Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Naik Trans Sarbagita Bisa Bayar Pakai QRIS BPD Bali

Bali Tribune / SARBAGITA - Penumpang Trans Sarbagita saat ini sudah bisa menggunakan pembayaran nontunai hanya scan barcode QRIS BPD Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Di era adaptasi kebiasaan baru pasca-pandemi Covid-19, layanan pembayaran nontunai semakin meluas. Tidak hanya berlaku di kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), transaksi nontunai atau melalui digital dapat dilakukan ketika menggunakan transportasi Trans Sarbagita. 

Digitalisasi Trans Sarbagita ini guna mendukung pemerintah dalam menekan penularan virus melalui alat pembayaran uang kertas. Sehingga di masa kebiasaan baru ini, pembayaran tanpa kontak fisik menjadi pilihan mutlak. Dalam hal ini Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali beserta Dinas Perhubungan Provinsi Bali mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang sehat dan aman melalui Trans Sarbagita. 

Mulai Kamis (3/9) sebanyak 10 armada bus Sarbagita dilengkapi alat pembayaran nontunai yaitu melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) Bank BPD Bali yang merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia. Direktur Utama Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma mengajak masyarakat naik bus Sarbagita atau menggunakan transportasi yang sehat dengan memanfaatkan layanan digital atau QRIS Bank BPD Bali. 

"Dinas Perhubungan Bali mendukung Bank BPD memberikan transaksi sehat. Seluruh pengguna bus Sarbagita bisa menggunakan transportasi dan transaksi ini secara sehat," ucap Sudharma saat meresmikan QRIS BPD Bali di halte Sudirman, Denpasar.

Kata dia, digitalisasi bus Sarbagita melalui QRIS BPD Bali ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 3355 mengenai Protokol Tatanan Kehidupan era Baru. Pada SE tersebut ada 14 sektor yang melakukan tatanan kehidupan era baru termasuk layanan nontunai. "Kami Bank BPD Bali hadir di Trans Sarbagita ini khususnya untuk mendukung program transportasi yang sehat dan aman," jelasnya. 

Penumpang yang mempunyai QRIS dari bank lain juga bisa bertransaksi di bus Sarbagita dengan menggunakan merchant QRIS BPD Bali. "Kami berharap ke depan masyarakat bisa menggunakan transaksi nontunai ini karena sehat dan aman. Mulai hari ini QRIS di Sarbagita," kata Sudharma. 

Selain digitalisasi transportasi umum, bank milik daerah Bali ini akan terus meggenjot layanan transaksi QRIS di tempat-tempat wisata dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Serta mendorong semua lapisan masyarakat menggunakan transportasi yang nyaman cepat, mudah dan handal. "Kami mengharapkan masyarakat menggunakan layanan Bank BPD Bali melalui Mobile Banking karena di dalam Mobile Banking BPD Bali semua transaksi dalam genggaman. Saat ini merchant QRIS BPD Bali hampir 8 ribu sampai akhir tahun akan melewati Rp 10 ribu," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta menyebutkan saat ini terdapat 10 unit bus Sarbagita di dua koridor yang dilengkapi fasilitas pembayaran QRIS. "Nanti akan terus kita kembangkan karena akan ada penambahan unit dan penambahan trayek," sebutnya.

Kata dia, Bank BPD Bali telah mendukung pelaksanaan transportasi aman dan produktif ini. "Mudah-mudahan ini akan menjadi titik tolak kita untuk mempersiapkan transportasi cerdas di Bali. Saat ini penumpang bus Sarbagita masih diberikan subsidi yang dibayar oleh masyarakat hanya Rp 3.500 dan pelajar gratis," tutupnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Tabanan Tinjau Pura Luhur Pekiyisan yang Hancur Tertimpa Pohon

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa, meninjau langsung kondisi Pura Luhur Beji Pekiyisan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang pada Minggu (17/5/2026). Peninjauan ini difokuskan untuk memantau kerusakan bangunan pura kahyangan jagat tersebut sekaligus memastikan kelancaran persiapan menjelang pujawali pada Hari Raya Kuningan mendatang.

Baca Selengkapnya icon click

Disnaker dan Imigrasi Perketat Pengawasan PMI Ilegal

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama Kantor Imigrasi dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) terus memperkuat pengawasan untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan keberangkatan pekerja migran ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.