Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mulai Subuh, Bupati Gianyar Tertibkan Pedagang Pasar Tumpah

Bali Tribune/ PENERTIBAN - Pasar Relokasi dicuekin pedagang pasar tumpah kumuhkan Sukawati.


Balitribune.co.id | Gianyar - Beragam upaya telah dilakukan,  pedagang yang berjualan di pasar tumpah di sejumlah titik wilayah Desa Sukawati, tetap saja marak. Kamis (16/3/2023) dinihari, Bupati Gianyar I Made Mahayastra langsung memimpin penertiban.

DIdampingi Sekda bersama satpol PP beserta  Desa Adat Sukawati dan Perbekel Sukawati. Mereka menyasar tempat yang menjadi pasar tumpah, di wilayah Banjar Dlodtangluk, Gelalung dan Babakan.
 

Penertiban ini merupakan buntut dari dijadikannya Pasar Sukawati Blok C yang sebelumnya dihuni pedagang tradisional sebagai pasar seni. Sehingga para dagang tersebut harus mencari tempat lain yang representatif. Meski pemerintah telah menyediakan tempat relokasi, namun jarak dan lokasi jauh dari pemukiman menjadi pertimbangan pedagang. Sehingga pasar relokasi menjadi sepi tak diminati pembeli.

Bupati Made Mahayastra usai penertiban mengatakan para pedagang diupayakan lagi ketempat relokasi yang berada di Banjar Gelumpang Sukawati, disana juga sudah terdapat lahan milik desa untuk pedagang bermobil. "Sudah disiapkan tempat relokasi, contoh pedagang bermobil yang sudah disiapkan lahan 25 are. Pedagang di toko juga sudah disiapkan ketempat relokasi pasar tradisional yang nanti akan dihibahkan tergantung kesiapan desa, Pasar seni tetap akan difungsikan sebagai pasar seni," ujarnya.

Sementara ditempat relokasi di Banjar Gelumpang, Bupati meminta agar diadakan event yang nantinya bisa menghidupkan susana pasar. "Suasana pasar harus diciptakan dan dijaga agar tetap hidup, nanti pasar murah dari bulog akan pindahkan kesini, pameran bonsai juga bisa diadakan disini. Kita harus buat kegiatan yang menarik minat warga," ujarnya.

Sementara Bendesa Adat Sukawati, I Wayan Sarwa mengatakan, upaya penertiban ini untuk mengembalikan kenyamanan wilayah Sukawati yang krodit. Sampai saat ini pasar relokasi ini masih menjadi tanggung jawab pemda. "Sehingga saat ini pemda bersama desa adat Sukawati melakukan penertiban pedagang  yang berjualan di trotoar, sesaui perda nomer 15 tahun 2015 terkait ketertiban umum," ujarnya.

wartawan
ATA
Category

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Karangasem Meningkat Dua Kali Lipat

balitribune.co.id I Amlapura - Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem mencatat total kasus gigitan HPR utamanya anjing liar yang ditangani seluruh Posko Rabies Centre (PRC) yang ada di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Karangasem dari Bulan Januari hingga April 2026 mencapai 3.379 kasus gigitan.

Baca Selengkapnya icon click

Curi Bokor Perak, Wanita Asal Desa Sakti Nusa Penida Diciduk Polisi

balitribune.co.id I Semarapura - Tim Jalak Nusa Unit Reskrim Polsek Nusa Penida berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian barang-barang sakral berupa bokor, dulang, dan kapar yang terjadi di wilayah Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (17/5/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Klungkung Bubarkan Aksi Balap Liar di Pesinggahan

balitribune.co.id I Semarapura - Personel Polres Klungkung bersinergi dengan Polsek Dawan membubarkan aktivitas balap liar di Jalan Raya Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Minggu (17/5/2026). Pembubaran dilakukan mengingat aktivitas balap liar tersebut telah membahayakan dan meresahkanmasyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Gus Par Tinjau Pasar Barat dan Timur Amlapura, Tegaskan Pentingnya Kebersihan dan Ketertiban Parkir

balitribune.co.id | Amlapura - Usai mengikuti kegiatan Car Free Day, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) turun langsung meninjau kondisi Pasar Barat dan Pasar Timur Amlapura, Minggu (17/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kresna Budi Sebut Pansus TRAP Kebablasan

balitribune.co.id | Singaraja - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi, melontarkan kritik tajam terhadap arah kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali. Aksi Pansus yang belakangan gencar menutup sejumlah unit usaha karena dinilai melanggar tata ruang, dianggapnya keliru karena belum menyentuh persoalan yang mendesak bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.