balitribune.co.id | Negara - Akhirnya masterplan atau rencana induk pengembangan Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kabupaten Jembrana, Bali telah rampung disusun. Dalam rencana pengembangannya, pelabuhan yang menjadi pintu gerbang ujung barat pulau dewata tersebut akan ditatan menjadi pelabuhan termodern di Indonesia.
Berbeda dengan kondisi saat ini, Pelabuhan Gilimanuk akan ditata dengan sangat detailnya. Termasuk di dalamnya moderenisasi pelayanan dan destinasi wisata yang keseluruhan menjadi sebuah satu kesatuan. Bahkan sebelumnya sudah digelar rapat finalisasi rancangan masterplan pengembangan Pelabuhan Gilimanuk bersama Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. "Lewat masterplan ini, kita ingin jadikan Pelabuhan Gilimanuk sebagai pelabuhan termodern di Indonesia," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Indonesia Ferry Harry MAC, Ira Puspadewi mengatakan sejak 2021 awal, telah berdiskusi banyak hal terkait masteplan Pelabuhan Gilimanuk ini. Menurutnya masterplan butuh waktu lama karena dirancang dengan cermat. Sekarang 2023 masterplannya sudah jadi, mudah-mudahan ada calon investor. "Kita ingin di tahun 2024 akhir akan mulai sesuatu dan sudah ada sesuatu yang bisa dilihat di akhir tahun 2025 terkait pengembangan Pelabuhan Gilimanuk ini. Akan mulai sesuatu dan sudah ada sesuatu yang bisa dilihat di akhir tahun 2025 terkait pengembangan Pelabuhan Gilimanuk ini," imbuhnya.
Pihaknya mengakui segala sesuatu berawal dari mimpi, lalu mimpi wujudkan dengan kesungguhan. Setelah master plan dimulai, rencana aksinya akan susun bersama-sama. Dirharapkan rencana pengembangan tersebut bisa terealisasi sesuai dengan harapan dan perencanaan dalam master plan yang telah tersusun. "Semoga ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana," jelasnya.
Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Pihaknya mengaku ingin penataan dan pengambangan Pelabuhan Gilimanuk tersebut bisa segera berjalan karena akan menuju Jembrana Emas tahun 2026. "Dengan melihat kunjungan wisatawan domestic. Sekarang 7 juta atau 14 juta bolak balik dalam setahun. Ke depan nanti kalau destinasi wisata di Jembrana sudah dibangun, bayangan saya bisa 15 juta wisatawan ke Jembrana dan ini tentunya membutuhkan pelabuhan yang representatif," jelasnya.
Bupati Tamba yang didampingi Kepala Dinas PUPR Jembrana, I Wayan Sudiarta menuturkan keberadaan masterplan yang final itu, semuanya telah memuat potensi-potensi yang ada terutama di kawasan Gilimanuk. "Dengan sentuhan moderenisasi khususnya dalam pelayanan dan tetap mengutamakan ciri khas Bali, mengingat ini salah pintu masuk ke Bali. Saya optimis ini bisa mendongkrak kemajuan di Kabupaten Jembrana dan terakhir Saya juga turut mohon doa kepada masyarakat Jembrana, semoga ini bisa segara di eksekusi," tandasnya.