balitribune.co.id | Denpasar - Keributan antar penghuni kos asal Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi di kawasan Akasia XVI, Gang Durian, Denpasar Timur, pada Rabu (8/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.20 Wita. Diduga dipicu oleh pengaruh alkohol, seorang pria asal Manggarai terlibat cekcok hingga adu fisik setelah ditegur karena merayakan kemenangan tim Argentina dengan suara bising.
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kejadian bermula saat salah satu penghuni kos berinisial SD (21) asal Sumba Barat merasa terganggu dengan suara geberan motor dan teriakan dari arah kos di seberang gang.
"Saksi SD bersama penghuni kos lainnya mencoba menegur kelompok yang sedang ribut tersebut. Namun, karena diduga di bawah pengaruh alkohol, pihak yang ditegur tidak terima hingga terjadi cekcok mulut. Situasi memanas dan berujung pada aksi baku pukul serta saling lempar batu," ungkap IPTU Adi Saputra Jaya.
Sementara itu, salah satu saksi bernama Mecel (asal Manggarai) membenarkan bahwa ia dan rekan-rekannya baru saja selesai menonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di kawasan Jalan Tukad Badung. Euforia kemenangan tim Argentina kemudian berlanjut hingga ke depan tempat tinggal mereka dengan cara menggeber motor dan bersorak.
"Kami merayakan kemenangan Argentina, namun tetangga kos datang menegur. Karena kondisi kami sedang dipengaruhi alkohol, teman saya tidak terima hingga memicu perselisihan," jelas Mecel.
Aparat kepolisian dari Polsek Denpasar Timur, dibantu oleh warga setempat dan Pecalang, segera tiba di lokasi untuk melerai keributan. Akibat insiden ini, kedua belah pihak dilaporkan mengalami luka lecet serta memar pada bagian punggung dan siku.
Guna menjaga situasi tetap kondusif, pihak kepolisian melakukan mediasi terhadap kedua kelompok. Mengingat waktu yang sudah larut, seluruh pihak yang terlibat diminta untuk kembali ke kamar masing-masing dan tidak mengulangi perbuatannya. Kasus ini dinyatakan selesai melalui jalur mediasi dengan kesepakatan damai antara kedua belah pihak.