Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Masyarakat Mulai Tinggalkan Pertanian

I Wayan Suradnya.

Bangli, Bali Tribune

Ada trend kini masyarakat mulai meninggalkan sektor pertanian dan memilih menggeluti usaha lain. Fenomena ini terjadi pada masyarakat di Dusun Peselatan, Desa Suter Kintamani. Sebelumnya hampir sebagian besar masyarakat Peselatan menggeluti bidang pertanian. Namun seiring berjalannya waktu  dan dibarengi dengan hasil pertanian yang semakin tidak menanjikan warga beralih ke sektor lain

Kadus Peselatan Desa Suter I Wayan Suradnya mengatakan, Desa Suter dulunya dikenal sebagai daerah penghasil padi gage dan juga ketela. Hasil pertanian itu dijual hingga ke luar daerah. Namun kata Suradnya seiring kesuburan tanah mulai berkurang  mempengaruhi hasil pertanian. “Walaupun masih ada yang menanam padi, tapi hasilnya di luar target bahkan tidak sedikit yang malah rugi,” ungkapnya.

Di tengah merosotnya hasil pertanian, warga beralih menanam albesia. Namun harapan untuk mendaptkan untung dari menanam albesia, petani harus berhadapan dengan serangan penyakit gondok yang hingga kini belum ada obatnya.

Karena  harapan  dari menggeluti usaha pertanian dianggap tidak bisa menopang kelangsungan hidup, maka kini banyak warga kami beralih profesi, seperti menjadi buruh bangunan, buruh angkut pupuk dan menjadi tukang ukir. “Bahkan tidak sedikit warga kami lebih memilih mengontrakkan tanahanya dalam kurun waktu yang panjang,” jelasnya.

wartawan
Agung Samudra
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.