Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Manggisari Kembali Longsor, Tebing Amblas Timpa Bangunan Pelinggih

Bali Tribune/ LONGSOR - Tanah longsor menimpa bangunan tempat suci milik warga di Banjar Manggisari, Pekutatan.
balitribune.co.id | Negara - Musibah tanah longsor kembali terjadi di Jembrana. Berdasarkan informasi yang diperoleh bali tribune, Rabu (18/3), longsor terjadi di Banjar Mangisari, Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan pada saat hujan deras yang mengguyur wilayah Jembrana, Selasa (17/3) sore, mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Senderan beton permanen setinggi tiga meter ambruk sepanjang delapan meter.
 
Selain kerusakan pada senderan pada dinding tebing, material longsoran berupa tanah juga menimbun bangunan tempat suci berupa sebuah palinggih milik salah seorang warga, Pande Putu Manggis (58). Berdasarkan keterangan anak pemilik tempat suci tersebut, Ni Wayan Lina Dewi (19), tebing di sebelah bangunan suci tersebut tiba-tiba ambles saat hujan deras tengah mengguyur sekitar pukul 16.00 Wita. Kejadiannya berawal dari retaknya senderan beton akibat tidak kuat menahan beban hingga ambruk.
 
Meterial berupa tanah dan batu serta reruntuhan senderan akhinya menimbun bangunan palinggih penghayatan milik keluarganya. “Kejadiannya saat hujan deras, tiba-tiba tebing disebalah pelinggih amblas dan senderannya ambruk dan menimbun bangunan pelinggih” ungkapnya. Kendati sudah terjadi pada Selasa lalu, namun baru dilakukan pengecekan oleh instansi terkait Rabu (18/3). 
 
Kapolsek Pekutatan Kompol I Gusti Agung Komang Sukasana mengatakan kejadiannya baru dilaporkan Rabu kemarin. Pihaknya langsung melakukan pengecekan ke TKP bersama jajarannya. "Tanah longsor ini sebenarnya sudah terjadi Selasa sore tapi baru dilaporkan hari ini," jelasnya. Menurutnya, tidak ada korban jiwa dari kejadian tanah longsor tersebut. Kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kejadian tesebut telah ditangani jajaran Polsek Pekutatan bersama Koramil 1617-04/Pekutatan.
 
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, Desa Manggisari yang terletak di wilayah dataran tinggi dengan kontur wilayah terjal dan berbukit ini menjadi salah satu wilayah rawan tanah longsor dari tujuh wilayah yang berpotensi bencana saat musim penghujan di Kecamatan Pekutatan. Wilayah berpotensi atau rawan tanah longsor dan banjir lainnya juga tersebar di 31 desa/kelurahan di lima kecamatan di Kabupaten Jembrana. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Dirjen Pajak Hapus Sanksi Keterlambatan SPT Orang Pribadi 2025 hingga 30 April 2026

balitribune.co.id | Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan kebijakan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi terkait pelaporan dan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025. Melalui siaran pers yang diterbitkan pada Senin (30/3), DJP mengumumkan penghapusan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Orang Pribadi hingga 30 April 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Penerima Bantuan Pangan di Tabanan Meningkat Jadi 38 Ribu KPM

balitribune.co.id I Tabanan - Jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Tabanan di 2026 ini mengalami peningkatan dari 20.000 menjadi 38.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kenaikan jumlah penerima ini juga diikuti dengan penyaluran bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap keluarga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sedana Arta Pimpin Prosesi Nedunang Ida Bhatara Batumadeg di Pura Besakih

balitribune.co.id | Amlapura – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, memimpin langsung prosesi Nedunang Ida Bhatara Batumadeg di Pura Besakih, Karangasem, Senin (30/3/2026). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian karya agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang rutin dilaksanakan di pura terbesar di Bali tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Klungkung Siap Rehab 36 Unit Rumah Tak Layak Huni

balitribune.co.id I Semarapura - Hingga saat ini masih ada ratusan warga Kabupaten Klungkung yang tinggal di rumah tidak layak huni. Ini dibuktikan dengan adanya ratusan usulan bedah dan rehab rumah yang masuk ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Namun, karena keterbatasan anggaran, Pemkab Klungkung baru baru dapat menganggarkan sebanyak 36 unit rehab rumah dan 28 unit bedah rumah di tahun 2026 ini. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.