
balitribune.co.id | Bangli - Memasuki bulan puasa harga beberapa kebutuhan pokok mulai merangkak naik Salah satunya telur ayam. Di tingkat peternak harga telur naik dikisaran Rp 2.000-Rp 3000 per tray.
Salah satu peternak ayam petelur, I Wayan Suparta mengatakan, kenaikan harga telur terjadi memasuki awal bulan puasa. Untuk telur ukuran besar (TB) harga sebelumnya Rp 47.000 per tray naik menjadi Rp 49.000 per tray. Sementara telur ukuran tanggung (TT) harga sebelumnya Rp 43.000 per tray naik menjadi Rp 46.000 per tray.
”Memang prosentase kenaikan tidak begitu besar, tapi dengan naiknya harga telur setidaknya menjadi berkah bagi peternak ayam petelur,” ujar Wayan Suparta, Kamis (5/3).
Lanjut peternak ayam asal Desa Pengiangan Susut ini naiknya harga telur lebih dikarenakan meningkatnya permintaan memasuki bulan puasa. Pihaknya tidak berani berasumsi jika kenaikan harga telur akan capai puncaknya jelang hari raya Idul Fitri.
“Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya memang terjadi peningkatan harga namun tidak begitu tinggi,” kata Wayan Suparta.
Pria yang juga menggeluti usaha bidang kontruksi ini mengaku memilki jumlah populasi ayam petelur sekitar 30 ribu ekor. Produksi telur yang dihasilkan biasanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
”Beda dengan pengusaha besar yang memilki ayam mencapai ratusan ribu ekor, pangsa pasar sampai merambah lintas provinsi seperti NTT dan NTB,” ungkapnya.
Disinggung untuk harga pakan, kata dia, astungkare sampai saat ini harga pakan masih stabil atau tidak terjadi peningkatan harga.