Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Main Todong, Empat Pemuda Diringkus

samurai
BB - Polisi memperlihatkan barang bukti berupa samurai dan pistol setelah menangkap pelaku pengeroyokan terhadap Caesar Putra di Pantai Penimbangan Singaraja.

BALI TRIBUNE - Empat pemuda tanggung ditangkap karena terbukti melakukan penganiayaan disertai pengancaman menggunakan pistol dan samurai. Empat orang tersebut, Senin (30/5) melakukan aksi pengeroyokan dan penodongan menggunakan pistol yang diketahui merupakan korek api gas. Mereka yakni,  Kadek Bela Hari Mahardika alias Bela, Kadek Agus Indra Tama alias Agus, Herman Dodi alias Herman yang sama-sama warga Desa Baktiseraga, Buleleng, dan Komang Yuda Viki Hendra alias Hendra warga Desa Panji, Buleleng. Informasi  yang dihimpun menyebutkan, peristiwa pengeroyokan itu berawal dari adanya salah paham sejumlah remaja tanggung  yang baru pulang dari sebuah tempat hiburan malam di Desa Anturan, Buleleng, Minggu (29/4) sekitar pukul 04.20 Wita. Korban bernama Caesar Putra (31) warga Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng bersama rekannya dihadang di pertigaan Desa Pemaron tepatnya di depan SKB oleh sekelompok anak muda. Salah satu pelaku yakni Bela, sebelumnya ada perselisihan dengan korban Caesar. Lantaran diduga dendam, Bela bersama teman-temannya menghadang korban sehingga terjadi keributan. Kemudian korban digiring menuju Pantai Penimbangan. Di pantai itu, ternyata rekan-rekan Bela sudah menunggu. Di tempat ini korban dikeroyok yang dilakukan oleh Bela dengan memukul tengkuk korban dan menendang punggungnya. Bahkan mulut korban ditonjok mengakibatkan bibir atas sobek hingga mendapat sepuluh jahitan.Tidak hanya itu, pelaku juga mengancam korban dengan pistol mainan dan sebilah samurai. “Yang punya samurai  Agus ditaruh di bawah jok motor. Kemudian dikeluarkan diberikan kepada Yuda untuk mengancam korban. Jadi pemilik sajam, adalah Agus. Pistol dibawa Herman, ternyata korek api gas. Jadi, korban ditodong Herman tepat di kepalanya memakai pistol mainan ini,” jelas anggota Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja, Rabu (2/5). Korban kemudian melaporkan peristiwa itu Minggu (29/4) malam ke Mapolsek Kota Singaraja. Usai mendapat laporan tersebut, polisi langsung bergerak dan menangkap para pelaku bersama barang bukti.  Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. AA. Wiranata Kusuma saat dikonfirmasi, membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, kasus ini bermula dari adanya kesalahpahaman anak-anak muda di jalanan, yang berujung pengeroyokan.”Awalnya mereka melakukan trek-trekan atau gimana, kemudian terjadi saling srempetan. Sehingga, berujung pengroyokan,” jelas Kompol  Wiranata seizin Kapolres Buleleng AKBP Sutarno. Menurut mantan Kapolsek Seririt ini, pihaknya tengah melakukan proses penyidikan lebih lanjut. ”Kemungkinan para pelaku mengonsumsi alkohol masih kami cek. Kalaupun mabuk, kan mereka tidak bisa bawa motor. Ini masih kami mintai keterangan lagi. Korban mengalami luka pada bagian mulut dan mendapat 10 jahitan,” tandasnya. Akibat tindakan itu, kini keempat pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Sementara Agus yang menyediakan sajam terancam pasal berlapis, yakni selain Pasal 170 KUHP juga terancam UU Darurat karena kepemilikan samurai.

wartawan
Khairil Anwar
Category

Wujudkan Budaya Tertib Lalin, Astra Motor Bali Soroti 6 Pemicu Utama Kecelakaan

balitribune.co.id  | Denpasar - Astra Motor Bali terus berkomitmen mendukung terciptanya budaya keselamatan berkendara di jalan raya sejalan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026. Melalui edukasi berkelanjutan, Astra Motor Bali mengajak masyarakat untuk semakin disiplin dan sadar akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas berkendara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bendungan Sangsang Jebol, Puluhan Hekta Sawah dan Tambak Terancam

balitribune.co.id | Gianyar - Untuk kesekian kalinya, Bendungan Sangsang di Desa Lebih, Gianyar, kembali jebol. Akibatnya, tidak ada aliran air di Sungai Pakerisan yang menjadi sumber air irigasi  puluhan hektare sawah dan tambak. Kondisi ini membuat resah para petani, larena terancam gagal tanam. Terlebih, tanaman padi di wilayah itu, rata-rata baru berumur sekitar satu pekan terancam mengalami kekeringan akibat terhentinya suplai air. 

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sanjaya Hadiri Karya Agung di Pura Manik Toya, Batannyuh, Marga

balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Uleman Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Manik Toya, Banjar Adat Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (5/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.