan Mutu Pendidikan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Kepala Sekolah kepada para Guru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (9/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Raker Bahas LKPJ 2025, Komisi II DPRD Badung Soroti Masalah LPJ, Bedah Rumah Hingga Promosi Pariwisata

balitribune.co.id | Mangupura - Komisi II DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Kamis (9/4/2026), guna membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click

Misi Harumkan Nama Indonesia, Tim Merah Putih AHRT Siap Taklukkan Sirkuit Sepang

balitribune.co.id | Jakarta – Lima pebalap andalan Astra Honda Racing Team (AHRT) siap kembali mendominasi balap Asia pada seri perdana gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sepang International Circuit, Malaysia (10-12/4). Pada musim balap 2026, AHRT kembali berkompetisi pada tiga kelas unggulan yakni Asia Production 250 (AP250), Supersport 600 (SS600) serta Asia Superbike (ASB) 1000 yang tahun ini diperkuat oleh M. Adenanta Putra.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.