Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Museum TPB Margarana Tabanan Dibobol, Maling Gondol Peninggalan Pahlawan

Bali Tribune/ DIBOBOL – Personel Polres Tabanan melakukan olah TKP di Museum TPB Margarana yang dibobol maling.


balitribune.co.id | Tabanan  - Jas Merah, jangan sekali-kali lupa sejarah. Ungkapan Bapak Pendiri Bangsa Bung Karno itu rupanya tidak berpengaruh terhadap perilaku oknum tak bertanggung jawab yang tega membobol Museum Yayasan Kebaktian Proklamasi TPB Margarana, Tabanan. Tak ada akhlak, pencuri yang kini tengah dikejar polisi, menggondol barang peninggalan para pahlawan.
 
Setelah dilakukan pengecekan, barang-barang pejuang yang hilang, yakni sebilah golok Lombok, keris Bali, samurai kecil milik Ibu Lasti panjang sekitar 60 cm, samurai Peta milik Ketut Widjana/Pak Item dengan sarung panjang kurang lebih 90 cm, samurai bersarung kayu dengan panjang 90 cm yang dipakai oleh pejuang asal Desa Grana I Gusti Ngurah Rai Mirsa, dan sepasang tanda pangkat mayor dari tembaga milik I Gusti Putu Wisnu.
 
Dari informasi yang dihimpun Selasa (15/6/2021), peristiwa pencurian itu diketahui pada hari Jumat tanggal 11 Juni 2021 sekitar pukul 10.00 Wita. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh I Gede Putu Abdiyasa (40), ke pihak Kepolisian agar ditindaklanjuti.
 
Peristiwa itu pertama kali diketahui I Wayan Sudantia (40), yang bekerja bersama rekannya membersihkan areal TPB Margarana sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, saksi melihat replika rudal AL KRI I Gusti Ngurah Rai, kotak dana punia, replika senjata dan replika bambu runcing sudah berada di luar areal museum bagian Utara.
 
Dia selanjutnya memberitahukan kepada teman-temannya untuk mengecek ke dalam gedung museum, dan ternyata pintu gedung sudah dalam keadaan terbuka secara paksa. Di depan pintu museum ditemukan gunting pencukur rumput. Selanjutnya rekan kerja yang lain menghubungi Mandor Pekerja I Made Deger untuk bersama sama mengecek kondisi museum.
 
Setelah mengetahui kondisi mesum dalam keadaan acak-acak selanjutnya I Made Deger menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Marga Dauh Puri untuk menghubungi Polsek Marga guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 
“Museum terakhir dibuka pada hari Rabu tanggal 9 Juni 2021 sekira pukul 16.00 Wita karena ada kunjungan dari Mahasiswa Mahendradatta,” ujar Deger.
 
Menyikapi laporan tersebut, pihak Kepolisian segera mendatangi TKP, dan melaksanakan serangkaian penyelidikan. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia menjelaskan,  pelaku diduga merusak pintu museum, selanjutnya membuka lemari penyimpanan barang dengan menggunakan anak kunci. “Kerugian sekitar Rp 25 juta,” ujarnya singkat. 
wartawan
JIN
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.