Masyarakat Bali Diminta Tidak Tolak Kedatangan ABK, PMI Telah Dilengkapi Surat Sehat | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 05 Februari 2023
Diposting : 5 April 2020 14:45
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra saat bertemu dengan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan dan Tim Satgas Desa dan Desa Adat di Tabanan, Minggu (5/4).
balitribune.co.id | Tabanan Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra yang juga selaku Ketua Satgas Penanggulangan Virus Corona (Covid-19) Provinsi Bali meminta agar Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat dan Satgas Penanggulangan Covid-19 di tingkat desa mampu bersinergi diantaranya menyatukan posko dan bersama-sama melakukan pengawasan dan edukasi kepada seluruh masyarakat khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sekarang disebut sebagai pelaku perjalanan (PP) yang baru datang ke Bali.
 
Ketua Satgas Dewa Made Indra meminta agar masyarakat secara luas tidak mengucilkan PMI yang baru datang, karena bagaimanapun mereka adalah tetap warga Bali yang harus dilindungi hak dan keselamatannya. "Semua pihak khususnya Kasatgas Desa bersama penglisir terus melakukan sosialisasi kepada warganya agar tidak menolak, menjauhi apalagi mengucilkan Pekerja Migran Indonesia yang baru dan akan datang, karena mereka adalah anak-anak kita," tegas Dewa Indra. 
 
Menurut dia, selain pejuang devisa, PMI juga pejuang bagi keluarganya dan terpaksa kembali karena wabah dan bencana. "Jika kita tolak mereka terus mau dibawa kemana lagi mereka," cetusnya saat bertemu dengan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan dan Tim Satgas Desa dan Desa Adat di Tabanan, Minggu (5/4).
 
Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Bali yang didampingi Kepala Dinas PMD I Putu Anom Agustina, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat A.A Kartika dan Kepala Pelaksana BPBD I Made Rentin mengunjungi enam lokasi yakni Desa Adat Kota Tabanan, Desa Delod Peken, Desa Dajan peken, Desa Denbantas, Desa Adat Bentingguh Kabupaten Tabanan dan Terminal Mengwi Kabupaten Badung.
 
Dari data yang didapat sebanyak 712 PMI atau pelaku perjalanan asal Tabanan yang datang dan sudah dilengkapi surat keterangan sehat, cek suhu tubuh, rapid test di Bandara Ngurah Rai dan dinyatakan negatif Covid-19. Sementara jika ada PMI yang datang lebih awal dan belum menjalani rapid test, Dewa Indra meminta agar mereka tetap melakukan isolasi mandiri secara ketat bahkan jika perlu melakukan rapid test.
 
Selain pekerja migran Indonesia, anak buah kapal (ABK) dan pelaku perjalanan yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Tabanan juga kedatangan sejumlah santri asal Jawa Timur yang memang berdomisili di Tabanan. Data terakhir, santri yang sudah datang melalui Terminal Pesiapan sebanyak 74 orang pada Sabtu (4/4), dan 28 orang untuk hari ini (Minggu 5 April 2020) dan 25 orang hari Sabtu lalu. Ke depannya Dewa Indra juga meminta kerja sama Ketua Dewan Masjid se-Tabanan untuk turut mengawasi para santri yang baru datang dari luar Bali.
 
Lebih lanjut Dewa Indra menyampaikan, guna mendukung pengobatan khususnya karantina bagi pasien dalam pengawasan (PDP), Pemerintah Kabupaten Tabanan sudah menyiapkan 7 kamar isolasi di RSUD Tabanan, dan sedang disiapkan 100 kamar isolasi di RS Nyitdah, Kediri Kabupaten Tabanan.
 
Tim Satgas sebagai ujung tombak dalam mengawasi pekerja migran Indonesia dan santri yang datang diharapkan menguatkan upaya sosialisasi dan kolaborasi pemahaman bagi masyarakat yang belum mengerti terkait penyebaran virus ini. Secara tidak langsung penyebaran Covid-19 dapat terjadi dengan dua cara yakni diakibatkan secara imported case (1 orang) yang sudah terjangkit di negara asal dia bekerja (zona merah) dan yang kedua adalah melalui transmisi lokal yang diakibatkan oleh penyebaran satu orang yang tadi ke tengah lingkungannya, yang dimulai dari keluarga terdekat, teman-teman dan kemudian meluas ke tengah lingkungannya.
 
Dewa Indra menekankan jangan pernah menolak jika wilayahnya dijadikan sebagai tempat karantina, karena karantina adalah tempat transit bagi PDP untuk penyembuhan dengan pengawasan yang ketat. Pihaknya juga menambahkan bahwa penularan Covid-19 bukan melalui udara melainkan dari cairan yang keluar akibat bersin dan batuk yang kemudian ditutup dengan tangan lalu tangan tidak dicuci melainkan menyentuh benda-benda lain termasuk bersalaman. "Dari inilah kita yang sehat wajib menjaga kesehatan diri dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat salah satunya rajin mencuci tangan," imbuh Dewa Indra.
 
Kepala Desa Denbantas Ida Bagus Made Surya Perbawa mengatakan pihaknya secara khusus membuat data pekerja migran Indonesia asal wilayahnya yang sudah datang kembali, dan melakukan pengawasan secara intensif kepada mereka agar tetap melakukan isolasi diri selama 14 hari di rumah masing-masing. Hal ini tertib dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona ditengah warga yang menetap di Bali khususnya Tabanan.