Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Majelis Kebudayaan Bali Tak Sama Dengan Majelis Desa Adat

Bali Tribune / SIDANG - Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) bersama Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama (tengah) saat sidang paripurna DPRD Bali, Jumat (13/3).

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Majelis Kebudayaan Bali (MKB) secara kelembagaan tidak sama dengan Majelis Desa Adat (MDA). Koster melontarkan hal itu saat menyampaikan 'Tanggapan Gubernur Bali Terhadap Pandangan Umum Fraksi Atas Ranperda Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, Ranperda Tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali, serta Ranperda Tentang Standar Penyelenggaraan Kesehatan' dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Bali, di Gedung Dewan, Jumat (13/3). 

"Majelis Kebudayaan Bali dalam Ranperda Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali secara kelembagaan tidak sama dengan keberadaan Majelis Desa Adat," kata Koster. 

Koster mengatakan hal ini sekaligus menanggapi pandangan Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali sebelumnya, yang mengesankan adanya pemahaman bahwa Majelis Kebudayaan Bali sama dengan Majelis Desa Adat. Dikatakan, Majelis Desa Adat dinormakan sebagai Persatuan Desa Adat, yang berfungsi memberikan nasihat, pertimbangan, pembinaan, penafsiran dan keputusan bidang adat, tradisi, sosial religius, kearifan lokal, hukum adat, dan ekonomi adat. 

Adapun Majelis Kebudayaan Bali, demikian Koster, untuk pertama kali dibentuk oleh lembaga - lembaga bidang kebudayaan. Seperti Lembaga Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, Himusba, Listibya. 

"Majelis Kebudayaan Bali antara lain melakukan standardisasi dan sertifikasi lembaga dan sumber daya manusia bidang kebudayaan dan turut serta melakukan penguatan dan pemajuan kebudayaan secara aktif dan berkelanjutan," urai Koster, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. 

Selanjutnya terkait standardisasi, sebagaimana disampaikan Fraksi NasDem - PSI - Hanura DPRD Provinsi Bali, agar dilakukan hati - hati, Koster sependapat. Begitu juga terkait adanya kebijakan dalam hal - hal tertentu manakala menyangkut seniman yang sudah mumpuni, Koster juga setuju. 

"Standardisasi diarahkan pada sistem tata kelola kelembagaan seni, yakni mengenai standardisasi tata kelola sekaa, sanggar, atau yayasan seni," ujar politikus PDI Perjuangan asal Sembiran, Buleleng itu. 

Soal ini juga disampaikan Koster, menanggapi pandangan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali yakni menggarisbawahi perlunya mengembangkan, memelihara, menguatkan, melindungi, membina dan melestarikan adat, agama, tradisi, seni dan budaya sebagai kearifan lokal yang diwarisi turun temurun, yang berwujud skala - niskala. Fraksi PDI Perjuangan juga mengapresiasi Gubernur Bali yang telah mengakomodir seni modern dalam Festival Seni Bali Jani secara berkelanjutan. 

"Seniman di Bali agar diberdayakan untuk mendapatkan manfaat yang riil dan keberpihakan kepada pelaku seni (seniman), di mana mereka sering mewakili kaum marhaen dan agar seniman dalam mengekspresikan seni dengan instrumen berkesenian yang digunakan, wajib memakai alat transportasi yang layak. Soal ini saya sependapat," tutur Koster. 

Pada kesempatan tersebut, Koster juga menanggapi pandangan Fraksi Golkar dan Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Bali, yang meminta penjelasan apakah maksud dan tujuan pembuatan Ranperda Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali mengikuti semangat Omnibus Law yang sedang hangat dilakukan pemerintah pusat. Sebab sebelumnya sudah ada Perda sejenis, seperti Perda Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Perda Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Atraksi Budaya. 

Koster menegaskan, penyusunan Ranperda Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali tidak mengikuti semangat Omnibus Law. Adapun Perda yang sudah ada, menurut dia, tidak bertentangan. Justru yang ada menguatkan serta mendukung Ranperda yang sedang dibahas. 

Terhadap Fraksi Golkar yang minta penjelasan seputar Bab III Pasal 7 terkait ruang lingkup objek penguatan dan pemajuan kebudayaan belum mencantumkan atraksi budaya, seperti tabuh rah, Koster mengatakan, atraksi budaya tidak dimasukkan sebagai objek penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali. Sebab atraksi budaya merupakan bagian dari kegiatan kebudayaan. 

"Setiap satuan objek penguatan dan pemajuan kebudayaan dapat dipagelarkan, dipertunjukan, atau dipamerkan dalam kerangka atraksi budaya," urai Koster. 

Terkait bahasa, aksara dan sastra Bali yang sudah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2018, Koster menyebut akan melengkapi Ranperda Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Demikian halnya dengan Perda Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Atraksi Budaya. 

"Perda Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Perda Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Atraksi Budaya tetap berlaku, karena keduanya mengatur hal spesifik dan khusus. Sehingga keberadaan kedua Perda tersebut melengkapi Ranperda Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali," pungkas Koster.

wartawan
San Edison
Category

“Challenge” Berhadiah Berujung Penipuan, Polisi Buleleng Tangkap Pelaku dan Ungkap Enam Korban

balitribune.co.id I Singaraja - Satreskrim Polres Buleleng mengungkap kasus penipuan dengan modus challenge berhadiah Rp200 ribu. Seorang pria berinisial PS (25) ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga membawa kabur telepon genggam milik enam korban dengan total kerugian sekitar Rp15 juta.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Buleleng Minta Target PAD 2027 Ditetapkan Realistis

balitribune.co.id I Singaraja - Penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 menjadi perhatian DPRD Buleleng. Dewan meminta target pendapatan disusun secara realistis dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kemampuan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Januari-Juli 2026, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 13 Juta Penumpang

balitribune.co.id I Kuta - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat melayani hingga 13,2 juta pergerakan penumpang selama periode Januari-Juli  2026. Jumlah pergerakan penumpang tersebut terbagi atas 8,5 juta penumpang rute internasional dan 4,7 juta penumpang rute domestik.

Baca Selengkapnya icon click

5.000 Ojol Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Enam Wilayah

balitribune.co.oi | Mangupura - Semangat 'brotherhood' tidak berhenti di jalan. Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) bersama BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada 5.000 mitra pengemudi ojek online (Ojol) di enam wilayah. Perlindungan yang semula dirancang selama lima bulan, Agustus hingga Desember 2026, diputuskan HDCI untuk dilanjutkan hingga tiga tahun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dinkes Tabanan Gelar Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi Jadi Temuan Terbanyak

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan tahun 2026. Program ini menyasar 40 perangkat daerah untuk mendorong deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) serta meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan kerja. 

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Beroperasi, Pemkab Jembrana Usulkan Pencabutan Dua Perda BPR

balitribune.co.id | Negara - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana dipastikan batal terwujud. Setelah mangkrak dan tidak pernah terealisasi sejak regulasinya diterbitkan pada 2017 silam, eksekutif dan legislatif Kabupaten Jembrana kini resmi mengusulkan pencabutan dua produk hukum yang menjadi landasan hukumnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.