Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Marketing Pendidikan, Branding Sekolah Cerdas

warsa
Bali Tribune / I Komang Warsa - Kepala SMA N 1 Tembuku dan Guru Ajeg Bali

balitribune.co.id | Pendidikan sering alergi tatkala disandingkan dengan kata marketing apalagi ada sinyal bahwa sekolah tidak boleh dipakai ladang bisnis. Marketing misinya mempromosikan produk barang agar laku di pasaran konsumen. Lalu apa hubungannya dengan dunia pendidikan yang disebut sekolah? Dunia bisnis mencari keuntungan yang memerlukan pemasaran (marketing), Pertanyaannya apakah dunia pendidikan/sekolah tidak merupakan bagian dari marketing untuk memasarkan karakter, etika dan moraliats. Apakah memasarkan sekolah berarti mengomersialkan moralitas? Masih ada anggapan sekolah bukan tempat bisnis perdagangan sehingga sekolah tidak perlu ilmu marketing. Sejatinya marketing sangat diperlukan untuk memasarkan produk barang seperti halnya produk politik dan ekonomi sehingga lahir istilah marketing politik dan marketing ekonomi. Bender-bender marketing sebagai bentuk promosi banyak dipasang di pinggir jalan, ada baliho politik, ada baliho ekonomi dan juga promosi dunia pendidikan. Dunia pendidikan sangat memerlukan pemasaran yang disebut dengan marketing pendidikan. Sekolah mestinya lebih penting dipromosikan karena sekolah ada investasi jangka panjang. Sekolah merupakan sebuah institusi yang menawarkan pruduk dan jasa pendidikan sehingga perlu pemasaran. Jika sekolah ingin sukses menjalannya visi dan misinya dalam mencerdaskan anak bangsa, sekolah harus memiliki tim marketing yang solid dan kuat sesuai dengan misi yang diemban sekolah.

Marketing adalah seni bercerita dengan menggunakan narasi yang menarik. Gaya bernarasi tentang sekolah sebagai pusat peradaban nilai, moral dan etika yang dikemas dalam bentuk pendidikan karakter. Sekolah bukan semata-mata membrending nilai angka-angka karena nilai angka tanpa nilai etika moralitas akan meruntuhkan marwah pendidikan. Masyarakat harus tahu dan menjadi tertarik untuk menaruh kepercayaan terhadap institusi pendidikan bahwa sekolah adalah tempat memasarkan produk dan jasa pendidikan. Marketer harus bisa menyugesti masyarakat dan para orang tua siswa bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk negara. Barang yang laris harus memiliki kualitas bagus begitu juga dengan sekolah. Sesungguhnya sekolah yang bagus harus memiliki kualitas pendidikan bukan semata menampilkan kuantitas siswanya.

Marketing pendidikan adalah bagian dari pemasaran untuk mempromosikan rumah peradaban yang disebut dengan sekolah. Sekolah tempat memproduksi kecerdasaan antara lain kecerdasan intelektual (Intellegence Quotient), kecerdasan emosional ( Emotional Quotient), dan kecerdasan spiritual ( Spiritual Quotient). Produk unggulan sekolah sebagai bentuk barang dagangan yang diproduksi harus dipromosikan ke masyarakat lewat ilmu marketing. Produk unggulan itu sangat beraneka ragam dari multi kecerdasan saampai barang jasa yang sangat mahal yaitu etika-moralitas. Sekolah jangan semata dianggap sebagai tempat anak-anak untuk menundukkan kepalanya di atas buku, jangan dianggap adalah tempat rutinitas harian anak-anak datang dan pergi sebagai bentuk kewajiban. Dan juga jangan sekolah dilabeli penjara tempat menjalani hukuman. Akan tetapi, sekolah sebagai tempat memeroleh pendidikan sekalipun ada ganjaran/hukuman anak yang melanggar tatib (tat tertib) sekolah adalah hukuman yang bersifat mendidik agar menjadi siswa berintelektual dan berkarakter. Jadikanlah sekolah sebagai tempat yang menyenangkan dan tempat menumbuhkan pola pikir yang bertumbuh dan berkembang layaknya seperti taman bunga penuh dengan keindahan begitu juga sekolah sebagai taman pendidikan penuh kedamaian dan keindahan. Sekolah sebagai tempat memproduksi atau mencetak anak bangsa yang cerdas secara holistik, yaitu cerdas secara intelektual tetapi tidak mengabaikan kecerdasan yang lain. Marketing dalam dunia pendidikan sangat diperlukan untuk mempromosikan kualitas intelektual dan kualitas etika moral agar masyarakat tahu sekolah adalah rumah peradaban pendidikan bukan hanya tempat belajar semata. Sekolah sebagai agen yang memproduksi kecerdasan IQ, EQ, dan SQ bukan hanya kepinteran IPTEK. Keseimbangan kecerdasan sangat dibutuhkan karena merupakan ciri manusia utuh dan beradab dalam berkehidupan, Sekolah tempat menjual produk kualitas bukan kuantitas produk. Dengan demikian marketing pendidikan bukanlah menjual sekolah melainkan menghadirkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah peradaban yang disebut sekolah. Dan sejatinya yang dipasarkan bukanlah gedung yang mewah, bukan juga seragam sekolah melainkan harapan masa depan anak bangsa yang cerdas beretika. Salam rahayu dari lembah Bukit Undisan sebagai lembah peradaban.

wartawan
RED
Category

Banjir Rob Terjang Pantai Mongalan Kusamba

balitribune.co.id I Semarapura - Air pasang kembali menerjang kawasan Pantai Mongalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (19/5/2026). Kondisi tersebut menyebabkan satu rumah warga yang sudah luluh lantak, kembali diterjang ombak ganas air laut akibat abrasi yang terus terjadi di pesisir pantai tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur

balitribune.co.id | Tabanan - Semarak Hari Posyandu Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan berlangsung penuh antusias melalui pelaksanaan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak yang digelar di tingkat desa/kelurahan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sasar Tiga Desa Percontohan, Bangli Targetkan Digitalisasi Data Desa

balitribune.co.id | Bangli - Pemerintah Kabupaten Bangli memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan meluncurkan program Desa Cinta Statistik atau “Desa Cantik” 2026. Pencanangan dilakukan secara hybrid di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli pada Selasa (19/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Sidak KEK Kura Kura Bali, Pimpinan Dewan Ingatkan Pansus TRAP Soal Ranah Kewenangan Pusat

balitribune.co.id | Denpasar - Pimpinan DPRD Provinsi Bali menyoroti pola kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya terkait dugaan pelanggaran di kawasan strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali di Serangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Promo KPR Prima, Bank Lestari Bali Bidik Pemilik Rumah Baru di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Bank Lestari Bali (BPR) menghadirkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bertajuk "KPR Prima" dengan penawaran bunga spesial mulai 6,75 persen per tahun. Promo ini berlaku terbatas, mulai 11 Mei hingga 31 Mei 2026, dan ditujukan untuk mendorong akses pembiayaan hunian yang lebih kompetitif bagi masyarakat Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Rai Wirata Hadiri Penutupan Badung Paskibraka Competition 2026

balitribune.co.id | Mangupura – Anggota DPRD Kabupaten Badung, Made Rai Wirata mewakili Ketua DPRD Badung menghadiri penutupan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Badung Paskibraka Competition (BPC) 2026 di GOR Dati II Mengwi, Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat tersebut merupakan bagian dari Sub Kegiatan Pembinaan terhadap Aktivitas Kepaskibrakaan dan Purnapaskibraka di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.