Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Maketekan, Tradisi Cacah Jiwa Sakral di Pakraman Patas, Taro

MEKETEKAN - Krama Pakraman Patas, Taro, Ikuti Prosesi Maketekan.

BALI TRIBUNE -   Meski pendataan kependudukan dari pemerintah sudah menggunakan sistem online, namun masih juga ada pendudukan yang belum masuk database. Namun  dalam tradisi Meketekan di Desa Opakrama Latasa, Desa Taro,  cacah jiwa sakral dengan  bersaranakan  uang kepeng , dijamin 100 persen terdata.  Karena  hanya warga mewajibkan diri agara  terdaftar,  dengan keyakinan mendapatkan anugerah  keselamatan. Serangkaian Ritual cacah jiwa yag disakrallan ini,   hampir seluruh warga  desa pakraman Patas,  Taro, Tegallalang berkumpul di pura dalem  setempat, Rabu (21/11) malam.  Ibu-ibu rumah tangga kemudian  menyetor  uang kepeng  secara bergiliran. Uang kepeng ini  adalah sarana  ritual cacah jiwa yang disakral warga setempat secara turun temurun setiap satu tahun sekali. Jumlah uang kepeng yang disetor, menyesuakan jumlah anggota keluarganya.  Tidak ada yang berani menambahkan ataupun mengurangi jumlah setorannya. Karena diyakini sebagai jimat keselamatan anggota  keluarganya. Malam  itu juga, seluruh uang kepeng yang terkumpul, dihitung oleh  para pemangku pura.  Lanjut itu uang   dirapikan dan  berjumlah  494 keping ini dipersiapkan  untuk   prosesi  utamanya. Uang kepeng itu lantas disujudkan ke hadapan tuhan yang berstana di pura setempat. Penduduk desa sesuai jumlah uang kepeng  yang terkumpul dimohonkan agar  senantiasa dalam lindungan-Nya. Kelihan Adat Banjar Patas, I Made Jojol,  mengungkapkan, tradisi caah jiwa sakral yang disebut  " Maeketekan" ini,  digelar di  Pura Dalem Desa Pakraman setempat setiap tahun sekali. Meketekan diyakini warga sebagai hari baik memulai menapak kehidupan untuk satu tahun kedepan. “Momentum ini juga menjadi awal  pembayaran khaul bagi seluruh warga yang akan dibayarkan kaulnya setahun kemudian, “ungkapnya. Disebutkan, ada perbedaan jenis kaul bagi warga di Banjar Patas ini, jika tradisi "cocongan" atau aci keburan ayam, merupakan pembayaran kaul untuk setiap warga dengan jenis kelamin laki-laki, sedangkan kaul sesajen penek, dikhususkan untuk seluruh warga perempuan. Semua kaul ini dihaturkan di Pura Dalem setempat dan diikuti oleh seluruh warga. Dalam tradisi ini,  jumlah jiwa dari bayi baru lahir hingga orang tua dipastikan terhitung. Karena setiap orang diwajibkan untuk menyetorkan uang kepeng bolong yang kemudian dihitung oleh prajuru adat setempat.  Penghitungan inipun dilakukan di areal pura dan disaksikan oleh seluruh warga sebelum akhinya dilakukan persembahayangan bersama. ”Tradisi ini adalah salah satu cara cacah jiwa yang diyakini terdata secara niskala juga, sekaligus memohonkan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan segala bentuk aktifitas,” terangnya. Secara nyata, diakuinya sangat memudahkan  prajuru dalam menghitung  jumlah warga dalam kurun waktu satu tahun.  Sebagimana disebutkan, tahun ini jumlah penduduk Banjar Patas  berjumlah 494 jiwa, ada penambahan 8 orang dari tahun sebelumya yang berjumlah 486 jiwa.  

wartawan
redaksi
Category

Gunakan Ratusan Truk, Massa Forum SSB Bergerak Sampaikan Aspirasi ke PPLH Bali-Nusra

balitribune.co.id | Denpasar – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum SSB bergerak menuju lokasi aksi di wilayah Denpasar Timur, Kamis (16/4/2026) pagi. Massa yang berkumpul di Jl. Serangan, Denpasar Selatan tersebut mulai bergerak sekitar pukul 09.30 Wita dengan menggunakan sekitar 230 unit truk dan 60 unit sepeda motor, dengan jumlah massa diperkirakan mencapai 600 orang.

Baca Selengkapnya icon click

OJK dan Pemprov Bali Perkuat Kolaborasi, Dukung Ekonomi Berkelanjutan

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. Hal itu disampaikan saat menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa (14/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lirik Pasar Dalam Negeri, Puluhan Patung Timboel Art Gallery Dipamerkan di Sanur

balitribune.co.id | Denpasar - Turis asing yang datang dari berbagai negara tampak takjub melihat karya patung Timboel Art Gallery yang dipamerkan di Sudamala Resorts, Rabu (15/4). Puluhan karya seni berbentuk hewan, manusia dan lainnya yang dibuat dengan kombinasi aluminium, stainless steel dan kayu jati dipamerkan di Sudakara ArtSpace Sudamala Resort Sanur dengan tema "Inner Landscapes" hingga 30 Juni 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Kolaborasi Imigrasi dan Pemprov Bali, Satgas Dharma Dewata Siap Tertibkan WNA Nakal

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Jenderal Imigrasi resmi mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Imigrasi “Dharma Dewata” di Bali, Rabu (15/4/2026), sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sinergi Polda Bali dan Pansus TRAP DPRD Bali Kawal Tata Ruang dan Perizinan

balitribune.co.id | Denpasar - Komitmen menjaga Bali dari tekanan pembangunan yang kian kompleks kembali ditegaskan melalui audiensi antara Polda Bali dan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali,  Selasa (14/4/2026) di Mapolda Bali, Denpasar. Pertemuan tersebut diterima langsung Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, bersama jajaran.

Baca Selengkapnya icon click

Tarik Diri dari Restorative Justice, Pelapor Perbekel Sudaji: Saya Tunggu di Pengadilan

balitribune.co.id | Singaraja - Penanganan kasus dugaan penipuan yang melibatkan Perbekel Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, masih bergulir di Polres Buleleng dan kini memasuki tahap menunggu pelaksanaan gelar khusus Restorative Justice (RJ).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.