balitribune.co.id | Bangli - Pemerintah Kabupaten Bangli memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan meluncurkan program Desa Cinta Statistik atau “Desa Cantik” 2026. Pencanangan dilakukan secara hybrid di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli pada Selasa (19/5/2026). Program ini menjadi langkah strategis Pemkab Bangli untuk memastikan data dari tingkat desa tersaji akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menegaskan bahwa data desa merupakan fondasi utama dari seluruh kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 menempatkan kawasan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kebijakan yang berkualitas lahir dari data yang berkualitas. Pembangunan tanpa data adalah pemborosan,” tegas Sekda Riana Putra.
Menurutnya, peningkatan Dana Desa pasca-perubahan UU Desa harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM perangkat desa dalam pengelolaan statistik.
Kepala BPS Kabupaten Bangli, I Dewa Ayu Kadek Satrini, menjelaskan bahwa melalui program Desa Cantik, desa tidak lagi ditempatkan sebagai objek, melainkan sebagai subjek aktif pembangunan. Sebagai langkah awal, Pemkab Bangli mengukuhkan Agen Statistik dari tiga desa percontohan, yaitu: Desa Abuan, Desa Bangbang, Desa Belancan
Selaku narasumber, Kadis Kominfosan Bangli, I Nyoman Murditha, memaparkan materi pentingnya digitalisasi agar data desa terhubung dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan.
Murditha menyoroti tantangan saat ini di mana data desa masih tersebar di berbagai aplikasi terpisah (seperti Prodeskel, SDG Desa, dan DTSEN) sehingga rawan tidak sinkron. Lewat Desa Cantik, Dinas Kominfosan bersama Dinas PMD dan BPS berkomitmen melakukan transformasi digital yang memenuhi prinsip Satu Data Indonesia yaitu, standar data yang baku, metadata yang jelas, interoperabilitas (kemudahan bagi pakai data), hak akses yang tepat.
Melalui ketersediaan data desa yang valid dan aktual, Pemkab Bangli menargetkan program strategis dapat berjalan lebih efisien, tepat sasaran, serta mempercepat pengambilan keputusan publik.