Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Niat Selamatkan Nyawa Raditya, Agus Malah Hilang Tertelan Ombak

Pencarian korban tergulung ombak di pantai purnama
Bali Tribune / PENCARIAN - Petugas dan warga melakukan pencarian terhadap korban yang tergulung ombak saat hari Banyu Pinaruh di Pantai Purnama, Sukawati, Minggu (5/4/2026)

balitribune.co.id I Gianyar - Suasana di Pantai Purnama, Sukawati, mendadak berubah menjadi tegang dan dipenuhi kepanikan, Minggu (5/4/2026). Masyarakat yang datang untuk merayakan Hari Banyu Pinaruh, dikejutkan dengan adanya dua orang warga yang tiba-tiba tergulung ombak.

Dari keterangan warga, pagi itu, masyarakat yang datang memang untuk menjalankan tradisi Banyu Pinaruh.  Namun karena kondisi pantai yang tidak disarankan untuk mandi warga memilih jarak aman. Hingga akhirnya kepanikan tiba-tiba pecah. Seorang remaja, Kadek Raditya (18), terseret arus. Teriakan minta tolong memecah suasana pagi yang semula tenang. Orang-orang berlarian ke tepi pantai, sebagian hanya bisa menyaksikan dengan cemas.

Di saat itulah Agus Suarsa Dharma (27) melangkah. Tanpa ragu, pemuda asal Desa Sukawati itu menceburkan diri ke laut. Tidak ada waktu untuk berpikir panjang. Yang ada hanya satu niat menyelamatkan nyawa. Namun sayang, ombak pagi itu ternyata tak bersahabat. Arus yang kuat dan gelombang yang meninggi membuat perjuangan di tengah laut menjadi pertarungan yang tak seimbang. Agus berusaha mendekati Raditya, namun alam berkata lain. Tubuhnya perlahan terseret, hilang dari pandangan. Di daratan, harapan dan kecemasan bercampur menjadi satu.

Beberapa warga akhirnya berhasil menyelamatkan Raditya. Ia dilarikan ke RSU Kasih Ibu Saba untuk mendapatkan perawatan. Nyawanya selamat. Namun Agus tak kembali. Laporan segera diteruskan. Tim gabungan dari BPBD Gianyar, Basarnas Denpasar, hingga aparat kepolisian bergerak menyisir perairan Pantai Purnama. Perahu karet turun ke laut, mata-mata memandang tajam ke setiap gelombang yang datang dan pergi.

Cuaca tak bersahabat. Ombak tinggi memaksa pencarian sempat dihentikan, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Hingga siang hari, Agus masih belum ditemukan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta, membenarkan adanya dua korban dalam peristiwa tersebut. "Awalnya satu orang terseret arus. Kemudian ada warga yang mencoba menolong, namun justru yang menolong ikut terseret dan hilang, sementara korban pertama berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Mendapat laporan dari Balawista, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Gianyar, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, serta tim SAR dari Basarnas Denpasar langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Gelombang tinggi dan arus kuat memaksa tim menghentikan sementara operasi demi keselamatan personel. "Cuaca kurang mendukung, gelombang cukup tinggi, sehingga pencarian sempat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali hingga sore hari,” tambahnya.

Hingga Minggu siang, korban Agus Suarsa Dharma masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran, baik melalui jalur laut maupun pemantauan dari darat dengan melibatkan relawan setempat.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak nekat melakukan penyelamatan tanpa peralatan dan kemampuan yang memadai.

wartawan
ATA
Category

Babat Hutan Lindung, Dua Tersangka Jalani Proses Hukum

balitribune.co.id | Negara - Kasus pembabatan hutan dan penebangan kayu secara ilegal (illegal logging) di Kawasan Hutan Lindung Banjar Pengajaran Kaler, Desa Berangbang, Negara dipastikan terus bergulir. Kedua tersangka berinisial IGS dan IGKL kini masih menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Swatantra Buleleng Serap 280 Ton Jagung, Pasokan Lokal Menipis hingga Akhir Tahun

balitribune.co.id | Singaraja - Perumda Swatantra Kabupaten Buleleng berupaya menjaga ketersediaan jagung untuk pakan ternak di tengah meningkatnya kebutuhan peternak ayam petelur. Hingga Oktober 2026, perusahaan daerah tersebut telah menyerap sekitar 280 ton jagung dari petani lokal. Namun, terbatasnya produksi dan meningkatnya permintaan membuat pasokan mulai menipis.

Baca Selengkapnya icon click

Jika Gagal Panen, Petani Badung Dapat Ganti Rugi Rp6 Juta per Ha

balitribune.co.id | Mangupura - Petani di Kabupaten Badung yang mengalami gagal panen berpeluang mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Menariknya, petani tidak perlu membayar premi karena biaya asuransi ditanggung pemerintah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kakek Tuna Netra di Selemadeg Tewas Terpeleset di Parit

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang kakek penyandang disabilitas netra bernama I Ketut Muncul (69) ditemukan tewas membusuk di saluran air tegalan miliknya di Banjar Apit Yeh, Desa Manikyang, Kecamatan Selemadeg, Rabu (21/10/2026). Korban diduga terpeleset dan jatuh tengkurap ke dalam parit saat sedang mengumpulkan pelepah kelapa kering.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Kasus Korupsi Satpol PP Jembrana, Jaksa Tunggu Tindaklanjut BPKP

balitribune.co.id | Negara - Hingga kini penanganan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Satpol PP Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2022 hingga 2025 terus bergulir. Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana menunggu tindaklanjut ekpose yang telah dilaksanakan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pengambengan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.