Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Maestro Tari I Made Djimat Toreh Nugraha Kebudayaan Tertinggi

 Penyerahan Penghargaan Parama Satya Budaya kepada maestro tari I Made Jimat
Bali Tribune / PEGHARGAAN - Penyerahan Penghargaan Parama Satya Budaya kepada maestro tari I Made Jimat

balitribune.co.id I Gianyar - Maestro tari Bali I Made Djimat dinobatkan sebagai penerima penghargaan tertinggi bidang kebudayaan di Kabupaten Gianyar, Parama Satya Budaya, di usianya yang kini 84 tahun. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjangnya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali.

Apresiasi tersebut disampaikan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar bersama Majelis Kebudayaan Bali Wilayah Gianyar membawa mandat langsung dari Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra saat berkunjung ke kediamannya di Banjar Pekandelan, Desa Batuan, Sukawati, Rabu (1/4/2026).

Penghargaan akan diserahkan secara resmi pada puncak perayaan HUT Kota Gianyar pertengahan April mendatang. Dalam pertemuan itu, I Made Djimat tampak sumringah. Sesekali Made Djimat tersenyum lebar, bahkan hingga tertawa dalam pertemuan tersebut. Budayawan Anak Agung Gede Rai yang turut hadir menekankan pentingnya mengenal akar budaya di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap seniman merupakan langkah penting menjaga identitas Bali.

Nama I Made Djimat dikenal luas sebagai seniman yang membawa seni Bali ke panggung dunia sejak usia muda. Ia dikenal sebagai ahli Tari Jauk dan Topeng Tua, serta aktif tampil hingga usia lanjut, termasuk terakhir pada Oktober 2025 di Jakarta dalam panggung maestro. Selain sebagai penampil, ia juga dikenal sebagai pembina berbagai kelompok seni. Sentuhannya kerap melahirkan juara dalam berbagai ajang, termasuk Pesta Kesenian Bali dan lomba-lomba seni lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar, I Wayan Adi Perbawa, mengatakan penghargaan ini melalui proses kajian panjang oleh tim pakar budaya selama empat bulan. Setelah hampir 18 tahun tidak diberikan, Parama Satya Budaya akhirnya kembali dianugerahkan dan mengerucut pada satu nama, I Made Djimat. Ini penghargaan tertinggi dan melalui mekanisme yang bisa dipertanggungjawabkan, tegasnya.

Pemkab Gianyar juga menyiapkan bentuk penghormatan lanjutan, termasuk wacana pengabadian nama tokoh budaya sebagai nama jalan di sejumlah titik di Gianyar. Penghargaan Parama Satya Budaya akan diberikan dalam bentuk piagam, pin emas, serta uang pembinaan kisaran Rp 75 juta hingga Rp 100 juta, termasuk dukungan untuk sanggar seni yang telah dirintis sejak 1971. 

wartawan
ATA
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.